Dewi Roeshani Pt.Graha Service Indonesia Jl.Sultan Iskandar Muda No.9c-d Arteri Pondok Indah
----- Forwarded Message ---- From: agus sofyan <[email protected]> To: aan tetran30 <[email protected]>; Rafie anie <[email protected]>; arya respati <[email protected]>; aban hendra <[email protected]>; aghna rina <[email protected]>; aghny <[email protected]>; bambang armiadi <[email protected]>; dayat Palembang <[email protected]>; edwin ardiansyah <[email protected]>; elis tetrans <[email protected]>; heri kasep <[email protected]>; bayu nugroho <[email protected]>; bambang armiadi <[email protected]>; basuki basuki <[email protected]>; buhori <[email protected]>; Candra Hermawan <[email protected]>; ceceps samsung <[email protected]>; ewok cantique <[email protected]>; Fitrie cute <[email protected]>; Ian Cahya <[email protected]>; "i...@kal cinta" <[email protected]>; nur cahya (ian) <[email protected]>; [email protected]; DONNY ISWARA <[email protected]>; edwin dewi <[email protected]>; irpan samsung <[email protected]>; Pudjie Destari <[email protected]>; eeps tetran <[email protected]>; ellys epsindo <[email protected]>; [email protected]; edwin ardiansyah <[email protected]>; erik kuningan <[email protected]>; Erni Panggalo SEIN <[email protected]>; ridwan emoch <[email protected]>; Fajar Ikhsan hanif <[email protected]>; Farra imoet <[email protected]>; fian istn <[email protected]>; galih senjaya <[email protected]>; tebo gering <[email protected]>; aban hendra <[email protected]>; jaya <[email protected]>; YANNE JANUARINI <[email protected]>; kaori ozora <[email protected]>; marisha kungphoo <[email protected]>; Nandang ade kusumah <[email protected]>; ika kurniawaty <[email protected]>; Marisol Lulu <[email protected]>; lenny <[email protected]>; lenny lenny <[email protected]>; lia siti <[email protected]>; [email protected]; mba naya Sp part <[email protected]>; [email protected]; andri uwiw <[email protected]>; opi imazze <[email protected]>; umi umriya <[email protected]>; umi um riyah <[email protected]>; [email protected] Sent: Thursday, September 17, 2009 9:09:41 Subject: Fw: Airmata Rasulullah Saw ----- Forwarded Message ---- From: Suganda <[email protected]> To: Aang Sujana <[email protected]>; Adi-ISTN <[email protected]>; "AliF ([email protected])" <[email protected]>; AliF-2 yahoo <[email protected]>; amir <[email protected]>; ba' Upik <[email protected]>; Bambang Haryono <[email protected]>; Bayu-ISTN <[email protected]>; Bibin Erdiyanto <[email protected]>; Deswara Triaji Sasongko <[email protected]>; Dewi Amalia Rahmani <[email protected]>; dini <[email protected]>; Done Morina <[email protected]>; Doni Andriansyah <[email protected]>; Dwi-agus <[email protected]>; "DZ(yahoo) ([email protected])" <[email protected]>; Eko Purnomo <[email protected]>; Eko Purnomo <[email protected]>; fatchanudin <[email protected]>; Heny <[email protected]>; Hery-Astra <[email protected]>; Irwan Harahap <[email protected]>; Didin Hasanudin <[email protected]>; Ade Suherman <[email protected]>; Agus Sopian <[email protected]>; Mughni Susanto <[email protected]>; Kuswanto <[email protected]>; Aang Sujana <[email protected]>; Syarif Alfarizki <[email protected]>; Leni Cahyo Setyorini <[email protected]>; Iin Rachmawati <[email protected]>; Ulfi <[email protected]>; Dian Anggraini <[email protected]>; ediningsih <[email protected]>; Poetra Meizul <[email protected]>; Isna Rochimah <[email protected]>; Syarif Alfarizki2 <[email protected]>; Deswara Triaji Sasongko <[email protected]>; Komarudin Komar <[email protected]>; [email protected]; Mochamad Soleh <[email protected]>; Mochamad Soleh <[email protected]>; Mr. Harwan FTI <[email protected]>; MUHAMAD SOLEH <[email protected]>; mujarab <[email protected]>; Nabas Nick <[email protected]>; [email protected]; oM rAHMAD <[email protected]>; Om rio <[email protected]>; setiadi1...@gmailcom; rinto purnomo <[email protected]>; Ryzko <[email protected]>; RYZKO HARTANDI-1 <[email protected]>; Sri Muryati <[email protected]>; Suparlan <[email protected]>; Sylvi-ISTN <[email protected]>; [email protected]; Zainal Arif <[email protected]> Sent: Wednesday, September 16, 2009 4:08:03 PM Subject: Airmata Rasulullah Saw - Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam",kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah tamu diluar itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah anakku, dialah makhluk yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah makhluk yang memisahkan pertemuan di dunia yang fana ini. Dialah malaikatul maut, malaikat Izrail" kata Rasulullah, Fatimah pun tak sanggup menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri Rasulullah, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap-siap diatas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?", tanya Rasululllah dengan suara teramat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti kedatangan ruhmu. "Semua pintu syurga telah terbuka lebar menyambutmu," kata Jibril. Tapi ternyata semua itu tidak membuatkan Rasulullah lega, mata dan hati beliau masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?", tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: "Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada didalamnya," kata Jibril. Saat yang tidak disukai semua makhluk semakin dekat, Izrail mulai melakukan tugas. Dengan sangat perlahan dan kasih sayang ruh Rasulullah ditarik. Seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang, "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup menatap kekasih Allah yang sedang menjalani sakaratul maut ini ? kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang sangat luar biasa, "Ya Allah, begitu dahsyatnya sakit perpisahan jasad dengan ruh ini, kalau memang seperti ini rasanya maut itu, Engkau timpakanlah semua rasa sakit itu padaku, supaya umatku tidak merasakan bagaimana sakitnya sakaratul maut... Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku" "peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah diantaramu." Diluar rumah tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii,ummatii,ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, berakhirlah hidup sosok manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai Rasulullah seperti halnya Rasulullah mencintai kita ? " Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi " Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. NB: Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mengingat maut dan mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita Wassallam Suganda Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

