Assalamu'alaikum wr wb,
punten jika kurang berkenan, "request waqtu" nya sakedap, Alhamdulillah sudah
ada dana masuk, Rp.150.000 ke BNI, hatur nuhun teh.., jazakillah khoyron
katsira,mudah-mudahan jadi amal yang mengalir terus pahalanya, dan jadi
"magnet" perwujudan harapan2nya. diantos akang - teteh yg lainnya :)
________________________________
Jalan – jalan pagi hari,memang
sangat menyegarkan, setidaknya belum banyak kendaraan yang berlalu lalang yang
dengan enaknya “berinfak” racun, juga baru sedikit orang yang mulai
beraktifitas,sehingga dunia pagi menjadi
lengang dan menginspirasi. Apalagi memasuki musin hujan, lengkap sudah
kesegarannya, tetesan air yang masih menggantung diujung daun, genangan air
yang masih menyisa di pinggiran jalan, kaca yang masih berembun, seakan belum
mau beranjak sebelum disapa sinar mentari pagi yang hangat tersenyum.
Musim hujan membuat pepohonan dan
tumbuhan menjadi lebih segar,tapi juga banyak daunnya yang berguguran. Di
setiap halaman rumah, atau di pinggir jalan, ternyata ada berbagai macam
tumbuhan dan pepohonan, ada bunga – bunga dengan berbagai macam warna, ada
tanaman dengan berbagai macam fungsi, ada pepohonan dengan berbagai macam buah.
Subhanallah…, maha besar ciptaanNya, pasti tidak ada yang sia-sia.
Apakah dibalik tetumbuhan dan
pepohonan yang sering kita lihat dan lewati setiap hari, ada tanda kekuasaanNya?
adakah hikmah di baliknya ? Ya..!, pasti ada, hanya mungkin mata kita yang
lebih memperhatikan hal lain, dan hati kita yang lebih sibuk dengan hal lain.
Kalau dipikir-pikir ternyata tetumbuhan dan kita -manusia- , sama – sama
makhluk hidup ciptaanNya, sama – sama tumbuh kemudian menjalankan perannya, dan
akhirnya mati. Tanaman atau pepohonan, berasal dari tanah yang sama, tapi kok
tumbuhnya berbeda-berbeda, ada yang pendek, ada yang tinggi, ada yang berbunga
indah ada yang tidak, ada yang berbuah ada yang tidak, ada yang cepat mati ada
yang lama hidupnya, dan seterusnya, padahal sama-sama berasal dari tanah yang
sama.
“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya Kami
tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik?”(QS As-syu’ara
26:7)
“Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia
sebagai air hujan yang Kami turunkan dari langit, maka menjadi subur karenanya
tumbuh-tumbuhan di muka bumi, kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang
diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu”.
(QS. Al-kahfi 18:45)
Kita juga sama, berasal dari
tanah, kemudian lahir, menjalankan perannya, dan akhirnya meninggal. Usia yang
kita jalani seperti dedaunan yang berguguran dan tak kan kembali, tanda dari
berkurangnya jatah hidup kita. Begitu juga kita lahir dari tanah yang sama
(keturunan nabi adam),melalui proses yang sama (bertemunya sperma & sel
telur) tapi kok beda-beda jadinya ? secara fisik, ada yang berkulit putih ada
yang sawo matang, ada yang tinggi ada yang pendek, ada yang agak sulit di sebut
cantik ada juga yang sulit disebut jelek..( Tapi untungnya Allah swt menilai
hati kita, bukan fisik kita). Secara peran, ada yang berhasil dan ada yang
gagal, ada yang di hormati dan ada yang hanya sebagai figuran. Tak ada satupun
manusia yang persis identik, dari sekian banyak manusia yang di ciptakanNya.
Allahu akbar….
“Ups..,sayang banget..,ada jambu
air yang berserakan..!” tapi kok sang pemiliknya hanya menelantarkannya, malah
disapukan dan dimasukan tong sampah ? ga tau kali ya, kalau jambu air itu kaya
vitamin C, bahkan daunnya pun bisa untuk obat. Kenapa buah apel atau strawberry
jauh lebih mahal dari pada jambu air? padahal setiap buah juga punya manfaat
masing-masing kan ? mmhh..,bisa jadi karena jambu air sudah sering di temukan,
sementara apel dan “buah bergengsi” lainnya jarang ditemukan. Atau bisa jadi
orang – orang belum tahu, khasiat di balik buah – buah yang termarginalkan itu.
Persis seperti manusia, kenapa ada yang begitu di hormati, tapi tak sedikit
yang di terlantarkan ? bisa jadi karena keunikan yang di milikinya, sehingga
muncul ungkapan “susah nyari orang seperti dia”, tapi ada juga ungkapan “ga
apa-apa orang seperti dia banyak kok!” sehingga salah satu sebab bertambahnya
penggangguran, bukan hanya karena sempitnya lapangan pekerjaan, tapi bisa juga
karena banyaknya pekerja yang rata-rata, dan sedikitnya pekerja yang unik, yang
memiliki kompetensi sesuai harapan. Tentunya kita semua ingin termasuk pribadi
yang spesial dan unggul, dan kabar baiknya, setiap kita punya peluang untuk
itu. Bercerai dengan kerata-rata an, dan mulai menikah dengan keunggulan (tak
bisa di poligami lho..).
Setidaknya ada 5 hal yang harus
kita perjuangkan jika kita ingin memiliki kompetensi yang berbeda
(differentiating
competency), yaitu :
Pertama Niat. Diperlukan niat
yang kuat untuk berpamitan dengan kerata-rata an, dan berjuang meniti jalan
keunggulan. Semua orang punya keinginan berubah lebih baik, tapi yang
membedakan adalah tingkatan atau kualitasnya. Niat perubahan yang berasal dari
dalam (kesadaran internal), jauh lebih kuat dari niat yang berasal dari luar
(faktor eksternal). Jika kita ingin berhasil di bisnis misalnya, namun
keinginan masih tergantung pada modal, fasilitas pendukung, musiman, dll, akan
tertinggal jauh dari pebisnis yang berniat karena tanggung jawab, komitmen, dan
aktualisasi, apalagi didasari niat ibadah. Niat yang kuat dan bertahan lama,
biasanya terkait dengan kejelasan visi,tujuan, target, cita-cita dan
semisalnya. Jadi, mari kita perjelas lagi apa alasan kita, apa target kita, apa
visi kita, dan lain-lain, lalu munculkan kesadaran bahwa itu semua adalah
tanggungjawab kita.
Kedua mensyukuri diri. Maksudnya
setiap kita dianugerahiNya kelebihan masing – masing, lengkap dengan
kekurangannya.
Karenanya kita harus mempelajari apa kekuatan dan kelemahan diri kita, kemudian
mendalami area kekuatan kita, dan
menerima apa kekurangan kita, serta tidak “bermain” di daerah itu. Perenungan
di sepertiga malam, atau belajar dari pengalaman, baik yang sukses maupun yang
gagal, bisa jadi acuan untuk mengetahui diri kita. Selain tentunya berdoa
padaNya. Jangan sampai kita lebih sering menilai orang lain, ketimbang diri
kita sendiri,dan lebih sering menghakimi orang lain dari pada diri kita sendiri.
Sehingga kita menjadi orang yang bersyukur atas potensi yang di berikanNya, dan
tidak termasuk orang yang kufur karena menelantarkan atau menyalahgunakan
potensi yang telah di berikanNya.
Ketiga Husnudzan (berbaik
sangka). Utamanya pada diri sendiri, yaitu bagaimana kita mempersepsikan diri,
karena ada orang yang berprasangka konstruktif, ada juga orang yang menciptakan
persepsi destruktif pada dirinya. Orang yang husnudzan pada dirinya, memiliki
keyakinan untuk menghadapi tantangan,dan memiliki energy untuk merealisasikan
tujuannya. Serta biasanya ia menikmati setiap langkah yang ia kerjakan. Jika
orang yang suudzan (negative) pertanyaannya Why & Who, dalam merespon
ujian, sementara orang husnudzan pertanyaannya How. Jika orang suudzan
menyatakan “impossible”, orang husnudzan berteriak “I’am possible”.
Keempat ilmu dan pemahaman. Untuk
merubah dari pribadi biasa menjadi pribadi luar biasa, diperlukan ilmu dan
pemahaman, sekaligus kemampuan meracik dan menggunakan ilmu serta pemahaman
tersebut. Karena di era teknologi yang banjir akan informasi ini, tanpa
kemampuan meracik dan menggunakannya, malah akan membuat kita over load,
terbebani dengan informasi yang kita dapatkan.
Kelima kecerdasan amal (skill).
Untuk menjadi orang yang unggul, dibutuhkan kecerdasan amal/ skill. Skill dalam
pengertian teknis, yang sesuai dengan peran kita, misal keahlian teknis,
penguasaan teori yang relevan,dll. Juga skill dalam pengertian non teknis,
seperti keberanian, kreatifitas, mengambil keputusan, berpikir kritis dan
analitis,
leadership, komunikasi, dll.
Semoga dengan 5 langkah awal ini,
bisa menjadikan kita manusia yang tak hanya lahir, tumbuh besar, menua dan
kemudian mati tanpa prestasi, berserakan terbuang dalam arena kehidupan,
seperti dedaunan dan buah jambu air yang di sapukan dan dibuang ke tong sampah,
tapi menjadi manusia yang sebagaimana Nabi Ibrahim as pernah bermunajat..
“Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam
golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi
orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang
yang mempusakai surga yang penuh kenikmatan”(QS Asy-syu’ara 26: 83-85)
Wallahu’alam, Semoga bermanfaat,
Wassalamu’alaikum wr wb
Note : Ayo..sukseskan "Request Waqtu Program", insyaallah, jadi langkah awal
pisah ranjang dengan kerata-rata an, :d
Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!
http://id.mail.yahoo.com