wah pak imam, kalau untuk membngun tv lokal harus 50 milyar,  jauh dari mimpi  
orang kecil seperti saya  .
   
  Saya punya konsep  sendiri tentang  model tv lokal, kalaupun saya   misalnya  
punya unang 50 milyard.  saya  akan  mulai dengan   TV Komunitas tapi dengan 
daya pancar yang besar.
   
  Perkenankan  saya  berbagi cerita  sedikit soal TV yang ada di kepala saya, 
mudah-mudahan saya tidak keliru. 
   
  Menurut saya, untuk saat ini  desain pendirian TV Lokal  harus mengadopsi 
model TV Komunitas. Ini  untuk mempertahankan diri sambil menunggu  regulasi  
adanya keadilan dunia penyiaranyang  berpihak ke lokal.  Karena menurut saya,  
pasar iklan di Indonesia "sangat tidak sehat" dan  jauh dari keadilan .  Duit  
iklan hanya dinikmati  "orang  Jakarta",  sementara  publik lokal  hanya 
disuguhi iklan yang menjadikan mereka konsumtif.  Maksud saya uang  iklan 
puluhan triliun pertahun   hanya   beredar di Jakarta saja.  Itupun hanya pada  
orng yang itu-itu saja (owner TV, Agency Iklan besar, Mafianya, PH) 
   
  Coba saja, misalnya  0,5 % uang iklan itu  masuk media TV di Manado atau TV 
Malang dll ,  berapa besar lapangan pekerjaan  yang akan terbuka, berapa banyak 
 warga lokal daerah  yang akan melek tekhnologi broadcast, para pekerja seni 
lokal akan  punya wadah dan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah .
   
  Tetapi  harapan itu  tidak terjadi. UU penyiaran yang diharapkan  dapat 
membuat keadilan dunia penyiaran tidak berkutik  terhadap  kekuatan  
kapitalisasi   TV nasional.  Itulah maka  ada  2 TV Lokal di Manado  yang 
izinya swasta lokal. dengan   investasi   yg besar daya pancar  satu propinsi , 
 tapi  siarannya  TV agama kristiani (komunitas),. Selain itu masih ada belasan 
radio FM yang menjadi radio kristian, padahal izin penyelenggaraanya dalah 
radio swasta komersil. Satsiun Tv  lokal dan stasiun  Radio FM ini    perlahan  
berusaha hidup di  dari komunitas agamnya. .
   
  Belajar dari  yang saya  lihat , menurut saya,    kalau mau buat TV Swasta 
Lokal orientasi pasar iklan kita juga harus lokal.Berapa besar duit yang 
berdedar  di pasar iklan lokal?(menurut mas imam bersaing dengan iklan radio 
FM).  
   
  Maka,  oleh karenanya  membangun TV Swasta Lokal sebaiknya  menggunakan   
konsep  TV Komunitas (cost investasi/cost oprasional/tingkat aprtisipasi publik 
yang tinggi).  Tagetnya   agar bagaimana   publik lokal  merasakan keberdaan TV 
tersebut (ditonton/ diiklani oleh publik lokal). 
    
  Ibarat mesjid, kalau cuma sekedar bangunannya megah, tetapi masih  banyak 
warga / jamaah yang punya rumah /tinggal  radius 900 m  masih  ada yang tidak  
makan dalam sehari atau tidak ada pekerjaaan  atau mungkin  ada anak salah satu 
jamaah mesjid   tidak sekolah karena tidak punya uang, atau mungkin karena 
nakal.  Itu artinya  keberadaan  mesjid ini '"gagal".  Lebih baik  surau kecil 
terbuat dari  papan bekas,  tapi manfaat  keberadaan surau sangat dirasakan 
jamaahnya ..  Saya lebih memilih membuat surau itu.
   
  Menagapa saya indentikan dengan mesjid ?  Karena  saya punya mimpi  besar 
menjadikan Mesjid sebagai agent perubahan di Indonesia,  karena  partai politik 
sebagai alat perubahan  tidak dapat diharapkan  membawa perubahan di negara 
ini.  Dari tahun ke tahun  semakin banyak pembangunan  mesjid di Indonesia ini, 
tetapi  kriminal korupsi dan dosa lainnya  semakin jadi . Saya melihat   Umat 
islam diIndonesia sepeti menghalalkan korupsi  dan semua maksiat.
   
  Saya  bercita cita    mengembalikan mesjid pada fungsi  zaman rasullulah  
(seperi yang saya baca-baca di buku)   terutama : sebagai agent  untuk   
mentransfer nilai nilai islami ke jamahnya.  Mudah-mudahan mesjid saya  ini 
menjadi teladan mesjid lainnya  dan bisa iikuti  mesjid lainnya.   Saya sangat  
awam soal islam,  tapi  mimpi ini saya akan  di mulai dari salah satu mesjid di 
kota Manado lewat TV Komunitas islam. 
   
  Mungkin  timbul  pertanyaan,   Kenapa saya  meilih media Komunitas ? 
  karena lewat model  media  ini,  secara intern  di komunitas  akan  tejadi 
proses  saling  belajar dan  saling  memahami (of air).    Kenapa media TV ?  
karena   cost  relatif murah dibanding cetak,  tidak jauh investasinya dengan 
pendirian radio fm,  namun   nilai intertest-nya lebih tinggi. 
   
  Sekali lagi , mudah-mudahan  saya tidak keliru.
   
  Mas  Imam atau  siapapun yang membaca  unek-unek saya ini  dapat membantu 
saya . Saya  hanya  butuh informasi  mendapatkan transmiter murah, kalau bisa 
dicicil  ( power TX  300 wat atau  bisa juga   50 wat) , karena  peralatan 
lainnya, seperti  perangkat komputer, triport kamera  lighting sudah  kami beli 
 sedikit demi sedikit.  Selain itu  kami mulai membuat program  paket  TV kami 
sebagai pembelajaran calon crew (ada tukang ojek, anak sekolah. pengangguran   
dsb) .  Tv komunitas  muslim ini   kami  namakan  i chanel .  
   
   
  Wasalam 


A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Biasanya setiap bulan kita 
mengadakan pertemuan berkala.
Silaturrahim dan saling berbagi ilmu.
Mudah2an dalam waktu dekat kita bisa mengadakan pertemuan lagi.

Wassalam

===
Saat ini ada kelompok yang ingin menghapus hukuman mati bagi pembunuh sadis. 
Padahal hukuman mati (qishash) diwajibkan dalam Islam.
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash (hukum mati) 
berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh..[Al Baqarah:178] 
Bagi yang ingin menegakkan ajaran Islam (hukum Qishash) luangkan 1 menit waktu 
anda untuk mengklik:
http://www.petitiononline.com/promati

Dan klik tombol "Sign the Pro dan Setuju Hukuman Mati"

----- Original Message ----
From: Imam Wahjono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 8, 2007 7:34:57 PM
Subject: [tv-islam] MUSLIM-TV

Saya setuju sekali dengan ide pendirian TV dengan kazanah Islam.Bukan 

menjelekkan TV yang sudah ada sekarang tetapi terus terang semua TV 

itu hanya membesarkan pemiliknya yang non-muslim.

Mari kita bangun TV untuk umat kita, umat MUSLIM sehingga Islam bisa 

jaya dari segala sisi.

Saya punya pengalaman 13 tahun di TV mulai nol sampai jadi dan 

profit.Mohon maaf cuman yang serius saja.Silakan kontak ke email saya.

Terimakasih.

Salam

IW

<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->

<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->

<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke