satu pengalaman menarik yang bisa disimak.
Mbah Doek Oen
---------- Forwarded message ----------
Date: Mon, 15 Nov 1999 01:04:44 +0100 (MET)
From: I Made Wiryana <[EMAIL PROTECTED]>
Windows harus menyerah dengan Eka dan Ziska
Akhir pekan ini saya memutuskan untuk tidak ke kampus, terkadang pada hari
Sabtu saya sering ke kampus, atau Jumat malam menginap di kampus, dan baru
pulang hari Sabtu siang. Sabtu ini karena mau santai sedikit, saya pengen
bangun agak siang. Rencananya saya ingin membaca email via modem saja
dari rumah kenalan saya. Sudah beberapa hari ini saya tinggal bersama
kenalan saya yang anaknya sering saya ajak ke kampus (masih inget cerita
si Eka pada cerita Rock-Diamonds and UltraSparc khan...).
Anak-anak ini bernama Eka dan Ziska (asli Indonesia tapi lahir dan besar
di Jerman) si Eka berumur 9 tahun dan Ziska 7 tahun. Mereka punya komputer
dan telah terinstal Windows 95, dan kebetulan saya sering membelikan
program Windows untuk bermain dan sebagainya (maaf anak kecil nggak baik
diajarin pakai program bajakan....8-). Jadi lumayan juga investasi
pembeliah software yang telah mereka lakukan. Jadi komputernya belum
pakai Linux. Padahal si Eka sudah meminta saya install Linux di
komputernya dengan alasan dia bisa punya accout sendiri yang tidak
dikutak-katik adiknya.. (karena sang adik nggak bakal tahu passwordnya).
Memang kadang mereka berantem.. gara-gara sang adik secara tidak sengaja
menghapus atau merubah konfigurasi Windows-nya, terkadang background di
ubah, setting window diubah, dan si Eka terpaksa membetulkan.. atau
menunggu saya membetulkan...ini yang sering bikin jengkel si Eka... (atau
memang dasarnya dia mau iseng ama si adik aja...)
Si Eka sudah mendengar dan mengenal nama Linux karena sering saya ajak
jalan-jalan ketika saya memperkenalkan Linux di kalangan temen temen saya.
Dia sudah melihat si Regi dan Rian anaknya temen saya yang di Bremen
(masing inget cerita saya dulu tentang Regi dan Rian khan).. bermain-main
dengan Linux, dan melihat model GUI-nya Linux yang beraneka ragam.
OK sekarang kembali ke cerita akhir pekan saya... karena saya memutuskan
tidak ke kampus, maka saya mendial untuk membaca email. Saya nyalakan
komputer mereka dan ternyata keluar pesan I/O error, dan diem.. saya boot
lagi sama saja.... Wah gawat, saya nyalakan dengan disket boot juga
tidak...mau...saya pusing juga. Saya bingung apakah hardware atau
software penyebannya (tidak ada pesan sebab..hanya Start Windows.. dan
stop)... diboot pakai disket DOS biasa juga tidak mau. Rupanya karena
pada sistem DOS tidak dikenal �mounting� sehingga semua detected device
akan dimounting secara otomatis. Dan ini yang mengakibatkan sistem loop
tidak mau memboot.
Akhirnya saya boot pakai disket boot Linux SuSE saya... hidup semua..
artinya hardware normal. Terus saya panggil sistem �rescue�. Dan saya
dapat prompt YoMama (single mode). dan saya coba mounting /dev/hda1 dalam
modus DOS. Dan saya lihat dengan ALT F8 (pokoknya tempat log file),,
ternyata ditunjukkan...bahwa ada error ketika pembacaan hard disk, ada
sector yang rusak.... (hm... mungkin ini gara gara Windows tidak shutdown
dengan bener... langsung saja si Eka teriak.... ini gara gara
Ziska...he.he. si adik yang kecil jadi sasaran.... nggak heran.. karena
mereka bisa saling menyalahkan sebab khan nggak ada password..).
Kejadian kerusakan sistem Windows ini memang sudah pernah mereka alami,
yang mengakibatkan saya harus menginstal ulang Windows mereka... Mereka
melihat sendiri repotnya saya harus ganti-ganti berapa kali, memboot
berapa kali.. ketika install Windows dan aplikasinya.
OK.. sekarang tahu problemnya... saya cari disket untuk reformat hard
disk..(karena sudah menyerah).. saya ambil dulu di kampus persenjataan
saya... CD Windows asli, boot disk, (kalau CD Linux selalu ada di tas
saya).
Sekarang saya boot pakai disk bootable Windows yang sudah ada fdisk dan
format. Terus saya buat partisi, dan ketika saya ingin format ternyata
tidak mau.. keluar pesan bad sector 0, dan proses tidak mau dilanjutkan.
Dengan kata lain.. WINDOWS TIDAK DAPAT DIINSTALL (lha format DOS saja
tidak mau...)... wah gawat alamat dibuang nih hard disk.. 1.2 GB).
Akhirnya saya iseng bilang ke Eka.. saya install Linux ya... he..he. si
Eka langsung seneng teriak..Linux..Linux...Linux... (karena dia
ngebayangin bisa ngejailin si adiknya...alias si adik cuma dikasih game
tertentu, sedang dia bisa dial, main game macem-macem), sedang si
adik..nggak tahu apa itu Linux ikut-ikutan teriak.. Linux..
Linux..Linux...
Lalu saya coba install Linux di hard disk tersebut.. (saya cuma berharap
kalau ternyata sector 0 jebol, si Linux khan bisa diinstal dari sector
berapa saja.. paling apes.. ya bikin disket boot). Ternyata setelah
mempartisi semua dengan Linux dan instlal Linux.. sistem berjalan normal..
wah saya jadi mengambil kesimpulan... jangan jangan bukah hardware nih...
Lalu partisi Linux yang ada itu saya hapus lagi.. dan saya bagi menjadi
400 MB untuk Windows dan sisanya untuk Linux. Si Eka sih udah bilang..
udah semuanya untuk Linux aja.. (apalagi setelah saya bilang mau beli
Civilization...), tapi saya yang penasaran, dan pengen ada Windows juga
(karena udah beli software banyak juga..he.he..
Saya boot lagi dengan DOS dan saya format lagi ternyata mau... (he.he.h.
Linux telah menyelamatkan Windows rupanya..dari yang tadinya tak mau
memformat sekarang jadi mau). Rupanya si DOS tidak mau memformat karena
`dianggap` sektor 0 rusak.
OK... sekarang partisi DOS saya sudah siap, diformat dengan system dan DOS
sudah bisa diinstal.. artinya Windows bisa diinstal.. (untuk linux tak
usah cerita.. karena langsung boot dan sisa partisi install..langsung
selesai.. no problemo....si Eka sendiri melihat saya menginstall Linux
cukup mudah dan tinggal masukin sekitar 4 CD.. bilang.. lebih gampang dari
Windows ya... anak kecil memang kadang lebih polos..he.h.he.h)
Tapi ketika saya ingin install Windows..saya baru inget... bahwa tidak
punya driver DOS untuk CDROM jadi si file Windows akan sulit dibaca
(maklum kebiasaan install Linux, nggak pernah pusing dengan problem
seperti ini). Akhirnya saya boot Linux nya.. dari Linux mounting partisi
DOS dan dari CDROM saya copy ke partisi DOS. Setelah itu siap untuk
menginstall Windows.. (sekali lagi.. Linux telah mempermudah instalasi
Windows... trick ini sering saya pakai kalau tidak punya driver CDROM di
DOS... boot pakai Linux kecil dan mounting, lalu copy ke hard disk DOS).
Windows sendiri sampai saat ini belum diinstall sebab ternyata dia minta
DOS versi lamanya dulu...(he..he.. aneh memang..)
OK sekarang saya teruskan cerita tuh anak-anak setelah �berganti baju
memakai seragam penguin si Tux�. Kalau si Eka.. sih senang sekali...
sambil dia bilang ke saya..."Onkel Made (Onkel=Paman),... sekarang Eka
adalah ANAK PERTAMA DI KELAS yang pakai Linux.. teman lainnya aja belum
tahu nama LINUX ..... nanti kalau si Philips ke sini, pasti dia bingung
kalau mau pakai komputer, sebab login saja nggak bisa.." (he. he. he
sombong banget dia...). Rupanya dia nggak cuma pengen menjadi ikut-ikutan
arus yang terdengar populer.. tapi dia pengen berada �di muka�....alias
berani tampil beda.
Sedang si Ziska sih nggak masalah, dengan KDE dia malah lebih seneng,
sebab dia selalu problem dengan double click ketika di Windows.. (buat
anak kecil untuk melalukan double click adalah suatu hal yang sulit).
Dia sekarang sudah asik dengan Rock and Diamonds, dan Pingus. Malahan
mereka berdua seneng karena Background dan setting mereka bisa beda-beda
nggak sama, dan mereka memang ingin saling beda (wajar sih namanya
anak-anak).
Si Eka sendiri ternyata cepat sekali beradaptasi... ketika saya membuatkan
shortcut di KDE (untuk tampil di layarnya agar gampang menjalankan
program).. dia memperhatikan ternyata saya selalu mencari program di
/usr/bin atau /usr/X11R6/bin atau /opt/kde/bin dia bilang ke saya..
oh..kalau mau cari program itu di yang ada bin ya... wah ternyata memang
�konsistensi� ini membuat dia cepet sekali menangkap.
Saya juga ajarin si Eka bermain FreeCiv (free civilization) dan xpilot.
Kedua permainan ini adalah permainan yang memanfaatkan client-server.
Jadi saya buatkan icon untuk memanggil server dulu, dan setelah itu icon
untuk memanggil client. Secara tidak sadar, si Eka sudah belajar konsep
client-server dengan transparan. Karena saya ajarin ketika menyalakan
servernya dulu, pilih map, apa yang terjadi.. dan bisa main
berame-rame...secara nggak sadar karena konsep client-server itu
transparan, dia belajar... berbeda dengan ketika konsep itu dikemas dalam
model �blackbox� kita hanya ceklik tombol.. dan akhirnya tak tahu apa-apa.
Saking asiknya hari sudah menjelang sore (sebab saya juga mensetkan
ngedial Internet dg kppp untuk eka..he.he. si Ziska nggak dikasih ama si
Eka..dasar pelit...gara-garanya si Ziska senengnya cuma cari Pokemon dan
Sailor Moon di Internet dan menuh-menuhin hard disk saja). Terus komputer
mau dimatikan dulu, si Ziska langsung mematikan power... wah si Eka
marah-marah (sebab khan harus shutdown.. apalagi tragedi di Windows sudah
menyebabkan sistem 2 kali rusak)... untungnya ext2 filesystem cukup
bagus.. setelah menyala, dan dicheck sistem normal kembali.
Lalu saya ajarin mereka berdua... cara shutdown (dari KDE graphics login
khan bisa shutdown).. nah setelah shutdown.. khan keluar pesan-pesan..
secara tidak sadar mereka membaca pesan-pesan yang keluar hingga �sampai
sistem halted�. Begitu juga saya ajarin ketika baru menyalakan harus
memilih LILO. Dan mereka baca pesan-pesan booting itu... rupanya secara
tidak sadar mereka banyak belajar dari proses yang transparan tersebut.
Eka sendiri punya suatu ketertarikan tersendiri dengan Linux, ketika saya
cerita... bahwa Linux ada source codenya.. (si Eka juga nggak ngerti apa
itu source code, dan tanya kepada saya, saya jelaskan source code itu
pokoknya yang kamu perluin buat bikin program).
Eka sangat pengen bisa bikin program �Spielen� (game). Dia bilang kalau
cuma main saja itu �langweilig� (membosankan). Dia pengen bisa bikin
program dan siapa tahu bisa dijual.h.e.he... pas saya kasih tahu ada
source code, dia bilang.. wah kalau gitu bisa dilihat terus belajar,
diubah sedikit dan jadi program baru... iya... dia makin seneng... (wah
saya jadi malu... masih banyak mahasiswa saya..mahasiswa komputer lho..
yang belum punya pikiran seperti ini.. lebih suka menjadi end-user aja...
belum menganggap ketersediaan source code sebagai NILAI TAMBAH YANG BESAR
SEKALI)
Akhirnya memang si Windows sudah �menyerah� tak berkutik lagi... si Eka
sudah tak begitu tertarik lagi dengang Windows. Kata dia tampilannya
membosankan....saya sendiri terus terang seneng.. sebab sekarang dari
komputernya si Eka..saya bisa dial dan ber-�ssh� ke kampus. Sebab kalau
pakai telnet �kata nenek itu berbahaya...he.he.�. Nampak nampaknya ruang
partisi Windows akan makin diperkecil...8-)
Mereka berdua asik main game.. kadang kadang rebutan, dan lupa waktu..
kalau gitu saya tinggal memperingatkan.. "hayo.. kalau berantem.. nanti
Onkel Made atur... satu orang boleh main cuma 30 menit perhari... atau
cuma di Wochenende (week end)"... he..he.he. mereka reda nggak berantem
lagi.. walau kadang masih berantem juga.. (namanya juga anak-anak). Oh
iya feature ini adalah feature standard di Linux 8-). root masih saya
pegang jadi saya nggak khawatir mereka ngutak ngatik konfigurasi.. (nggak
seperti waktu pakai Windows 95=
Sekali lagi membuktikan bahwa Linux itu tidak sulit untuk dipakai.. dan
sangat cocok untuk mendorong orang agar belajar, dan inovatif serta tidak
merepotkan. Cerita di atas bukan fiksi dan tidak dibumbu-bumbui (takutnya
karena saya sudah terkenal sebagai orang �gila Linux� orang cenderung
mengira saya membumbu-bumbuinya - seperti pada suatu editorial..he.e.heh).
Bagi yang tidak percaya silahkan email saya akan saya berikan nomor telfon
mereka... (tapi mereka lancarnya berbahasa Jerman.. bahasa Indonesia hanya
pasif). Silahkan tanya sendiri dengan mereka..... oh iya.. dan lagi si
Eka sangat takut dengan masalah Y2K.... katanya kalau pakai Windows
komputernya takut kaputt (mati)...
Sekarang silahkan anda �mengekstensikan� cerita tersebut ke lingkungan
kerja, bagaimana nilai reliabilitas, pengaturan kerja, dan sebagainya akan
sangat berpengaruh.
IMW
===========================================================================
I Made Wiryana (0521-106 5328) Universitas Gunadarma - Indonesia
Rechnernetze und Verteilte Systeme http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made
Universitaet Bielelfeld Check my e-zine :
[EMAIL PROTECTED] http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/majalah
===========================================================================
______________________________________________________________
>From [EMAIL PROTECTED] to UNDIP List
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id