Maaf Amerika Terlontar Saat Gelombang Anti Islam
Merajalela di AS 
Tgl. publikasi: 18/9/2001 12:11 WIB   
eramuslim - Amerika Serikat (AS) kejeblok lagi. Daftar
orang-orang yang dituduh FBI sebagai pelaku teror
berdarah Selasa lalu (11/09), termasuk Osama bin
Laden, sepatutnya dipertanyakan kembali, bahkan harus
dicurigai. Pasalnya, 4 orang warga Saudi yang dituduh
sebagai pelaku penghancuran gedung WTC dan Pentagon,
ternyata masih hidup.

Keempat orang itu adalah Abdurrahman Said al Omari,
Ahmad Ibrahim Al Ghamdi, Fayez Mohammad Al Shehri, dan
Amer Kenfer. Said al Omari adalah seorang pilot Saudi
Airlines, sekarang masih hidup dan telah diwawancarai
langsung oleh harian Al Watan. 

Tertuduh AS berikutnya, Ahmad Ibrahim Al Ghamdi (20),
adalah seorang relawan kemanusiaan yang saat ini
bekerja untuk para korban Perang Chechnya. Ibunda Al
Ghamdi sampai saat ini masih sering saling kontak
dengan anaknya yang lulusan fakultas teknik di Mekkah
itu. 

Orang ketiga yang masuk dalam daftar teroris versi
FBI, Fayez Mohammad Al Shehri, ternyata juga masih
hidup. Ia, sebagaimana Al Ghamdi, juga bekerja sebagai
relawan kemanusiaan di Chechnya sejak 2 tahun lalu.
Orangtuanya di Saudi mengaku sering mendapat kontak
dari anaknya sampai saat ini.

Kemudian orang keempat adalah Amir Kenfer, ternyata
juga masih hidup dan kini menetap di Saudi. Ia
mengatakan terkejut, ketika namanya masuk dalam list
penumpang pesawat United Airlines yang diumumkan FBI. 

Dari sini bisa kita simpulkan dengan sangat mudah,
bahwa dalam perburuan orang-orang yang dicurigai,
termasuk penyusunan daftar orang-orang yang dituduh
terkait dengan aksi teror Washington dan New York,
ternyata FBI asal tuduh. Tuduhan AS dapat dipastikan
tanpa didukung bukti-bukti yang memadai, apalagi
alasan-alasan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan.
Betapa naifnya AS, sebab ternyata apa saja yang berbau
Arab dan Islam langsung saja mereka kaitkan dengan
aksi-aksi terorisme. 

Asal diketahui, sebelumnya pihak FBI juga telah
ceroboh menuduh dua orang warga Arab yakni Amir
Bukhari dan Adnan Bukhari yang dianggap terlibat
penyerangan WTC dan Pentagon. Amir Bukhari sang
tertuduh ternyata sudah meninggal setahun yang lalu.
Sementara Adnan Bukhari saat ini masih ada di Florida.


Pejabat AS di Riyadh memang menyampaikan permohonan
maaf melalui kementerian dalam negeri Arab Saudi
terkait dengan penyebutan nama Abdurrahman Said al
Omari dalam daftar tersangka pelaku penyerangan teror
di AS. Begitupun si "Rambo" dengan mudahnya juga
meminta maaf atas keteledorannya mencap orang-orang
Arab lainnya sebagai pelaku teror WTC dan Pentagon,
namun ternyata salah. 

Maaf Amerika, tentu saja sangat terlambat. Sebab aksi
teror warga Amerika terhadap kaum Muslimin dan Arab di
negara itu sudah menyebar ke mana-mana. Gelombang
kebencian terhadap Islam dan Arab bahkan bukan cuma
melanda Amerika, tapi juga menyebar ke Eropa dan
Australia. Orang-orang Islam yang tak tahu menahu dan
tak ada kaitannya dengan aksi peledakan gedung WTC dan
Pentagon itu, terpaksa harus melindungi diri ekstra
ketat. Sebab mereka terus dicaci, dihina, diteror,
diintimidasi, dikejar-kejar, ditabrak dengan mobil,
ditembaki, bahkan masjid-masjid mereka telah dilempari
kotoran manusia oleh orang-orang yang mengaku paling
"beradab" dan "anti terorisme" itu. 

Stigma pemerintah AS terhadap Islam dan Arab dengan
mengaitkannya sebagai dalang dan pelaku aksi
penghancuran gedung WTC dan Pentagon memang cukup
efektif. Dan perlu dicatat disini, bahwa pemerintah AS
secara sistematis telah membingkai opini warga AS
khususnya, dan warga dunia umumnya, bahwa terorisme
adalah identik dengan Islam dan Arab. Wajar saja bila
rasa kebencian masyarakat AS dan dunia terhadap Islam
begitu menggelora. Islam, kaum Muslimin dan Arab pun
kini jadi masyarakat terpidana di AS dan Eropa, dan
beberapa belahan duni lainnya. 

Jadi aneh, bila tiba-tiba Presiden AS George W Bush
mengecam siapa saja yang melakukan intimidasi terhadap
kaum Muslim dan warga Arab di AS. Menurut Bush, Islam
sama sekali tidak merepresentasikan teroris yang
sedang diburu oleh pemerintah AS.

�Siapa saja yang anti-Arab atau anti-Muslim yang
melakukan reaksi tidak baik terhadap mereka, tidak
akan mendapat toleransi dari pemerintah AS. Siapa saja
yang mencoba mengintimidasi kaum Muslim, maka mereka
merepresentasikan hal yang terburuk bagi kemanusiaan,�
kecam Bush. 

Hal ini dikemukakan Bush saat mengadakan kunjungan ke
Islamic Center di Washington. Seperti dalam tayangan
CNN, Bush tampak didampingi juga oleh para pemuka
agama Islam di AS.

Ditegaskan Bush dalam pidatonya, Islam
merepresentasikan kedamaian, bukan teroris. Karena
pelaku teroris yang diburu AS sama sekali tidak
merepresentasikan kedamaian, melainkan kejahatan.

Di bagian lain, Bush mengaku telah mendengar
kekhawatiran dan ketakutan yang dialami umat Islam
yang berada di AS sejak terjadinya aksi teror yang
melanda Gedung World Trade Center dan Pentagon.

�Hal seperti itu tidak seharusnya terjadi di AS.
Karena di AS, warga Arab dan muslim banyak yang
memberikan kontribusi seperti bekerja sebagai
pengacara, dokter, pedagang, bahkan sebagai karyawan
di militer, dan ada juga para ibu dan ayah,� tutur
Bush.

Pernyataan Bush benar, Islam dan kaum Muslimin sama
sekali tidak ada kaitannya dengan aksi-aksi terorisme
yang biasa dilakukan AS dan sekutunya Israel. Ungkapan
simpatik Bush memang patut dihargai. Tapi
pertanyaannya, kenapa itu baru diungkapkan sekarang,
ketika gelombang anti Islam dan Arab sudah sedemikian
kuat melanda Amerika dan Eropa? Sampai-sampai kaum
Muslimin AS dan Eropa merintih ketakutan, "We are in
serious danger here. Help us !"

 


=====
Wassalammualaikum Wr. Wb.

Taufan
__________________________________________________________
Get paid to search.....
Just click and sign up http://www.epilot.com/joinnow/referral.asp?friend=taufan

__________________________________________________
Terrorist Attacks on U.S. - How can you help?
Donate cash, emergency relief information
http://dailynews.yahoo.com/fc/US/Emergency_Information/

--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 30
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke