Lima Warga Israel Ditangkap, Karena Bersorak Kegirangan Saat Runtuhnya WTC New York Washington - Lima orang Israel ditangkap karena memperlihatkan sikap mencurigakan menyusul runtuhnya gedung WTC New York. Kelima orang pekerja sebuah perusahaan yang berlokasi di New Jersey itu, kini ditahan di penjara lantaran dicurigai FBI memperlihatkan sikap gembira saat gedung WTC New York runtuh Selasa lalu (11/09). Menteri Luar Negeri AS mengatakan, pihaknya telah diinformasikan oleh konsulat Israel di New York bahwa FBI telah menangkap 5 orang warga Israel yangmencurigakan. Kelima orang itu ditangkap, saat tengah memvideokan peristiwa penghancuran WTC New York, kemudian berteriak yang oleh FBI dinilai sebagai sorakan olok-olok dan tanda kegirangan. 4000 Israeli Employees in WTC Absent the Day of the Attack Manar TV - 17 Sept, 2001 http://www.manartv.com Tak seorangpun membicarakan adanya orang Israel yang terbunuh atau terluka dalam penyerangan tsb. Sumber-sumber diplomatik Arab menyebutkan kepada surat kabar Yordania Al-Waton, bahwa orang orang Israel itu tidak masuk kerja atas petunjuk Shabak, Aparat Keamanan Umum Israel, suatu fakta yang membangkitkan kecurigaan tak resmi di mata pejabat-pejabat Amerika yang ingin mengetahui bagaimana pemerintah Israel mengetahui hal ini sebelum kejadian dan mengapa tidak ada pemberitahuan ke otoritas USA atas informasi yang mereka miliki. Analisa dan dugaan pelaku peledakan WTC dan Pentagonterus berkembang. Sejumlah pengamat Palestina dan Amerika mulai mengemukakan berbagai kemungkinan tentang terlibatnya organisasi intelejen Israel Mossad berada di belakang serangan berdarah di Washington dan New York (11/9). Kemungkinan ini dilandasi dugaan bahwa Israel berusaha menekan umat Islam Dan orang-orang Arab dengan perantaraan Amerika. Di sisi lain, Israel akan diuntungkan dengan mengalihkan perhatian dunia pembantaian yang mereka lakukan atas bangsa Palestina. Dr. Atif Adawan, seorang dosen ilmu politik di Universitas Islamiyah Pakistan menyebutkan bahwa sangat mungkin Israel melakukan aksi serangan tersebut untuk menggiring opini masyarakat Amerika dan dunia secara umum untuk bisa bersikap netral terhadap Israel. Ia juga menyebutkan bahwa aksi aksi seperti itu memang merupakan karakter serangan Israel yang selama ini banyak melakukan rekayasa intelejen untuk meloloskan keinginannya. "Terlalu banyak bukti dan kenyataan dari sejarah Israel dan Mossad sejak dahulu a bahwa mereka mungkin sekali melakukan aksi itu. Mereka tidak peduli apakah aksi itu akan membahayakan atau tidak..." katanya. Tuduhan terhadap Mossad tidak hanya berasal dari kalangan muslim. Seorang ekonom AS, kandidat presiden AS tahun 2004 Lyndon H. LaRouche yang berasal dari kubu partai Demokrat menyebutkan bahwa Israel lah yang berada di balik aksi biadab itu. "Israel ingin menarik perhatian AS terhadap konflik di Timur Tengah yang kini makin tak menentu. Di sisi lain, aksi ini akan bisa mendorong perang terhadap dunia Arab," tandasnya. Sementara Direktur Lembaga kajian dan Penelitian An-Nur, Dr. Mahmud Zuhar menyebutkan bahwa ada sejumlah petunjuk pertama yang menyebutkan bahwa serangan itu dilakukan oleh orang Amerika sendiri. Alasannya adalah karena di AS terdapat berbagai aliran keagamaan fanatik yang siap melakukan aksi bunuh diri sebagaimana yang telah terjadi sebelumnya. Ia menambahkan bahwa teknologi yang dimiliki oleh para penyerang tidak bisa dikuasai kecuali oleh para ahli pesawat terbang, dan ini tidak akan dilakukan oleh sebuah organisasi di luar Amerika. "Karena para pelaku penyerangan itu sangat mengetahui peta Amerika dari udara dan mereka memiliki peta yang mengetahui secara pasti kapan mereka bisa keluar dan masuk ke wilayah AS," ujarnya. Kemungkinan ini juga didukung dengan adanya sekitar 250 an kelompok ekstrim yang bekerja di dalam negara AS dan memiliki senjata. (na/iol) -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 44 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
