Berikut saya kutipkan dari eramuslim.com tanya jawab
tentang jihad, semoga bermanfaat.

Tgl. publikasi: 3/10/2001 14:06 WIB   

Pertanyaan:

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Ustadz Ihsan Tandjung yang saya hormati, saya seorang
muslim berusia 23 tahun, belum menikah dan sedang
bekerja sebagai TKI di negara lain. 2 tahun yang lalu,
saya mulai mengikuti pengajian. Namun terputus karena
saya harus berangkat ke luar negeri.

Selama beberapa bulan ini, saya sering membaca tentang
jihad qital melawan orang-orang kafir, dan kemuliaan
orang-orang yang syahid fi sabilillah.

Alhamdulillah, mulai muncul ghirah untuk berjihad fi
sabilillah. Sering saya merencanakan, jika saya pulang
nanti, saya ingin bergabung dengan laskar jihad untuk
jihad fi sabilillah.

Ustadz, ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan :

1. Seringkali saya merasa ragu, apakah keinginan ini
hanya sebuah khayalan/angan-angan saja? Karena saya
merasa amalan dan komitmen saya saya masih begitu jauh
dari layak untuk menjadi seorang mujahid.

Namun, tetap muncul harapan bahwa Allah dengan kasih
sayang-Nya akan memberikan jalan buat saya berjihad fi
sabilillah. Jadi kadang2 saya optimis, dan
kadang-kadang saya pesimis. Terlebih lagi saya
mempunyai masalah kesehatan. Saya khawatir seperti
pungguk merindukan bulan, tertipu angan-angan. Apakah
salah jika saya punya keinginan untuk berjihad?

2. Bagaimana hukumnya berjihad membantu
saudara-saudara kita di Maluku, Poso, dll? Apakah
fardhu kifayah, atau fardhu ain? Dan bagaimana
prioritasnya dengan amalan-amalan lain, misalnya
berhaji (untuk pertama kalinya), menikah dan
berdakwah?. 

Dan sekiranya kita tidak melakukan amalan yang tidak
sesuai dengan prioritas, apakah akan diterima oleh
Allah? 

3. Beberapa bulan mendatang, saya akan menyelesaikan
kontrak saya
(pulang ke tanah air). Uang yang saya kumpulkan Insya
Allah pas untuk pergi berhaji. Alternatif lain, saya
akan infaqkan seluruhnya dan pergi berjihad. 

Ustadz, manakah amalan yang lebih utama/sesuai
prioritas ?
Atas perhatian Ustadz saya ucapkan jazakumullahu
khairan katsira.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Firman


Jawaban

Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, saya bersyukur dan bangga bahwa di
zaman sperti sekarang ini masih ada para pemuda yang
tersadarkan untuk berjihad di jalan Allah. Ini
merupakan kabar baik bagi ummat Islam di tengah
kelesuan ummat saat ini. Allahu Akbar!!!
Pertama sekali, setiap amal itu dilihat niatnya.
Kewajiban berjihad di jalan Allah adalah fardlu �ain
(wajib untuk setiap diri). Adapun
pelaksanaannya kapan, dimana dan bagaimana akan sangat
tergantung pada situasi, kondisi dan kebutuhan ummat
akan tenaga orang tsb. 

Tapi niat itu sudah harus dipancangkan dari sekarang.
Saya sedih dengan kenyataan betapa banyaknya pemuda
dan ummat yang belum tahu wajibnya jihad. Bahkan
sampai ada orang yang mengaku kiayi yang berpendapat
�miring� soal jihad sampai mengeluarkan pernyataan
yang membuktikan keberpihakannya kepada kebatilan.

Dikatakan dalam hadits : �Barang siapa tidak berjihad
dan tidak pernah berniat jihad selama hidupnya maka
matinya adalah mati jahiliyah.� 

Jadi jelas jihad termasuk salah satu kewajiban
keimanan kita. Oleh karena itu siapapun, pada tingkat
amal keislaman manapun, harus sudah meniatkan jihad.
Para da�i harus menyampaikan hal ini kepada ummat,
agar ummat tahu kewajibannya.

Persoalan persiapan pergi berjihad, adalah persoalan
lain lagi. Dalam keadaan belum sampai �mobilisasi umum
ummat Islam� seperti sekarang, tentunya diutamakan
mereka-mereka yang sanggup berjihad lebih dahulu. Yang
fisiknya kuat, keuangannya mampu, lingkungan sosialnya
memungkinkan dsb.

KECUALI bagi ummat Islam yang berada di daerah-daerah
yang diserang, seperti di Poso, Ambon, Palestina,
Kashmir dst. Saat ini bagi mereka jihad menjadi wajib
untuk setiap diri dan bagi kita saat ini wajib
membantu semampu kita kecuali pengerahan fisik.

Kedua, Kedudukan amalan Islam lain tetap sama tidak
berubah. Anda tetap wajib haji jika sudah mampu,
apalagi berdakwah, saat ini sangat dibutuhkan. Untuk
menikah, tentunya dikembalikan kepada situasi dan
kondisi setiap diri dalam menilai kewajibannya. 

Apa yang bisa kita bantu bagi saudara-saudara kita
yang sedang diserang orang kafir maka (1) Finansial,
dana, karena mereka sangat butuh dana. (2) Menyebar
luaskan situasi dan kondisi saudara-saudara
kita tersebut kepada seluruh dunia, sebab saat ini
banyak daerah Muslimin yang diserang tetapi media
massa tak mau memberitakan. 

Maklum, penguasa-penguasa media massa saat ini adalah
Yahudi, musuh Islam nomor satu. (3) Membantu keluarga
mujahid yang bisa kita bantu, misalnya mengasuh
anak-anak yatim, membantu pengungsi dll.(4) Membantu
dengan do�a. Ini adalah yang paling ringan bisa kita
lakukan tetapi yang Insya Allah tak kalah besar
artinya di sisi Allah SWT.

Ketiga, Usul saya jika anda sudah selesai dengan
kontrak anda: (1) Pergunakan penghasilan anda di jalan
Allah, baik itu dalam wujud menikah, menafkahi
orangtua, pergi haji, DAN membantu saudara-saudara
Muslim kita yang sedang kesulitan. Baik yang di medan
jihad maupun di manapun. 

(2) Tetaplah memelihara kegairahan untuk berjihad yang
saat ini anda miliki. Jangan sampai ini semua cuma
semangat sesaat yang segera sirna setelah anda
menikmati pernikahan yang bahagia dan negeri yang
indah subur tetapi banyak hutang ini. 

(3) Tetaplah memprogramkan diri anda untuk berangkat
jihad, dengan cara memperkuat fisik dan finansial.
Para Imam yang shaleh di Timur
Tengah biasa menghabiskan waktu libur mereka di medan
jihad selama 2-3 bulan dalam setahun. Subhanallah,
Wallahua�lam bishshowwaab

Wassalaamu'alaikum Wr Wb

HM Ihsan Tandjung
 


=====
Wassalammualaikum Wr. Wb.

Taufan
__________________________________________________________
Get paid to search.....
Just click and sign up http://www.epilot.com/joinnow/referral.asp?friend=taufan

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Listen to your Yahoo! Mail messages from any phone.
http://phone.yahoo.com

--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 68
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke