Di tahun 1995, ketika perekonomian Indonesia masih baik... saya sudah 
mengusulkan ide radikal untuk bajak saja segala hightech en his gang. Saya 
sampaikan di berbagai seminar tentang reformasi pemasaran. Silakan baca 
makalah saya tentang reformasi pemasaran. Karena terbukti tidak ada negara 
maju di dunia ini yang merintis dari nol untuk mengembangkan teknologinya. 
Biar saja kata orang (hukum).... bahwa membajak itu salah dan tidak etis....

Tapi bukti menunjukkan kampiun dunia (AS) saja "mengangkut" orang Yahudi untuk 
memajukan teknologinya. Kalau harus melalui tahapan evolusi...terlalu lama. 
Kita nggak bakalan bisa sejajar dengan negara maju. Ide itu nyleneh.... dan 
radikal... sayangnya nggak banyak yang melakukan.....Makanya kita terus saja 
dalam posisi "meminta". Ingat teori import substitution itu terbukti 
akal-akalan negara maju saja dalam menjual teknologi usangnya ke negara 
berkembang. Lebih lagi dengan beban hutang yang bejibun.... Kalau ini saya 
jadi ingat pendapatnya Samir Amin tentang teori dependencenya yang menyebutkan 
bahwa periphery countries (negara kurang maju) akan semakin ber"hutang budi" 
pada centered country (negara maju).

Kalau Jepang dan Taiwan serta Malaysia berani kenapa tidak... sekarang saatnya 
pembajakan dilakukan...AAyo bajak wae......

He...he...he.........


CU
IW

>===== Original Message From "Herwening Kalpiko" <[EMAIL PROTECTED]> =====
>Apakah semua pihak terutama Pemerintah Indonesia akan mendukung
>gerakan-gerakan ini? Kalau saya lihat, bukan hanya Pemerintah bahkan
>kebanyakan masyarakat Indonesia sendiri sudah tergantung dengan
>produk-produk Amerika. Kemarin saya sempat dikritik sama beberapa bule yang
>kebetulan berada di UNDIP. Mereka bilang, "Kok orang-orang Indonesia pada
>benci sama Amerika, padahal mereka sehari-hari bahkan hampir setiap detiknya
>menggunakan produk dan buatan Amerika, such as Internet, soft drinks, AMD &
>Intel dkk., musik-musik Top 40 Countdown, Hollywood movies (lambang
>ketololan Amerika yang kemudian malu karena film Die Hard-Bruce Willis
>menjadi kenyataan)...serta liberalisasi!"
>
>Kejadian tadi membuat saya benar-benar berfikir apa yang harus kita lakukan
>sekarang...apakah cuek, ikut arus globalisasi, jihad ke Afghanistan (padahal
>jihad di Indonesia untuk memberantas ketidakadilan hukum lebih utama), atau
>seperti Malaysia yang 'membajak' pengetahuan dan kecanggihan teknologi Barat
>agar masa depan Islam dan Malaysia bisa berkembang menyaingi Barat?
>
>Wasalam
>
>----- Original Message -----
>From: "Nasrullah Idris" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Friday, October 19, 2001 9:41 AM
>Subject: [UNDIP] Gerakan Menyaingi Produk Amerika
>
>
>>      Gerakan pemboikotan produk Amerika akan menimbulkan konsekwensi.
>>      Bagaimana cara mengatasi konsekwensinya itu?
>>      Ya dengan gerakan menyaingi produk Amerika.
>>      Bagaimana?
>>      Dengan memahami secara tuntas, detail, dan integratif tentang jenis
>> produk yang akan disaingi itu.
>>      Itu pun belum cukup.
>>      Perlu disertai juga kemampuan dalam berkomunikasi, memasarkan, sampai
>> mendistribusikan, dengan kualitas kompetitif dengan produk Amerika.
>>      Pokoknya dilakukan secara komprehensif.
>>
>>      Nah, apakah dampak negatif yang ditimbulkan  pertama bisa diatasi
>oleh
>> dampak positif yang ditimbulkan kedua, sehingga menjadi balance?
>>
>>      Taroklah dampak negatif "Gerakan pemboikotan produk Amerika" bernilai
>> minus 200 setelah gerakan itu dilancarkan selama 10 hari. Apakah dalam
>waktu
>> 10 hari "Gerakan Menyangi produk Amerika" bisa memberikan plus point 200,
>> sehingga menjadi balance?
>>
>>
>> Salam,
>>
>> Nasrullah Idris
>> ----------------------
>> Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
>>
>>
>>
>>
>>
>> --------------------------
>> Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
>> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 105
>> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id
>>
>
>
>--------------------------
>Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 108
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id


--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 109
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke