Matur nuwun, atas artikelnya, dan sudah saya sebarkan ke teman dan handai
taulan saya.

Sekali lagi terimakasih.

----- Original Message -----
From: Herwening Kalpiko <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, October 31, 2001 11:18 PM
Subject: [UNDIP] just to make things more clearly


> Terjemahan artikel "The Invisible Afghanistan"
> Oleh Sayyid Rahmatullah Hashemi
>
> [Catatan: Sayyid Rahmatullah Hashemi, Duta bagi Afghanistan telah melawat
AS
> awal tahun 2001 ini. Berikut adalah terjemahan transkrip dari ceramah
beliau
> di Universitas Southern California di LosAngeles, pada 10 Maret, 2001]
>
> Telah difirmankan dalam Al Quran, "Hai orang-orang yang beriman,jika
datang
> kapadamu orang fasik membawa suatu berita, makaperiksalah dengan teliti,
> agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa
mengetahui
> keadaannya yang menyebabkankamu nanti menyesal atas perbuatanmu
> itu."[Al-Hujurat 49:6]"
>
> Saya baru saja berbincang dengan sekelompok ilmuwan (di Universitas
Southern
> California), dan mereka memulai pembicaraan dengan topik patung-patung
> (Buddha yang dimusnahkan). Sangat dikesalkan karena begitu sedikit yang
> mereka ketahui (mengenai Afghanistan). Tidak seorang (dari ilmuwan
tersebut)
> mengetahui akan bermacam masalah yang dihadapi oleh Afghanistan. Dan hanya
> tentang patung-patung tersebut saja yang mereka ketahui mengenai
> Afghanistan.
>
> Afghanistan dipanggil dengan nama "Crossroads of Asia". Kami telah
menderita
> karena ketinggalan negara kami yang strategis ini. Kami telah menderita
> dalam abad ke-18, abad ke-19, dan kami masih menderita dalam abad ini.
Kami
> tidak menyerang Inggris. Kami tidak menyerang Russia. Mereka yang
menyerang
> kami. Oleh itu masalah-masalah yang timbul di Afghanistan bukan dari
> perbuatan kami sendiri.
>
> Penyerangan Soviet
>
> Masalah yang dihadapi sekarang ini di Afghanistan bermula pada th 1979.
> Afghanistan adalah negara yang aman. Tetapi pihak Russia dengan tentara
> sebanyak 140,000 anggota telah menyerang Afghanistan pada bulan Desember
> 1979, yaitu lebih kurang 21 tahun lalu, dan telah menjajah selama satu
> dekade, membunuh 1.5 juta rakyat  afghanistan, melumpuhkan sejuta orang,
dan
> 6 juta dari 18 juta rakyat Afganistan telah melarikan diri dari kekejaman
> Russia dan menjadi pengungsi dinegara-negara lain.
> Pada waktu itu anak-anak kami mati karena ledakan ranjau (land mines) yang
> ditanam oleh pihak Russia. Dan tidak ada siapapun di dunia luar yang
> mempedulikan hal ini.
>
> Setelah Russia Dikalahkan
>
> Masa penjajahan Russia, pihak AS, Inggris, Peranchis dan China membantu
para
> pejuang yang disebut Mujahidin. Hanya 7 kelompok Mujahidin yang beroperasi
> dari Pakistan sementara 8 kelompok yang lain bertindak dari Iran
> dalam memerangi pihak Russia. Setelah Russia kalah, kesemua
> kelompok-kelompok Mujahidin ini kembali ke Afghanistan dengan faham yang
> berlainan dan senjata yang banyak. Mereka tidak bersatu dibawah satu
> pemerintahan tetapi telah bersengketa sesama mereka sendiri di
Afghanistan.
> Akibat dari pertempuran sesama sendiri ini lebih buruk lagi perang semasa
> penjajahan Russia. Sebanyak 63,000 orang telah terbunuh di Kabul. Sebanyak
> sejuta rakyat lagi melarikan diri dari situasi huruhara tersebut ke
> negara-negara lain.
>
> Munculnya Taliban
>
> Melihat huruhara dan kemusnahan tsb, sekelompok pelajar-pelajar yang
> dipanggil Taliban (Taliban artinya pelajar-pelajar) telah menumbuhkan
> gerakan pelajar pelajar. Taliban mulai tumbuh dari sebuah perkampungan di
> Kandahar yang terletak di wilayah selatan Afghanistan. Taliban mulai ada
> sebagai sebuah gerakan ketika seorang `warlord' (ketuakelompok
bersenjata -
> bandit) telah menculik dan memperkosa dua anak perempuan. Ibu bapak kedua
> anak perempuan tersebut telah pergi ke sebuah`pondok pesantren' dan
meminta
> guru di sekolah tersebut menolong mereka. Guru tersebut bersama-sama 53
> orang murid beliau, dengan bersenjatakan hanya 16 senjata, pergi menyerang

> pengkalan bandit tersebut. Setelah membebaskan kedua kanak-kanak perempuan
> yang diculik itu, mereka menggantung mati sang pimpinan, juga beserta
> beberapa orang anak buahnya. Kisah ini tersebar luas. BBC juga telah
> melaporkannya. Mendengar kisah ini, maka banyak pelajar-pelajar ikut
> bergabung dengan gerakan (Taliban) tersebut, dan mereka mulai bertindak
> dengan merampas senjata-senjata dari semua bandit tsb. Gerakan pelajar
> ini -Taliban - kini menguasai 95% Afghanistan termasuk ibu kota Kabul.
Hanya
> segelintir dari para bandit itu yang terus merajalela di bagian utara
> Afghanistan (mereka ini adalah Northern Alliance).
>
> Keberhasilan Taliban
>
> Kami (Taliban) baru memerintah selama 5 tahun, dan berikut adalah
> keberhasilan kami yang tidak diketahui oleh dunia:
>
> 1) Pertama kami telah menyatukan negara yang berpecah-belah. Afghanistan
> sebelum ini berpecah kepada lima kawasan-kawasan. Kami menyatukannya,
> sesuatu yang gagal dilakukan oleh pihak lain.
>
> 2) Perkara Kedua yang telah kami lakukan, yang gagal dilihat, adalah
> melucut senjata yang dimiliki rakyat. Setelah peperangan dengan Russia,
> hampir setiap orang Afghan memiliki Kalshnikov, dan juga senjata canggih
> seperti stinger missiles, dan ada yang memiliki pesawat dan helicopter
> pejuang. Melucuti senjata mereka kelihatan mustahil. PBB
> menawarkan US$3 billion untuk membeli kembali senjata-senjata itu. Dan
> karena tidak praktis, maka rencana PBB tersebut tidak diteruskan, dan
dunia
> pun melupakan Afghanistan. Tetapi kami telah berhasil melucuti senjata di
> 95% kawasan negara Afghanistan.
>
> 3) Keberhasilan kami yang ketiga adalah membawa Afghanistan di bawah satu
> pemerintahan, sesuatu yang tidak terjadi selama 10 tahun sebelum kami
ambil
> alih.
>
> 4) Keberhasilan kami yang keempat, yang mengkagumkan banyak orang, adalah
> memusnahkan sebanyak 75% tanaman opium dunia. Sebelum kami
menghapuskannya,
> 75% pasok opium dunia dihasilkan di Afghanistan. Dan pada tahun lalu kami
> mengeluarkan perintah mengharamkan penanaman opium, dan pada tahun ini
2001,
> ketua Program Pengawasan Opium PBB di bawah naungan UNDCP, Mr. Barnard F.
> dengan bangganya mengatakankan Afghanistan bebas sepenuhnya dari tanaman
> opium - 0% of opium cultivation. Zero, zilch, kosong - langsung tak ada
> lagi. Sayangnya sebanyak 700 pakar UNDCP yang memantau tanaman opium telah
> kehilangan pekeerjaan. Pakar-pakar PBB itu tidak menyukai bila kami
> mengeluarkan perintah mengharamkan tanaman opium tsb.
>
> 5) Keberhasilan kami yang kelima adalah memulihkan hak-hak asasi manusia
di
> Afghanistan. Memang banyak yang telah menuduh kami melanggar hak-hak asasi
> manusia. Realitasnya adalah kami sebenarnya telah memulihkan hak-hak asasi
> manusia. Antara hak-hak asasi bagi seseorang manusia adalah hak untuk
hidup
> dengan aman. Sebelum Taliban memerintah, tidak seorang pun di Afghanistan
> bisa hidup dengan aman. Malah perkara pertama yang kami lakukan adalah
> mewujudkan keadaan yang tenang dan aman. Keutamaan kami yang kedua adalah
> memulihkan sistem kehakiman yang bebas dan adil. Rakyat Afghanistan tidak
> perlu membayar untuk mendapat pengadilan seperti yang berlaku di  Amerika
> Serikat. Di Afghanistan anda tidak perlu membeli keadilan. Di Afghanistan
> pengadilan adalah gratis dan mudah diperoleh.
>
> Hak-hak Kaum Wanita
>
> Kami (Taliban) telah dikritik, katanya kami melanggar hak-hak wanita.
Adakah
> anda (di Amerika) ketahui apa yang terjadi sebelum kami memerintah? Saya
> lihat dalam dewan ini ada beberapa orang Afghan yang belajar di sini, dan
> mereka pasti akan setuju dengan saya bahwa sebelum Taliban memerintah,
kaum
> wanita di kawasan luar kota  diperlakukan sebagai binatang. Mereka dijual.
> Kami (Taliban) menghapuskan tindakan yang sangat keji ini. Kaum
> wanita tidak punya hak suara dalam memilih suami bagi mereka. Antara
perkara
> yang pertama Taliban lakukan adalah memberi wanita hak untuk memilih calon
> suami masing-masing. Suatu lagi yang jelek yang berlaku ke atas kaum
wanita
> di Afghanistan adalah mereka ditukar-tukar sebagai hadiah. Padahal
tindakan
> ini bertentangan dengan agama. Ini sebenarnya merupakan budaya. Adalah
> menjadi tradisi bila dua kelompok yang bertempur ingin berdamai, maka
mereka
> akan bertukar-tukaran wanita. Dan tindakan keji ini sudah dihentikan oleh
> Taliban.
>
> Berlainan sekali dengan tuduhan-tuduhan yang dilemparkan, kaum wanita di
> Afghanistan sebenarnya di izinkan bekerja. Kami akui, sebelum 1996, yaitu
> sebelum kami  menaklukan ibu kota, Kabul, kami telah meminta kaum wanita
> supaya tinggal di rumah. Tetapi kami tidak sekali-kali berniat untuk
> menyuruh mereka tinggal rumah buat selama-lamanya. Kami menerangkan kepada
> kaum wanita bahwa mereka perlu tinggal rumah karena pada waktu itu keadaan
> huru-hara tanpa ada undang-undang dan oleh karena itu tidak aman bagi
wanita
> keluar rumah. Kini  kami sudah melucuti senjata-senjata milik
> pribadi-pribadi, kami sudah membuat undang-undang, maka dengan keamanan
> tersebut wanita sudah dibenarkan bekerja kembali. Kami akui wanita-wanita
> kami tidak dibenarkan bekerja pada Kementerian Pertahanan seperti di
Amerika
> ini. Kami tidak mau wanita kami jadi pilot jet tempur, atau dipergunakan
> sebagai objek-objek yang menghiasi  iklan-iklan. Tetapi wanita kami memang
> dibenarkan berkerja. Mereka bekerja di Kementerian Kesehatan, Kementerian
> Dalam Negeri, pendidikan, Kesejahteraan Umum dan seterusnya. Kami juga
tidak
> menghalangi kaum wanita untuk mendapat pendidikan. Kami telah menyatakan
> kami mau wanita diberi  pendidikan, dan kalaupun tidak ada tekanan dari
> pihak luar kami tetap akan memberi pendidikan kepada kaum wanita kami, ini
> adalah keyakinan kami. Kami diperintah (oleh Allah) untuk memberi
pendidikan
> kepada kaum wanita. Bila kami menetapkan sekolah-sekolah berbeda kelas
untuk
> lelaki dan wanita, itu tidak berarti kami tidak ingin wanita diberi
> pendidikan.
>
> Memang benar kami  menentang `co-education' (sekolah dimana lelaki &
> perempuan bercampur dalam satu kelas), tetapi tidaklah benar sama sekali
> untuk menuduh kami menyekat kaum wanita dari mendapat pendidikan. Kami ada
> sekolah-sekolah, tetapi masalahnya adalah sumber-sumber pembiyaan. Sebelum
> kami mengambil alih pemerintahan terdapat bermacam permasalahan pendidikan
> kurikulum yang mendidik taat setia kepada keluarga raja, pendidikan ala
> komunis, dan kurrikulum yang diperkenalkan oleh bermacam pihak. Oleh
> demikian, pelajar-pelajar menjadi bingung. Kamipun dapat menyatukan semua
> kurikulum yang campur baur itu. Baru-baru ini kami membuka kembali
Fakultas
> Pengobatan di Kandahar dan kota utama lain di Afghanistan. Terdapat lebih
> banyak pelajar wanita dibandingkan dengan lelaki yang mengikuti kursus
> pengobatantan tersebut. Dan pihak Swedia telah membantu mendirikan
> sekolah-sekolah perempuan. Memang masih tidak mencukupi, tetapi ini saja
> yang kami mampu lakukan pada saat ini.
>
> Osama bin Laden
>
> Kami juga dituduh membiayai kekejaman. Dan nampaknya bagi orang Amerika
> kekejaman itu hanyalah Osama bin Ladin. Sekarang saya ingin memberitahu
anda
> semua bahwa Osama bin Laden sudah menetap di Afghanistan
> selama 17 tahun, yaitu sebelum Taliban ada. Bin Laden sudah lama berada di
> Afghanistan untuk memerangi Soviet, dan Ronald Reagan, presiden Amerika
> ketika itu, juga Dick Chenney, telah memberikan pujian kepada Osama bin
> Laden dan kelompoknya sebagai pejuang-pejuang pembebasan (freedom
fighters)
> atau pahlawan-pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan (Heroes of
> Independence), sebab perjuangan Bin Laden dan kelompoknya ketika itu
> sejajar dengan dasar Amerika yang menentang Soviet. Tetapi sekarang ini
> ketika Soviet sudah runtuh dan terpecah, orang-orang seperti Bin Ladin
tidak
> lagi diperlukan oleh Amerika, dan Amerika melabel mereka sebagai teroris
dan
> diburu. Dari disanjung sebagai pahlawan kepada diburu sebagai teroris
Islam.
> Kaedahnya agak sama dengan Yasser Arafat yang dulunya teroris tetapi
> sekarang di anggap pahlawan (boneka barat).
>
> Sebenarnya tidak ada beda antara terorisme yang dituduhkan kepada Osama
bin
> Laden dengan kekejaman serangan missiles berpandu pada tahun 1998 atas
> Afghanistan. Kedua-duanya tidak diberitahukan terlebih dahulu, dan
> kedua-duanya membunuh orang awam. Jika tindakan terorisme yang dituduhkan
> kepada Bin Laden sesuatu yang sangat kejam, maka serangan missiles Amerika
> keatas Afghanistan juga sesuatu tindakan yang sangat kejam karena
> orang-orang awam telah terbunuh. AS telah mencoba membunuh Osama bin Laden
> tanpa memberi beliau terlebih dahulu pengadilan. Pada tahun 1998 pihak AS
> menyerang Afghanistan dengan missiles, dan pihak AS dengan bohongnya
> mengumumkan bahwa mereka mencoba hendak membunuh Osama bin Laden. Pada
> ketika itu Osama bin Laden tidak dikenali oleh orang-orang Afghanistan.
Saya
> sendiri tidak kenal padanya. Oleh karena itu kami semua terperanjat. Saya
> berada dirumah pada malam tersebut dan kami diberitahu bahwa AS telah
> menyerang Afghanistan. Dengan 75 cruisemissiles Amerika coba membunuh satu
> orang. Dan mereka gagal sasaran, dan yang dibunuh adalah 19 orang
anak-anak
> sekolah, dan Amerika tidak pernah meminta maaf atas pembunuhan tersebut.
>
> Isu Taliban Terkait dengan Osama Bin Laden
>
> Kami bersikap terbuka dalam isu Osama bin Laden. Kami telah menyatakan
jika
> Osama bin laden benar-benar terlibat dalam serangan atas kepentingan AS
di
> Kenya/Tanzania, jika bisa diberi kami buktinya bahwa Osama bin Laden
memang
> terlibat, kami pasti akan menghukum beliau. Tidak siapa pun yang dapat
> memberikan kami bukti tersebut. Kami membawa beliau ke pengadilan selama
45
> hari dan tidak tidak siapa pun yang memberti kami sebarang bukti
> apapun. AS memberitahu kami bahwa mereka tidak percaya sistem peradilan
> kami. Kami heran apa sistem peradilan yang mereka pakai. Bukankah mereka
> baru saja mencoba membunuh seseorang tanpa terlebih dahulu memberi orang
> itu pengadilan yang adil. Kami, di Afghanistan, jika seseorang itu
dianggap
> penjahat, pihak polisi kami tidak akan pergi memusnahkan rumah orang itu,
> beliau akan diseret terlebih dahulu ke pengadilan. Alibi kami yang pertama
> telah  ditolak. AS berkata mereka tidak percaya dengan sistem peradilan
> kami,  oleh itu kami harus serahkan Osama bin Laden. Kami mengharapkan ada
> suatu pasukan pemantau dari PBB di Afghanistan untuk menyelidiki aktivitas
> Osamabin Laden, supaya beliau tidak bisa lakukan apa-apa. Kami pun telah
> merampas segala alat komunikasi  epunyaannya. Alibi kami ini juga ditolak.
> Kemudian tindakan kami yang ketiga pada 6 bulan yang lalu adalah
> kami bersedia menerima jika Osama bin Laden dibawa ke pengadilan di negara
> Islam ketiga. Ini juga turut ditolak oleh AS.
>
> Afghanistan bukan negara terrorist. Membuat jarum pun kami tidak bisa,
> bagaimana mungkin kami bisa menjadi ancaman kepada dunia ini ? Sebenarnya
> negara yang membuat senjata nuklir yang bisa membunuh berjuta manusia yang
> patut dipanggil negara terrorist. Dan bukannya kami.
>
> Embargo Ekonomi
>
> Kini kami dikenakan embargo ekonomi yang menimbulkan banyak masalah. Kami
> telah menderita begitu lama - 23 tahun berperang, infrastruktur kami habis
> musnah, masalah pengungsi, dan masalah ranjau yang sengaja ditanam oleh
> Russia di ladang-ladang kami --- tetapi tiba-tiba PBB dengan hasutan
Russia
> mengenakan embargo ekonomi atas Afghanistan. Dan embargo ekonomi itu
> dijatuhkan. Beratus anak-anak mati setiap bulan karena kekurangan makanan
> dalam keadaan iklim yang dingin. Dunia tidak peduli.
> Tetapi dunia sangat peduli dengan patung-patung yang dimusnahkan. Dunia
> memulihkan  Patung-Patung, sementara anak-anak kami dibiarkan mati yang
> berarti masa depan kami juga akan mati, maka dunia tidak berhak terhadap
> warisan kami. Kami memusnahkan patung-patung Buddha tersebut sebagai
akibat
> dari langkah UNESCO dan sebuah NGO dari Scandinavia yang datang dengan
> proyek untuk memulihkan muka-muka patung-patung tersebut yang sudah
dikikis
> oleh hujan. Majlis Rakyat Afghanistan memohon agar uang untuk memulihkan
> patung-patung tersebut digunakan untuk menyelamatkan nyawa anak-anak
> Afghanistan. Tetapi UNESCO dan NGO tersebut menjawab, "Tidak
> bisa,  uang ini hanya untuk patung-patung. "Rakyat Afghanistan berasa
> terlalu marah karena pihak UNESCO dan NGO yang tersebut menganggap orang
> Afghanistan sebagai sampah. Dan orang Afghanistan pun berkata, kalau kamu
> tidak pedulikan anak- anak kami yang kelaparan itu, kami akan musnahkan
> patung-patung tersebut. Kalau anda berada dalam keadaan demikian apakah
yang
> akan anda lakukan ? Anak-anak anda akan mati di depan mata anda, anda
> dibawah embargo ekonomi, dan orang-orang yang memaksakan embargo ekonomi
> atas anda itu datang untuk memugar patung-patung. Apa yang akan anda
> lakukan?
>
>
> Kofi Annan
>
> Dan Kofi Annan, Sekjen PBB. Dia pergi ke Pakistan dan berjanji untuk
menemui
> wakil Afghanistan di sana.Tetapi orang bernama Kofi Annan ini tidak
langsung
> mau ambil peduli penderitaan anak-anak kami akibat embargo ekonomi PBB.
Kofi
> Annan juga tidak langsung mau bercerita tentang penderitaan 6 juta rakyat
> kami yang tinggal di perkemahan-perkemahan pengungsi. Kofi Annan enggan
sama
> sekali untuk membincangkan masalah kemiskinan di Afghanistan. Kofi Annan
> hanya mau membincangkan masalah patung-patung Buddha yang ingin dipugar
itu.
> Ini benar-benar tidak masuk diakal. Mereka ini tidak peduli dengan
> penderitaan anak-anak kami atau orang-orang Afghanistan. Kami yang hampir
> mati karena kelaparan dan tidak cukup obatan akibat embargo ekonomi
mereka.
> Yang mereka pentingkan adalah patung-patung. Maka kami memusnahkan
> patung-patung tersebut. Dan saya percaya embargo ekonomi yang dikenakan
atas
> negara kami, Afghanistan, tidak akan diubah selagi kami tidak mengubah
> keyakinan (agama Islam) kami, dan memang kami sekali-kali tidak akan
> berubah, karena bagi kami keyakinan (agama Islam) kami adalah segala-
> galanya. Siapapun yang coba memaksa kami mengubah keyakinan agama kami
> dengan embargo ekonomi tidak akan berhasil. Mungkin cara ini bisa berhasil
> di Amerika, sebab di Amerika ekonomi dan duit itu adalah segala-galanya.
> Tetapi bagi kami agama Islam kami adalah segala-galanya. Dan kami
berpegang
> teguh kepada kepercayaan bahwa lebih baik mati karena agama kami dari pada
> hidup yang sia-sia.."
>
> [Catatan : Sayyid Rahmatullah Hashemi memberi ceramah ini di
> LosAngeles 6
> bulan sebelum terjadinya serangan atas WTC-Pentagon]
>
> Terjemahan: Tarabulsi
> 16 Rajab 1422
> 4 Oktober 2001
>
>
> --------------------------
> Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 147
> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id
>
>
>


--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 149
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke