--- Begin Message ---

Tulisan Bung Eko Raharjo dan Bung Heri Herwanggono dua-duanya bagus dan mengena. 

Kalau saya boleh ungkapkan pemahaman saya maka;

1. Ada perasaan ketidak pedulian yang sangat akut (amat sangat parah) dalam masyarakat 
di negara ini. Bahkan,  sudah sangat membahayakan kelangsungan hidup kita berbangsa. 
Kita hidup sebagai segerom-bolan manusia yang tidak memiliki lem perekat sosial, yaitu 
tanpa tegaknya hukum maupun tanpa ikatan moral apa-apa di dalamnya. Hanya karena kita 
beruntung sajalah, maka hari ini kita masih selamat (masya Allah Tuhan rupanya sayang 
kepada bangsa ini).

2. Ketidak adilan hanya di perjuangkan oleh kaum yang lemah dan tertindas. Yang kuat, 
atau yang tidak di rugikan oleh ketidak adilan diam saja (tidak melakukan apa-apa). 
Mustahil keadilan bisa bangun kalau hanya di perjuangkan oleh para korbannya yang 
lemah. Padahal, kita-kita yang saat ini kita merasa kuat, sebetulnya hanya menunggu 
giliran berikutnya untuk di tindas dan di rampok.

3. Kekerasan dan sikap mencari penyelesaian secara sendiri-sendiri (terorisme) tumbuh 
dari kemiskinan, keputus asaan (hidup tanpa harapan) dan rasa frustasi karena tidak 
ada yang memberikan perhatian yang memadai. Kalau ini di tunggangi oleh orang-orang 
yang mau memanfaatkan agama demi tujuan pribadi, maupun menggunakan pemahaman agama 
dari sisi yang paling aggressive,  maka ini menjadi bencana bagi kita semua. Lebih 
dari itu, ketidak adilan yang di diamkan akan menjadi bahan peledak sosial yang sangat 
effektif. Tak peduli anda orang soleh atau bukan, semua akan menjadi korban bila 
meledak.

4. Bisa saja kita punya banyak orang yang baik dan mau berbuat sesuatu, tetapi 
prioritasnya kusut, sehingga daya dan upaya yang di pakai hanya diarahkan untuk 
hal-hal yang tidak produktif, ataupun bila berusaha kearah yang benar masih 
sendiri-sendiri, sporadis dan tidak difahami oleh orang lain. Memang heroik menolong 
orang miskin secara sendiri dan langsung terjun kelapangan, tetapi effektifitasnya 
rendah dan kalau terjadi apa-apa, tidak ada orang yang tahu apa yang kita perjuangkan 
(bagaimanapun juga ini sebuah kemulyaan yang harus saya hargai).

Saya mengajak anda-anda ini untuk berjuang dengan lebih rasional, tidak perlu 
membangga-banggakan diri atau mencari salahnya orang. Sebarkanlah ide-ide / 
gagasan-gagasan secara effektif sehingga orang merasa bahwa ini untuk kepentingannya 
juga mengatasi ketidak adilan dan rapuhnya nilai-nilai moral. Mobilisasi pendapat 
umum, dan arahkan kearah yang benar. Ketulusan seseorang dalam merubah dunia ini 
(tidak peduli siapa yang dapat nama) akan menjadikan daya upaya kita tidak terbatas. 
Tidak ada kekuatan apapun yang bisa menghentikan kita bila sebuah perjuangan di dukung 
oleh orang-orang yang ikhlas seperti ini.

Allah hanya berfihak kepada kaum yang mau menegakkan keadilan dan mau membiarkan akal 
sehatnya berfungsi dengan baik (lewat pendidikan dan dialog tentunya).

Nah disini saya tidak malu untuk di cap sombong, sok tahu, sok mengajar/menggurui, 
atau semua gelar yang menjijikkan yang lain diarahkan kepada saya (saya tidak 
berkeberatan), saya ajak anda mendengarkan acara saya di radio Classic Rock FM, M-97 
gelombang 97.000 - 97.05 MHZ. 

Saya berusaha untuk membahas agama untuk kemashlahatan bersama. Terus terang saya juga 
masih jauh dari kualitas manusia muslim yang ideal, tetapi kalau menunggu itu semua 
menjadi sempurna (yang mungkin tak akan pernah tercapai), maka mungkin saya sudah 
berkalang tanah, belum juga tujuan itu tercapai, oleh karena itu dengan seadanya, saya 
berusaha mengisi peran juru da'wah yang tidak mengajak kita bermimpi masuk syurga, 
atau takut kepada neraka, atau mengajak kita semua berusaha menyenangkan hati Tuhan, 
tetapi ayo kita manfaatkan ajaran agama untuk membangun masyarakat yang terdiri dari 
orang-orang yang beriman yang mau hidup bertanggung jawab. 

Lebih penting lagi, saya himbau anda-anda untuk bisa membuat acara yang serupa di 
radio-radio lain / televisi dengan semangat yang sama. Tidak perlu anda menjadi sosok 
yang ideal untuk masuk ke radio-radio maupun mesjid-mesjid, cukup bawa akal sehata dna 
mulailah segera ! Bangsa ini memerlukan anda. Anyway, kalau anda senang, maka ajak 
kawan-kawan mendengarkan acara itu, semoga semangat ini bisamenular.

Akhirnya, mumpung kita masih boleh bicara, maka berbicaralah terus agar kita tidak di 
cengkeram oleh "Tirani" lagi, hanya dengan begitu kita semua menjadi selamat dari 
penjajahan Tirani.

Salam



Mustafa H. Baabad


From:  Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]>
Date:  Thu Nov 15, 2001  11:03 pm
Subject:  

 

Nilai Kebenaran/Keburukan Adalah Universal dan Efeknya Global
*********************************************

Anda betul bahwa tidak bisa dibenarkan orang ribut soal Afganistan
namun tahi dipelupuk mata sendiri diabaikan. Orang hendaknya pula
mengurus perkara sendiri dengan lebih serius. Meskipun demikian
harap jangan lupa yang terjadi didalam negeri baik itu mengenai
perkara kemiskinan, ketidak adilan, korupsi, kekacauan ekonomi
dan politik adalah berhubungan erat dengan kejadian diluar negeri!

Senyatanya, sikap ketidak pedulian (ignorance) merupakan
penyakit mental masyarakat warisan  rezim Suharto yang terkenal
lekat dengan politik anti komunis barat dan penganut perekonomian
kapitalis ganas. Telah banyak saya singgung bahwa negara barat
terutama USA banyak turut campur dengan situasi dalam negeri
seperti Indonesia. Carilah jawaban kenapa setelah 50 tahun lebih
merdeka yang menumpuk justru adalah hutang negara! Pemerintah
barat meributkan cara hidup Taliban yang demi agama mengharuskan
kaum wanita untuk memakai hijab dan melarang segala macam
media entertainment radio, TV dsb, tetapi membiarkan saja rezim
korup Suharto yang policynya jelas-2 membikin sengsara rakyat
banyak. Sebab rezim Suharto amat kooperatif terhadap mereka.
Seandainya Taliban amat kooperatif terhadap USA apapun
perlakuan mereka terhadap kaum wanitanya mungkin tidak ada
yang menggubris.



Eko Raharjo
Calgary


Semua orang di Indonesia ribut soal afghanistan...
sibuk melakukan demo anti produk amerika
tapi kok gak ada yang peduli
anak yatim yang kekurangan dana buat sekolah
anak jalanan yang harus mengais uang buat makan
pedagang kaki lima diseputar DKI jakarta dan beberapa daerah lain yang
dikejar-kejar kamtib sementara copet, rampoknya didiemin
gak ada yang peduli order produksi indonesia ke Jepang,Eropa dan US yang
dibatalkan akibat keraguan akan keamanan Indonesia
gak ada yang peduli gelombang ancaman PHK akibat beberapa perusahaan US
didemo dengan cara yang keterlaluan
gak ada yang peduli dengan peternak ayam yang kesulitan menjual
ternaknya karena banyak franchise US  yang pelanggannya berkurang dan
takut makan direstoran tersebut akibat demo yang kebablasan
gak ada yang peduli dolar naik akibat aksi demo anti amerika yang
berlebihan
gak ada yang peduli dengan pengusaha angkutan umum yang hanya punya 1-2
armada dimana mereka tercekik dengan harga spare part yang menggila
akibat dolar naik sementara pemerintah menekan  ongkos angkutan umum
tanpa bantuan subsidi....
gak ada yang peduli dengan tekanan yang akan menimpa bangsa ini pada
tahun 2004 nanti saat obligasi banyak yang jatuh tempo...
gak ada yang peduli kenaikan harga BBM dan Listrik yang naik tiap tahun
melebihi kenaikan pendapatan rata-rata masyarakat....
gak ada yang peduli para petani yang hasil buminya dijual dengan harga
pas-pasan dan sering kali dijual dibawah harga produksi, sementara
pupuknya dibeli dengan harga mahal karena ada komponen
importnya(sehingga tergantung dollar) dan modal kerjanya harus dicicil
dengan bunga tinggi.
gak ada yang peduli dengan kesehatan masyarakat yang makin buruk
kualitasnya.... bayangkan seadainya seorang dengan pendapatan perbulan
<Rp 1000.000,- tetapi menderita gagal ginjal.. berapa biaya yang harus
dikeluarkan dia untuk cuci darah...?(bila dolar makin naik... biaya cuci
darah akan makin naik)
gak ada yang peduli dengan harga minyak dunia yang jatuh ke US$17/barel
sementara anggaran kita defisit
gak ada yang peduli kalo cadangan minyak bumi primer kita sudah hampir
hampir hambis... 7-10 tahun lagi produksi minyak kita akan jatuh....
gak ada yang perduli tanda-tanda kehancuran bangsa ini sudah semakin
jelas...
gak ada yang mau ngurusin bangsanya sendiri.....
semuanya sibuk ngurusin Afghanistan....
sementara disatu sisi, rakyat Afghanistan sendiri saling berebut
kekuasaan...



HERI HERWANGGONO wrote:

------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Universal Inkjet Refill Kit $29.95
Refill any ink cartridge for less!
Includes black and color ink.
http://us.click.yahoo.com/r9F0cB/MkNDAA/ySSFAA/vSwplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

http://members.1stnetusa.com/ogah/menu/

 

Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/ 



--- End Message ---
--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 207
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke