VIA DOLOROSA
*************

Ponsius Pilatus penguasa Roma di provinsi jajahan Yudea menjatuhkan
hukuman salib kepada Yesus. Hukuman salib merupakan hukuman
terkeras bagi para kriminal dan penentang penguasa Roma. Yesus bukanlah
kriminal ataupun penentang penjajah Roma ia adalah seorang Rabi Yahudi
yang mengajarkan kitab Torah tanpa mengkorup satu iotapun. Para
penguasa agama, imam-2 kepala dll yang tersaing popularitasnya
bersama-sama dengan pemerintah Roma melakukan konspirasi untuk
menyingkirkan Yesus. Terkisahlah Yesus putra Miriam memanggul
salib sepanjang "Via Dolorosa" (jalan kesengsaraan) menuju puncak
bukit Kalvari tempat dimana beliau disalibkan.

Sesuai tradisi monotheisme bangsa Semit, Yesus atau Isa melaksanakan
fungsi kenabiannya dengan penuh iman dan kepasrahan. Tiada pendidikan
formal seperti lulusan "universitas" Roma atau memiliki keahlihan
strategi
dan ilmu perang, tiada pengetahuan mengenai matematika, fisika maupun
perbintangan, tiada ahli mengenai filosofi, politik, sosiologi ataupun
sastra;
satu-satunya pengetahuan yang dimiliki adalah hukum Torah dan keimanan
serta kecintaannya kepada Allah melebihi dari segala sesuatu. Oleh
karena
itu bagi elite Yahudi sendiri, apa lagi penguasa Roma. Yesus tidak lebih
dari
gembel yang hanya layak diperolok dan disalibkan bersama-sama dua
kriminal picisan. Tidak berbeda adalah murid-muridnya mereka adalah
kaum tolol dan penakut. Namun memang demikianlah umumnya orang-2
yang mengikuti jalan Allah, bodoh, penakut, lemah dan serba kalah.

Telah ribuan tahun Semit-Yahudi mengikuti jalan Allah ribuan tahun pula
mereka memperoleh julukan bangsa budak. Belum begitu lama berselang
kaum Nazi yang Kristen - European bahkan memandang mereka perlu
untuk di extirpasi total. Bagi kaum beriman tidak merasa sulit memahami
bahwa kemenangan (duniawi) tidak identik dengan kebenaran. Rupanya
Allah mempergunakan alat ukur yang berbeda. Itulah sebabnya mengapa
bangsa Mongol yang kafir dan liar bisa begitu SUKSES menggulung semua
bangsa-2 yang beradab dan percaya mulai dari Cina, Islam dan Kristen
Eropa.
Tidaklah perlu heran pula mengapa Yesus seorang nabi yang sedemikian
mencinta Allah bisa GAGAL TOTAL dalam misinya, sampai sekarang
disalah mengerti oleh mereka yang mengaku sebagai pengikutnya.

Misi kenabian Yesus adalah mengajarkan kepasrahan kepada bangsanya
dalam memanggul salib lambang dari VIOLENCE dan POWER dari
penjajah Roma. Tidak ada sedikitpun niat dari beliau untuk mendirikan
sekte Kristen, sebab seperti yang ia katakan tidak ada satu iotapun dari

kitab Torah yang akan diubahnya. Adalah amat tragis bahwa kemudian
pengikut-2 beliau tidak hanya tidak menggubris ajarannya, melainkan
malah
menjelma menjadi Roman Emperium (sejak jaman Byzantium sampai
sekarang), sebagai pemanggul KEKUASAAN dan penyelenggara TEROR
dan KEKERASAN. Masa dark ages, kolonialisasi, dan perbudakan di
Amerika adalah merupakan fakta yang masih sangat relevan untuk dipakai
dalam memahami persoalan-persoalan dunia saat ini.

Tradisi kerohanian bangsa Semit juga tumbuh di kalangan bani Arab
yang mempunyai pertalian etnis, kultur dan geographis yang erat dengan
bani Yahudi. Sekali lagi bagi orang beriman semuanya merupakan kehendak
Allah semata mengapa misi kenabian Muhammad yang pada mulanya
terlihat gagal kemudian mengalami SUKSES besar berhasil mempertobatkan
masyarakat jahiliyah sebagai penyembah Allah Yang Esa, yakni Allah yang
sama seperti yang disembah Ibrahim, Musa, Yakub maupun Yesus. Gerakan
tsb diberi nama Islam yang berarti kepasrahan (kepada Allah). Masyarakat

Islam bersinar selama 700 tahun di planet ini sebelum digusur oleh
bangsa-2
Eropa yang pada waktu itu menjalankan politik imperialis-kapitalis.
Sejak
Ottoman jatuh masyarkat Islam sampai sekarang berganti menduduki posisi
underdog. Tidaklah terlalu salah bahwa umat Islam, seperti di Afganistan

ataupun Indonesia, dibanding dengan Amerika-Inggris merupakan kaum
tolol, korup, terbelakang, lemah yang serba kalah, persis sama dengan
situasi
provinsi jajahan Yudea dibanding dengan kebesaran Roman Emperium
dibawah Octavianus Agustus. Tidak ada chance untuk menang!
Via Dolorosa dan penyaliban seperti yang dijalani oleh kriminal-2
picisan
dan Yesus merupakan kepastian bagi mereka yang berani menentang
American Emperium atau mereka yang menjalankan perintah dari Allah
secara fundamental.

Kebesaran Islam diabad ke 7 sampai 14 yang paling utama bukanlah
terletak
dari unggulnya filsafat kebudayaan, hukum, ilmu pengetauhan dan
kemiliteran,
melainkan kepada PENGAKUAN bahwa agama Yahudi dan Nasrani adalah
agama-2 dari Allah yang sama. Bayangkan seandainya tidak demikian, bisa
jadi seluruh bangsa Yahudi atau Kristiani punah pada masa kejayaan
Islam.
Persamaan utama antara Muhamad dan Yesus (Isa) tidaklah teletak bahwa
mereka sama-2 keturunan Abraham melainkan bahwa mereka sama-2 menjadi
korban olok-olok yang amat dahsyat dan menghinakan. Setelah wafat Yesus
kemudian diangkat sebagai setara dengan Allah sendiri oleh para
pengikutnya
(menurut keyakinan saya merupakan pengolok-olokan yang paling dahsyat).
Demikian juga Muhammad setelah wafatnya masih terus dicerca oleh pihak-2

luar bahkan termasuk kalangan masyarakat terpelajar, berbudaya dan
beragama
Kristen seperti Dante, dll. Dua millinea masih tidak cukup bagi kalangan
Gereja
untuk menyadari dan mengakui berbagai kesalahan-2 yang dibuatnya. Namun
paling tidak pada Konsili Vatikan II muncul percikan pembaharuan
diantaranya
adalah mengakui ada jalan keselamatan DILUAR Gereja.

Pelecehan terhadap nabi Muhammad sekarang justru semakin gencar dan
terang-2an yang dapat dijumpai diberbagai mailing list; misalnya di
mailing
list Mimbar Bebas@, nabi Muhammad diceritakan bersetubuh dengan babi
betina.
Umat Islam hendaknya sadar bahwa mereka sedang mengikuti ajaran Allah
melalui para nabi, bukan sedang mengikuti ajaran imperialis-kapitalis
melalui
presiden George Bush. Bagaikan dalil bahwa nabi selalu menderita
pengolokan
dan penghinaan. Oleh karena itu bagi umat Islam yang mencintai Allah dan

menaruh hormat yang besar terhadap nabi utusanNYA tidak ada jalan yang
terbaik dalam menjalani bulan Ramadan ini dari pada bersama nabi
Muhammad
dan Isa untuk sedikit  turut menanggung olok-2, penghinaan,
keputus-asaan dan
kefrustasian dari para pembenci mereka tanpa perlu membalas dengan
kekerasan.

Via Dolorosa dan Penyaliban adalah kisah sengsara dan kematian Isa yang
sekarang tinggal slogan dan perkataan kosong sebab imperium Gereja masih

bercokol di Roma. Sejak Yesus wafat power dan violence masih merupakan
ciri dari pengikutnya. Sebaliknya umat Islam sekarang diingini atau
tidak telah
terjebak dalam Via Dolorosa dan Penyaliban. Semuanya tergantung dari
umat Islam sendiri. Umat islam punya kebebasan untuk menentukan jalan
mana yang dilaluinya. Sejarah mencatat bahwa pada tahun 70 an bangsa
Yahudi yang berontak terhadap kekuasaan Roma dilibas habis-habisan.
Semenjak itu dalam waktu yang lama umat Yahudi terlunta-lunta penuh
hina dan kesengsaraan. Umat Islam hendaknya mampu melihat dunia dalam
skala waktu yang tidak hanya terbatas dalam satu generasi saja melainkan

dalam kurun waktu yang lebih panjang. Seperti sejarah mengajarkan bahwa
kejayaan Farao, Romawi, Mongol akhirnya pudar demikian pula
kesewenang-2an
Amerika akan ada batasnya. Paling penting bagi umat islam sekarang
adalah
mempersiapkan sebaik-baiknya generasi-2 Islam masa depan, sebab jika
Allah
menghendaki suatu saat Islam bersinar kembali maka seyogyanya tidak
sampai terulang lagi masa-2 seperti kolonialisasi Kristen Eropa,
Penumpasan
bangsa-2 native Amerika dan perbudakan bangsa-2 Afrika.

Selamat menjalani ibadah puasa
Eko Raharjo
Calgary.


--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 216
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke