http://www.suaramerdeka.com/harian/0110/14/nas13.htmBesok Berusia 44 Tahun Undip Maksimalkan Kerja Sama dengan Industri KAMPUS TEMBALANG: Bangunan Gedung Widya Puraya di Kampus Tembalang. Bangunan megah itu memperlihatkan salah satu kemajuan Undip yang kini berusia 44 tahun. (Foto:Suara Merdeka/dok) UNDIP pada 15 Oktober genap berusia 44 tahun. Dalam menghadapi era otonomi perguruan tinggi dan globalisasi, Undip berupaya keras meningkatkan kinerja melalui kerja sama berkesinambungan dengan berbagai pihak terutama dunia industri.
"Kita seharusnya tanggap dengan komentar para akademisi dari luar negeri melalui media yang menyatakan, there are more and more research in Indonesia, but fewer and fewer findings and innovative products (banyak penelitian di Indonesis tetapi untuk mendapatkan inovasi produk lebih sedikit)," ungkap Rektor Prof Ir Eko Budihardjo MSc. Itu berarti para akademisi Indonesia dinilai sangat aktif dalam mengadakan penelitian, namun pasif mewujudkan pemikiran-pemikiran mereka ke dalam produk-produk inovatif. Dia berpendapat, salah satu faktor penyebabnya lantaran perguruan tinggi dan dunia kerja selama ini terlihat seperti dua kubu terpisah dan sibuk dengan urusan masing-masing. Industri dan perguruan tinggi kurang menyadari adanya potensi besar bila keduanya saling mendukung. "Kami kini berupaya memaksimalkan kerja sama dengan industri agar kelak para lulusan Undip siap kerja dan mampu menghasilkan produk inovatif berkat masukan-masukan dari pihak industri." Selain itu Prof Eko juga mengimbau, agar para pengusaha dan alumnus bisa menyisihkan sedikit keuntungan untuk ikut membantu mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan. Sebab perlu diakui, pendidikan sulit berkembang bila dana kurang memadai. Prestasi Dari tahun ke tahun Undip menunjukkan prestasi menonjol dan memperoleh pengakuan internasional. Majalah Asiaweek dalam artikel yang mengangkat tema Asia's Best Universities 2000 melaporkan, Undip menduduki peringkat ketiga universitas terbaik di Indonesia setelah UI dan UGM. Hasil akreditasi Badan Akreditasi Nasional (BAN), jumlah program studi yang memperoleh akreditasi A paling banyak diraih UGM, kemudian disusul Undip pada peringkat kedua, kemudian baru ITB dan UI. Dilihat dari tingkat keketatan atau selektivitas penerimaan mahasiswa baru pada UMPTN 2001 menunjukkan, kelompok IPS yang paling ketat adalah UGM, calon mahasiswa yang diterima 2,63% dari jumlah peminat. Undip menduduki posisi kedua dengan 3,17%. Undip juga memperoleh beberapa rekor dari Museum Rekor Indonesia (Muri). Prof Ir Eko Budihardjo MSc merupakan rektor di Indonesia, bahkan di dunia, yang dilantik oleh mahasiswa pada 1998. Dia juga memegang rekor sebagai guru besar arsitektur termuda di Indonesia dan penulis yang meluncurkan lima buku sekaligus yang diterbitkan penerbit-penerbit berbeda. Pengukuhan internasional diperoleh Undip, antara lain dengan peresmian joint program atau program double-degree antara Undip dan University of Queensland dalam bidang Ilmu Pengembangan Kota. Rektor yang sudah dikaruniai seorang cucu ini juga dengan bangga menyatakan, Undip merupakan salah satu PTN yang tetap kukuh berpegang pada aturan dan perundang-undangan. Seluruh program studinya memperoleh izin resmi dari pemerintah dan belum pernah sekali pun ditegur Dirjen Dikti dan Mendiknas. Program studi pascasarjana berkembang sangat pesat. Dalam waktu kurang dari satu dasawarsa, Undip yang semula hanya memiliki 3 program magister kini telah berkembang menjadi 18 program magister dan dua program doktor (Ilmu Hukum dan Ilmu Kedokteran). Dua program baru sedang diusulkan untuk bidang Teknik Sipil, Ekonomi, Perikanan, dan Kelautan. (Asep BS-10j) ===== Agus B Raharjo Jakarta Pusat -------------------------- Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2 to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 78 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
