Seperti anda, orangpun bebas menyampaikan pendapatnya.
Jika anda pro dengan tindakan AS menyerang Taliban,
Anda tidak perlu sewot melihat orang lain anti terhadapnya.
Ormas Islam fundamentalis ataupun mahasiswa UI, mereka
sama-sama punya hak asasi untuk mengekspresikan diri.

Semua orang berbela-sungkawa atas musibah TWC,
namun tidak berarti harus mendukung kebijakan politik AS.
Teror patut dikutuk namun perang bukanlah pemecahan.
Dua-duanya sama-sama tindakan kekerasan, sama-sama
memakan korban warga sipil yang tidak berdosa.

Perang AS dengan Taliban - Al-Qaeda adalah sekedar
cerminan konflik yang lebih pelik. Satu pihak mewakili
western civilization, lain pihak mewakili Islam radikal.
Salah satu faktornya adalah mengenai perkara Palestina.
Israel memperoleh dukungan total dari US, sementara
Al-Qaeda menuntut Palestina merdeka. Bagaimanakah
sikap pemerintah RI sekarang ini? Seingat saya kita pernah
punya BUNG yang namanya SUKARNO yang menentang
penjajahan dari Israel; yang berani menyatakan pendapat
sendiri tanpa takut terhadap tekanan AS maupun Inggris.

Pemerintah RI tidak berbeda dengan pemerintah Pakistan
sama-sama tergantung akan dollar. Adalah suatu ironi yang
menyedihkan disaat dunia memerlukan sumbangan pemikiran
yang murni dan independent, SUKARNO PUTRI pergi ke
Washington untuk bantuan ekonomi. Terang saja yang harus
ia siapkan adalah suatu demonstrasi untuk meyakinkan AS
bahwa pemerintah RI dengan segala ongkos akan menumpas
bangsa sendiri (radikal Islam di Aceh). Tidak saja jasad dari
SUKARNO telah mati, rupanya ide-ide beliau yang membela
BANGSA dan BUDAYA sendiri pun telah dibasmi.

Eko Raharjo
Calgary



Jika saya melihat demonstrasi yang di lakukan oleh FPI, hammas, dan
ormas-ormas
                 Islam fundamentalis yang notabene adalah penunggang
agama maka saya masih
                 merasa "oke-oke saja" karena  kebanyakan massa mereka
datang dari tingkat
                 pendidikan yang tidak tinggi.
                 Tapi lain halnya bila mahasiswa UI yang ikut-ikutan
demo, maka saya heran
                 karena ini mahasiswa perguruan tinggi top di  Indonesia
bisa baca  koran nggak
                 sih? atau memang mentalitasnya terbelakang? atau memang
kalau seseorang memeluk
                 agama Islam walaupun pintar akan kehilangan common
sense dan mengikuti
                 fanatisme iman membuta?
                 Itu perang sudah jelas-jelas antara Amerika melawan
rejim Taliban atau
                 teroris,atau Usama ben laden, mau lawan siapa saja
terserah deh tapi yang
                 jelas nggak ada sangkut pautnya dengan negara kita. Toh
negara-negara islam di
                 kiri kanan Afgan saja nggak mau bantu.
                 Bodohnya lagi itu muslimah-muslimah ikut demo
mendukung  taliban, apakah mereka
                 tidak tahu apa yang terjadi terhadap wanita di bawah
rejim taliban? apakah
                 mereka tidak tahu bahwa perempuan Afganistan berjuang
melawan  rejim taliban
                 untuk mendapatkan kembali kebebasannya?
                 Menurut saya lebih baik mahasiswa yang ikut demo  itu
di drop out saja, sebab
                 mereka kuliah bukannya tambah pintar malah tambah bego
dan cuma membuang-buang
                 uang negara. membedakan Islam dengan Taliban saja
mereka tidak mampu untuk apa
                 mahasiswa macam ini di kasih kuliah lagi mendingan
suruh pulang dan baca berita
                 dulu banyak-banyak di rumah masing-masing.
                 Kalau mereka ngotot merasa benar diri, ya sudah pergi
berjihad ke Afgan sana.
                 Makin banyak yang berangkat makin bagus kalo perlu MUI
keluarin fatwa berjihad
                 wajib hukumnya dan yang mau jihad di wajibkan bawa
gembel 2  atau 3 orang.
                 Orang-orang seperti ini hidup hanya untuk kekerasan dan
cuma bikin boros beras
                 saja.


--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 84
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke