Bung Mirza:
Jangan gampang mengatakan kita lah... bilang foto saya atau foto kamu...
konotasi kita adalah saya dan kamu.
Kalau demikian statement bung Mirza melibatkan orang lain... ini perlu
dikoreksi. sebab apa? sebab kalau foto saya diinjak-injak orang dengan sengaja
saya nggak marah kok....wong hanya foto kok.

Secara implisit tulisan saya dulu juga bisa dibaca sbb "sebenarnya kalau
masalah demonstrasi mestinya yang turun tangan ya aparat negara bukan kader
atau simpatisan atau malah preman". Kalau seperti ini kapan majune?

Kalau seandainya Megawati atau Hamzah Haz atau Akbar Tanjung atau Gus Dur atau
Amien Rais atau Ibnu Widiyanto pas pidato terus dilempari telur busuk piye?

Opo arep ngajak bubrah? Apa cukup diserahkan aparat negara?

Bagi saya politik itu ya bolo-bolonan. Nggak ada yang berorientasi
kesejahteraan rakyat. Kesejahteraan rakyat itu hanya residual dari
kesejahteraan bolone.

Nyaho. Sip.

IW

>===== Original Message From Mirza Indianto <[EMAIL PROTECTED]> =====
>Lha wong foto kita kalau di injak2 seseorang dengan sengaja kita pasti
>marah, apalagi foto Presiden dan Wapres. Makanya demo ya demo tapi ya harus
>ada sopan santunnya, kalau hal itu dibiarkan khan bisa jadi liar!!!!!.
>
>Mirza
>
>> -----Original Message-----
>> From:        Ibnu Widiyanto [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
>> Sent:        Wednesday, June 26, 2002 11:20 AM
>> To:  [EMAIL PROTECTED]
>> Subject:     [UNDIP] Jacob Nuwa Wea
>>
>> Hi all:
>>
>> Saya sangat menyesalkan ucapan bung Jacob Nuwa Wea, Menaker (?), yang akan
>>
>> buka baju dan mengejar demonstran ke rumah seandainya ada demonstran yang
>> menginjak-injak foto presiden dan wapres. Ngajak gelut kali ya? Atau mau
>> ngasih uang??
>>
>> Katanya dia dari PDIP, partainya demokrat, kok omongannya kayak gitu ya.
>>
>> Pemimpin politik di Indonesia dan simpatisannya rupanya belum kebal kritik
>> ya.
>> Bentuk kritik itu khan macam-macam. Ada yang beda pendapat. Ada yang
>> "ngenyek". Ada yang "sinis". Kalau hal-hal seperti itu dibuat masalah,
>> kapan
>> kita bisa menerima perbedaan.
>>
>> Mungkin televisi Indonesia perlu menayangkan program "This Hour Has 22
>> Minutes" atau "Royal Canadian Air Farce".
>>
>> Kapan kritik silogisme diperbolehkan di Indonesia kalau pemimpin
>> politiknya
>> "nggombal".
>>
>> Hanya sekedar prihatin.
>> Salam prihatin
>>
>> IW
>>
>>
>> --------------------------
>> Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
>> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 420
>> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id
>
>--------------------------
>Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 422
>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id


--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 423
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke