Istilahnya, pemerintahan Mega di blackmail oleh pemerintahan Bush karena tidak mau menjalankan program mereka. Secara logika kan sudah jelas. Kalau ada Al-Qaedah di Indonesia, dan mereka anggap Indonesia itu tempat persembunyian yang aman, mengapa pula mereka membikin kerusuhan (bom) ditempat persembunyiannya sendiri. Kan aneh. Seolah- olah seperti kelompok Taliban membikin kerusuhan bom di Afganistan, tempat mereka sendiri. It is sound ridiculous.
Sepertinya sejarah seperti tahun 1965an (G30S/PKI) akan terulang lagi nih di Indonesia. Modus akan serupa, target victim beda. Jadi siap- siap saja ... tiba-tiba muncul another Jenderal Soeharto part 2 ;-) salam ----- Original Message ----- Sent: Wednesday, October 16, 2002 4:00 PM Sehari Sebelum Bom Bali, AS Beri Warning Kepada Mega Reporter : Rita Uli Hutapea detikcom (16-10-2002) - Jakarta, Pemerintah Amerika Serikat berulang kali telah mengingatkan pemerintah Indonesia tentang plot sebuah kelompok yang terkait al Qaeda untuk melakukan serangan membunuh warga Amerika dan kalangan Western lainnya. Bahkan sehari sebelum bom meledak di Bali, AS kembali memberi warning kepada pemerintah Indonesia. Sebelumnya, warning itu telah disampaikan berulang kali kepada pemerintah RI beberapa pekan sebelum terjadinya tragedi bom Bali, Sabtu (12/10/2002) lalu. Demikian diungkapkan pejabat senior AS, seperti diberitakan salah satu harian terkemuka AS, The New York Times di halaman depan edisi Rabu (16/10/2002). Menurut pejabat yang tidak disebutkan namanya itu, warning terakhir disampaikan Duta Besar AS untuk Indonesia Ralph C. Boyce kepada Presiden Megawati dan pejabat-pejabat tinggi RI, hanya sehari sebelum insiden peledakan di Legian, Kuta. Saat itu, Boyce menyampaikan bahwa pemerintah AS memberikan deadline hingga tanggal 24 Oktober kepada Mega untuk mengambil tindakan. "Kami berkata pada mereka: "Atasi dan cegah ini. Tunjukkan bahwa Anda serius untuk menghilangkan ancaman terhadap kami," ujar pejabat tersebut seraya menolak menjelaskan secara detil tindakan apa yang diharapkan AS dari pemerintah Indonesia. Masih menurut pejabat itu, jika pemerintah RI tidak juga mengambil tindakan sampai Mega bertemu Presiden George W Bush di Meksiko nanti, maka AS akan mengirimkan sinyal publik bahwa Indonesia merupakan sarang teroris. Yakni, dengan memerintahkan semua diplomat AS, kecuali diplomat esensial meninggalkan Indonesia. Memang dalam warning-nya, AS tidak menyebutkan secara detil kapan dan dimana serangan itu kemungkinan akan terjadi. Namun pemerintah AS menanggapi hal ini dengan serius karena didukung penilaian badan intelijen AS atau CIA yang menginterogasi seorang operatif al Qaeda, Omar al-Faruq yang pernah tinggal di Bogor, Indonesia. Dari Faruq-lah berasal informasi mengenai rencana penyerangan untuk Indonesia. Sebelumnya, berdasarkan informasi dari Faruq jualah, pemerintah AS menutup Kedubesnya di Jakarta dan sejumlah negara lainnya menjelang peringatan setahun tragedi 11 September. (ita) Menarik juga perbincangan pagi tadi di Metro TV 06.30 (16/10/2002) oleh mantan Kabakin ZA Maulani Memang daya hancur (demolition) dari bom di Legian sangat luar biasa (200m) sebanding dengan daya ledak 4000 kg (4 ton) High explosive TNT. Dan menurut ZA Maulani juga jenis bom ini termasuk bom baru kategori micro-nuclear. Analisis lebih lanjut dari ZA Maulani senjata pemusnah masal ini hanya resmi dipunya 5 negara (Amrik, Perancis, Israel, Inggris dan Rusia). Sedangkan negara lain yang disinyalir memiliki adalah Cina. Dikutip juga dari pakar senjata yang mengidentifikasi jenis bom di Bali bahwa selain negara-negara big five tsb sulit kiranya bisa memiliki kecuali bisa mendapatkan akses bahan nuklir spt plutonium dan uranium. Dan akses ke bahan tsb sangat sulit bagi negara-negara dunia Islam termasuk Pakistan sekalipun yg punya senjata nuklir. Juga menurut Kabakin sekarang (AM Hendropriyono) skenario bom bali kecil kemungkinan dilakukan orang lokal. Setidaknya harus dilakukan orang dg skill khusus dan apalagi jenis bom yang ditemukan kategori mutakhir dan Indonesia belum mempunyainya dan bukan senjata konvensional pula. Tapi ZA Maulani secara eksplisit belum menyatakan keterlibatan pihak asing meski bahan buktinya ditengarai ke arah situ. Bisa dibayangkan dengan bom berukuran tabung dia 20 cm panjang 1.5 m ini bisa menghancurkan 45 rumah dan radius terdengar s/d 12 km dan efeknya spt bom nuklir menimbulkan cendawan awan panas spt jamur dan menerbangkan tanah & pecahan aspal ke udara sebanyak 4 juta ton kubik. Dahsyatnya lagi mobil yang diparkir bisa terpental ke udara setinggi 6m dan saking panasnya langsung terbakar hangus. Luar biasa dan betul-betul pemusnah massal. Coba bandingkan dengan bombardir serdadu Israel ke kompleks markas Arafat di Ramallah selama 10 hari dg canon 120 mm dari moncong tank itu baru meluluhlantakkan 47 rumah. Dan kekuatan setara dg 4 ton HE TNT itu seperti yang dijatuhkan di Hamburg th 45 itupun menurut ZA Maulani ukuran bomnya sebesar meja. Betapa compact & praktisnya jenis bom ini cuma seukuran abung kertas A0 dan bisa ditenteng lagi. Nah menariknya Amrik dengan pedenya langsung menuduh jaringan domestik AlQaeda sbg dalang perbuatan ini dan ini juga diamini pula oleh Menhan Matori. Jika memang benar demikian sedemikian hebatkah kekuatan militer & intelektual Al Qaeda sehingga bahan explosive hazard beserta teknologi canggih dan hanya dimiliki negara big five bisa jatuh ke tangan mereka? Saya kira suatu kesimpulan yg sulit diterima oleh akal dan terkesan mengada-ngada. Ataukah sebuah skenario licin dari the best intellegence service in the world (baca MOSSAD di balik ini ??). Ingat MOSSAD pun tak segan-segan membunuh seorang presiden pun sekalian demi kepentingan nasional mereka.(spt Kasus JFK yang masih misteri sampai sekarang???) Kita tunggu saja hasil investigasi tim POLRI. --- End forwarded message --- --------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:undip-unsubscribe@;pandawa.com - Seq. #185 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
