IS GEORGE BUSH A MORON? Eko Raharjo Idiot dan Imbicile mudah diketahui karena IQ nya yang sedemikian rendah (0-50). Namun tidaklah mudah untuk mengenali Moron. Ia bisa seperti orang biasa, berpakaian rapi, bercukur klimis, atau bahkan jadi presiden negara adidaya seperti USA. Oleh karena itu tidaklah mengkagetkan kalau juru bicara PM Canada Madame Francoise Ducros mengatakan George Bush sebagai MORON karena mau membawa agenda perang Irak dalam pertemuan NATO.
Lalu apa yang dijadikan patokan untuk menilai seorang adalah Moron? Tentu saja penalarannya. Kalau kita percaya bahwa anak pondok pesantren yang terbelakang bisa memakai karbit untuk membuat bom yang dahsyat tetapi tidak percaya bahwa anak-2 STM Petang Bersubsidi bisa membuat kapal selam nuklir dari rongsokan becak dan accu bekas maka kita adalah moron. Bakul tape dan bakul tempe mesti juga ditangkap karena kemungkinan membuat biological weapons, antrax, botulinus dst. Penjual minyak wangi, obat tumo dan obat tikus patut pula dicurigai karena mungkin memproduksi chemical weapons, mustards, serines dst. Bagaimana dengan logika George Bush. Tidak sulit untuk menilai bahwa Bush adalah seorang Moron. Ia menuduh Osama Bin Laden dan Sadam Hussein sebagai culpritnya ketika istrinya diissukan hamil. Apakah ini sungguh-2 atau joke? Sulit membedakan, karena sedemikian banyak pernyataan dan tindakan Bush adalah moronic. Tersangka teror 9-11 sebagaian besar adalah dari Saudi Arabia dan Mesir namun yang akan diperangi oleh Bush adalah Irak. Baru-baru ini departemen imigrasi Amerika mengeluarkan aturan ysng memaksa visitor dari 7 negara Arab untuk menyerahkan sidik jarinya, namun lagi-lagi Saudi Arabia memperoleh perkecualian. Logika Bush yang paling moron adalah menganggap orang lain tidak tahu bahwa motif perang Irak is nothing but OIL. George Bush dan Condolenza Rice sama-sama punya bisnis minyak. Menguasai minyak Irak (second biggest oil reserve after Saudi) berarti memiliki kontrol atas harga minyak. Tentu saja seorang moron tidak akan pernah perduli dengan nasib wanita, anak- anak dan rakyat sipil Irak lainnya terhadap hujan bom dari tentara Amerika kalau perang berlangsung. Segala kampanye perang teror sekarang ini adalah berdasar pada logika moron. Sebab teror selalu ada sebelum peristiwa 9-11, sekarang maupun di masa depan. Pemerintah Amerika malah berjabat tangan dengan Sadam Husein ketika teror melanda penduduk Iran dan Kurdi. Perang melawan terorisme adalah perangnya penguasa gedung putih dan bisnismen tamak Amerika untuk melanggengkan dominasi mereka. Hanya kaum moron yang berilusi bahwa dunia akan berubah kalau Osama, Sadam, Baasir, Amrozi, Ozzi Osbourne or whatever di musnahkan. Sebab bukan mereka yang menjadi akar dari terorisme dan radikalisme. Kemiskinan, ketidak adilan, diskriminasi, dominasi, dst merupakan akar dari terorisme dan radikalisme. Hal-hal tsb yang layak diperangi oleh seluruh umat manusia di dunia. Eko Raharjo Calgary --------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #256 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
