Boleh jadi Amerika Serikat sekarang ini sedang panik terhadap
gejala globalisasi supremasi ajaran Islam, khususnya di kalangan kaum
terdidik non Islam. Sedangkan mereka sadar benar, mustahil
mencengahnya,
sekalipun menggunakan senjata termoderen, mengingat prosesnya yang
berjalan secara alami, sebagai konsekwensi semakin kentalnya interaksi
informasi.
Amerika Serikat benar-benar menganggapnya sebagai ancaman serius.
Untuk menghindari kesan "paranoid", dicarilah alternatif yang
diasumsikan bisa mengendalikan atau menyetop globalisasi supremasi
ajaran Islam.
Contoh, bagaimana gencarnya globalisasi tersebut bisa kita lihat,
bagaimana para profesor di sana merasakan keorisinilan kandungan
Al-Qur'an. Entah berapa seringnya mereka memperoleh inspirasi untuk
kemudian ditindaklanjuti melalui "riset and develelopment".
Ny. Hillary Clinton dianggap mempunyai fenomena tersendiri
dilihat dari perspektif perkembangan Islam di Amerika Serikat.
Pada sambutan pergantian tahun, ia pernah melontarkan pernyataan
yang cukup mengejutkan dan penuh misteri, tetapi tidak menimbulkan
protes selain hanya mempertanyakan latar belakangnya sampai ia berkata
demikian.
Katanya, "Kita akan menyaksikan, agama yang mempunyai pondasi
ketuhanan yang kokoh, akan mengalami kejayaan di sini".
Wassalam,
Nasrullah Idris
---------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #287
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id