Seorang murid sekolah dasar mendapat pekerjaan rumah
dari gurunya untuk
menjelaskan arti "politik". Karena belum memahaminya,
ia kemudian bertanya
kepada ayahnya apa arti "politik" itu.

Ayahnya menginginkan si anak dapat berpikir secara
kreatif memberikan
penjelasan,
"Baiklah nak, ayah akan mencoba menjelaskan dengan
misal, ayahmu adalah orang
yang
bekerja untuk menghidupi keluarga, jadi kita sebut
ayah adalah Investor. Ibumu
adalah
pengatur keuangan, jadi kita menyebutnya Pemerintah.
Kami di sini memperhatikan
kebutuhan-kebutuhanmu, jadi kita menyebut engkau
Rakyat. Pembantu, kita
memasukkan
dia ke dalam Kelas Pekerja. Dan saudaramu yang masih
balita, kita menyebutnya
Masa
Depan. Sekarang, pikirkan hal itu dan kita lihat
apakah penjelasan ayah ini bisa
kau
pahami."

Si anak, kemudian pergi ke tempat tidur sambil
memikirkan apa yang dikatakan
ayahnya.
Pada tengah malam, anak itu terbangun karena mendengar
adik bayinya menangis. Ia
melihat bahwa adiknya mengompol.

Si anak lalu menuju kamar tidur orang tuanya dan
mendapatkan ibunya sedang tidur
nyenyak.
Karena tidak ingin membangunkannya, ia pergi ke kamar
pembantu. Pintu terkunci,
ia
mengintip melalui lubang kunci dan melihat ayahnya
berada di tempat tidur
bersama pembantunya.
Akhirnya ia menyerah dan kembali ke tempat tidur,
sambil berkata dalam hati
bahwa ia sudah
mengerti arti "politik".

Pagi harinya, sebelum berangkat ke sekolah, ia
mengerjakan tugas yang diberikan
oleh gurunya
dan menulis pada buku tugasnya sebagai berikut :
Politik adalah hal dimana para
Investor meniduri
Kelas Pekerja, Pemerintah tertidur lelap, Rakyat
dibaikan dan Masa Depan berada
dalam kondisi
yang menyedihkan.



Ressa Yanuardin Widiyatmoko
Traffic Management, Marketing and Sales Division
PT. Televisi Transformasi Indonesia
Jl. Kapt. P. Tendean Kav 12-14A 
Jakarta 12790 - Indonesia
Telp. (021) 79177000 ext. 5145
email : [EMAIL PROTECTED]


---------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #312
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke