----- Original Message ----- From: "Sjaeful Afandi" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, June 20, 2003 8:14 AM Subject: AIRMATA RASULULLAH SAW...
> > Insya Allah bermanfaat bagi kita semua .... Amin Ya Robal > > Alamin........ > > > > AIRMATA RASULULLAH SAW... > > > > Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan > > salam. > > "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya > > masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang > > membalikkan badan dan menutup pintu. > > > > Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka > > mata dan bertanya pada Fatimah,"Siapakah itu wahai anakku?" "Tak > > tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," > > tutur Fatimah lembut. > > > > Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang > > menggetarkan. > > Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak > > dikenang. > > "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah > > yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata > > Rasulullah, > > > > Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang > > menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama > > menyertainya. > > > > Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas > > langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. > > "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah > > dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para > > malaikat telah menanti ruhmu. > > > > Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi > > itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh > > kecemasan. > > > > "Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. > > "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, > > wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: > > 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada > > di dalamnya," kata Jibril. > > > > Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan > > ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah > > peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul > > maut ini." > > > > Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di > > sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. > > "Jijikkah kau > > melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada > > Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih > > Allah > > direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah > > mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, > > dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, > > jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai ding! in, kaki dan > > dadanya sudah tidak bergerak lagi. > > > > Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera > > mendekatkan telinganya. > > "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat > > dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis > > mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah > > menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya > > ke bibir Rasulullah yang > > mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, > > umatku" > > > > Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, > > mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa > > baarik wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. > > > > Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran > > untuk > > mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai > > kita. > > > > Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. > > Amin... > > > > Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang > > menyayangi mu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena > > tiada lagi yang mengasihmu diakhirat. > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Do you Yahoo!? > > SBC Yahoo! DSL - Now only $29.95 per month! > > -------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #710 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
