Kamis, 11 September 2003, 9:56 WIB 

Hati-Hati Jika Sering Berkemih di Malam Hari ..!
Jakarta, Kamis
*       Bertambahnya umur bagi sebagian pria, bisa berarti meningkatnya
risiko terkena pembesaran prostat. Kondisi ini umumnya ditandai dengan
gangguan buang air kecil. Padahal, jika ditangani sejak awal, masalah ini
tidak perlu berakhir di meja operasi. 
Hampir sepekan ini Amir (55 tahun) uring-uringan setiap malam. Pasalnya, ia
harus bolak-balik ke kamar kecil untuk berkemih. "Biasanya saya terbangun
sekali, tapi kadang dua kali. Tak jarang, saat kencing makan waktu cukup
lama karena rasanya tidak keluar-keluar. Baru saja kencing, tidak lama
kemudian terasa ingin kencing lagi. Apa saya terkena infeksi?" tanya
pensiunan pegawai negeri ini. Dia sempat berpikir, jangan-jangan itu gejala
diabetes mellitus (kencing manis). Apa yang dikeluhkan Amir merupakan
rangkaian gejala pembesaran prostat jinak (PPJ). Namun, untuk memastikannya
ia mesti menjalani tahapan pemeriksaan medis. 
Pembawa Sperma
Kelenjar prostat merupakan salah satu kelenjar kelamin yang penting bagi
pria. Kelenjar ini berperan dalam membuat senyawaan yang penting bagi
pembentukan cairan semen. Cairan ini berfungsi mengangkut sperma keluar dari
saluran urin (uretra) pada saat pria mengalami orgasme. Proses pengeluaran
cairan semen bersama sperma sewaktu orgasme itu disebut ejakulasi. 
Komposisi cairan semen terdiri dari berbagai senyawa yang bukan hanya
berasal dari prostat, tapi juga dari kelenjar kelamin lain yang dikenal
sebagai vesika seminalis. Sementara sperma dibuat di kelenjar testis.
Diperkirakan komposisi semen 60 persen berasal dari vesika seminalis dan
sekitar 20 persen berasal dari kelenjar prostat. 
Tanpa cairan semen, sperma tidak dapat keluar saat ejakulasi. Jadi jelaslah
bahwa kelenjar prostat berperan penting dalam sistem reproduksi pria. Karena
itu, jika terjadi gangguan fungsi atau organ prostat, kemungkinan akan
terjadi gangguan fungsi sebagai seorang pria. 
Manfaat cairan semen bukan hanya melancarkan keluarnya sperma. Komposisinya
yang terdiri dari bermacam senyawa dapat mengubah keasaman cairan vagina
yang terdapat pada leher rahim. Selanjutnya hal itu akan mempermudah
jalannya sperma mencapai sebelah dalam uterus dan berlanjut ke saluran telur
(tubae), tempat terjadi fertilisasi (pembuahan) atau bersatunya sperma dan
telur. 
Kelenjar prostat letaknya di depan rektum (bagian akhir usus besar atau
sebelum anus) dan mengelilingi bagian bawah kandung kemih atau tempat
penyimpanan urin (vesika urinaria). Memang saluran uretra pada pria jauh
lebih panjang daripada wanita. 
Terus Membesar 
*       Menurut DR. Dr. Akmal Taher, Sp.U, spesialis urologi dari FKUI/RSCM
pertumbuhan kelenjar prostat umumnya sesuai dengan usia pria yang
bersangkutan. 
Dengan bertambahnya usia seorang pria, kelenjar ini pun akan bertumbuh
menjadi lebih besar. Pertumbuhan fase pertama terjadi pada awal pubertas
(masa akil balik), saat prostat bertambah besar dua kali lipat. 
"Pada usia pria sekitar 25 tahun kelenjar akan bertumbuh lagi. Pada
pertumbuhan fase kedua inilah, setelah beberapa tahun kemudian pada beberapa
pria sering timbul keadaan yang dikenal sebagai benign prostatic hyperplasia
(BPH). Pada kasus hiperplasia jinak ini prostat memang membesar, tapi bukan
kanker. Ada juga pendapat yang menyatakan bahwa ukuran kelenjar prostat ini
sejak lahir bertambah terus sampai usia sekitar 45 tahun, dan setelah itu
besarnya relatif konstan atau menetap," papar ahli urologi yang banyak
melakukan riset ini. 
Diperkirakan lebih dari 50 persen pria pada usia 60-an tahun dan sekitar 90
persen pria berusia 70-an dan 80-an tahun mengalami beberapa gejala BPH,
misalnya gangguan buang air kecil. Dengan bertambahnya usia, ukuran kelenjar
dapat bertambah karena terjadinya hiperplasia jaringan fibromuskuler dan
struktur epitel kelenjar (jaringan dalam kelenjar prostat). 
Meski jaringan ini dapat terus membesar selama masa kehidupan seorang pria,
umumnya mereka tidak mengalami keluhan, sampai pada usia tertentu (usia
lanjut) akan timbul keluhan waktu berkemih (buang air kecil). Keluhan itu
juga dapat timbul pada usia yang lebih muda, meski belum tentu gejala BPH.
Tak Bisa Kencing 
*       Prostat menjadi masalah kesehatan yang paling sering dijumpai pada
pria lanjut usia dan hingga kini belum bisa diketahui penyebab pastinya. 
Dokter Akmal menilai ada dua faktor penting untuk terjadinya PPJ, yaitu
adanya dihidrotestosteron (DHT) dan proses penuaan. 
Pada pasien dengan kelainan kongenital berupa defisiensi 5-a reduktase,
yaitu enzim yang mengonversi testosteron menjadi DHT, kadar serum DHT-nya
rendah, sehingga prostat tidak membesar. Pada proses penuaan, kadar
testosteron serum menurun disertai meningkatnya konversi testosteron menjadi
estrogen pada jaringan periperal. 
"Untuk itu sebaiknya mereka yang berusia di atas 40 tahun sering melakukan
medical check up termasuk untuk mengurangi terjadinya pembesaran prostat
jinak yang mungkin berkembang menjadi kanker prostat jika terlambat
terdeteksi dan diobati,'' ungkapnya. 
Menjaga kesehatan dan memonitor perubahan kondisi fisik di usia tua,
menurutnya, juga menjadi cara paling efektif untuk mengurangi risiko
pembesaran prostat. Pasalnya, di ruang praktik, ia temui hampir separuh
pasien datang terlambat, banyak yang sudah tidak bisa kencing sama sekali
atau mengalami komplikasi parah. 
"Kebanyakan mereka mengaku baru mengetahui setelah ada keluhan. Pengetahuan
tentang prostat dan kesehatan umumnya memang sangat minim ditambah
keterbatasan ekonomi. Sebaliknya, mereka yang memiliki informasi cukup dan
siap secara materi cenderung datang lebih awal," tambahnya. 
Sejauh ini, menurut Dr. Akmal, cara terbaik untuk mencegah gangguan prostat
di usia tua adalah menjalankan pola hidup sehat. Artinya, menjaga konsumsi
makan terutama membatasi makanan berkolesterol tinggi seperti daging merah.
Aktivitas fisik seperti sering duduk atau olahraga menurutnya tidak
berpengaruh. 
Untuk pengobatan PPJ tentu harus didahului pemeriksaan medis. Dokter Akmal
menilai adanya kecenderungan di masyarakat yang dengan mudah mengonsumsi
berbagai obat atau suplemen pencegah gangguan prostat. Padahal, konsumen
tidak tahu secara pasti apakah dirinya betul-betul menderita gangguan
prostat. 
"Jangan mudah memutuskan untuk memakai obat. Kalaupun keluhannya sudah
jelas, tetap harus pergi ke dokter untuk memastikannya, apakah hanya
pembesaran prostat jinak, tumor ganas atau kanker prostat," tuturnya. 
Rangkaian pemeriksaan prostat adalah colok dubur (Digital Rectal
Examination) untuk mengetahui ada tidaknya pembesaran. Lalu Trans Rectal
Ultrasonography) (TRUS) atau pemeriksaan dengan gelombang ultrasonik melalui
rektum, dan Prostat Spesific Antigen (PSA) untuk menentukan kemungkinan
keganasannya. 
"Jika masih jinak, obat-obatan merupakan pilihan. Tapi, jika sudah ada
keluhan parah seperti tidak bisa kencing sama sekali atau terjadi
komplikasi, pilihannya adalah operasi," ujarnya. @ Lalang Ken Handita 
Sering Berkemih di Malam Hari! 
*       Beberapa hal berikut bisa dipakai untuk mengenali apakah Anda
berisiko terkena gangguan prostat. 
Gejala ini juga merupakan landasan penilaian Madsen-Iversen (biasa digunakan
di rumah sakit). 
Enam pernyataan untuk menilai derajat obstruksi dan tiga pernyataan untuk
gejala iritatif. Jika Anda sering mengalami beberapa gejala berikut,
kemungkinan besar telah mengalami gangguan prostat. 
Gejala iritatif (bersifat mengganggu): 
*       Sering berkemih (frequency) atau buang air kecil di malam hari lebih
dari satu kali (nocturia). 
*       Tergesa-gesa untuk buang air kecil (urgency). 
*       Sulit menahan buang air kecil (urge incontinence). 
Gejala obstruksi (telah terjadi penyumbatan): 
*       Pancaran air seni melemah. 
*       Setelah buang air kecil belum terasa kosong (Incomplete emptying). 
*       Menunggu lama pada permulaan buang air kecil (hesitancy). 
*       Harus mengedan saat buang air kecil (straining). 
*       Buang air kecil terputus-putus (intermittency). 
*       Waktu berkemih memanjang yang akhirnya menjadi retensi (penyimpanan)
urin. @ kompas2003


--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #994
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke