Pada Zamannya Khalifah Umar bin Abdul Azis ada fenomena menarik yang real terjadi dari sistem ekonomi islam,
dan mungkin akan menjadi bahan renungan buat kita semua.
 
Yaitu sewaktu Islam Jaya, di masa pemerintahan Umar bin Absul Azis yang wilayahnya meliputi eropa, afrika dan asia.
 
Waktu itu para pengurus Badan Amil Zakat negara menghadap ke Khalifah, bahwa Baitul mall negara sudah Menumpuk (baitul mall  dari zakat, infak dan sodaqoh, karena tidak ada pajak, dimana sumber pendapatan negara ari zakat infak dan sodaqoh), maka disuruhlah para pegawai baitul mall untuk membagikan hasil zakat ke pada yang berhak,kemudian beberapa hari lagi para petugas ini balik lagi kepada khalifah dan mengatakan Bahwa "para penduduk tidk mau menerima zakat, karena semua penduduk tidak merasa sebagai penerima tetapi sebagai pemberi".
 
Kemudian diambillah keputusan untuk memakai Uang Baitul mall itu untuk membuatkan rumah rakyatnya yang masih belum punya rumah(kontrak, ikut orang tua, dsb).
 
Beberapa tahun kemudian baitul mall menumpuk lagi, dan kejadian pun sama, ssehingga dibuat keputusan untuk membelikan rakyatnya Kendaraan bagi yang belum punya kendaraan(pada waktu itu kuda dan onta)
 
Kemudian terjadi yang ketiga, dimana kepetusannya adalah "Mendata semua lajang yang sudah siap nikah dan belum nikah dan dinikahkan  secara masal", kayaknya lucu tapi ini terjadi.
 
Dan untuk yang keempat kalinya, adalah memberikan "Bantuan Lunak Bagi penduduk Kafir yang ada di naungan negara Islam" (tanpa bunga) 
 
waallahu alam bis assowab
 
 
 
 
 
 

Kirim email ke