Saya setuju dengan usul perdebatan agama dilanjutkan via japri aja. Atau
kalo mau cari kebenaran sejati(kebenaran Tuhan yang sebenar2nya Tuhan),
tanyakan saja ke ahlinya dan yg terpenting HARUS DILANDASI DENGAN NIAT TULUS
DAN HATI YANG BERSIH, BUKAN UNTUK MENCERCA ATAU MENCACI.

Kalo buat saya siih , agama yang diakui Tuhan itu hanya satu.  Tuhan selalu
dan selalu memberi petunjuk kepada makhluknya agama mana yang benar untuk
menuju Tuhannya (karena Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang). Untuk mencari
agama mana yg benar manusia telah diberikan akal dan nurani. Dengan akal
manusia dapat memilih agama yang benar berdasarkan logika, dengan nurani
manusia dapat selalu punya perasaan rindu dan cinta kepada Tuhannnya
sehingga selalu punya keinginan untuk dapat bertemu dan berkomunikasi dengan
Tuhannya( nuranilah(baca naluri) yg memberitahu kepada manusia bahwa ada
Sang Pencipta manusia). Akibat dari mencari Tuhanlah maka terbentuk
penyembahan  terhadap patung, pohon, dewa, matahari dll. Sekali lagi, Tuhan
selalu dan selalu memberi petunjuk kepada makhluknya jalan mana yang benar
untuk menuju Tuhannya (karena Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang) Dengan
menemukan jalan Tuhan yang benar sebenar2nya(kebenaran sejati) maka
kerinduan akan Tuhannya terpuaskan sudah. ( ingat kisah Nabi Muhammad
mencari Tuhan di Gua Hira, Nabi Musa di bukit Zaitun(?) dan Nabi2 lainnya )
Kenapa para Nabi punya kerinduan akan Tuhannya? karena para Nabi itu tetap
manusia yang punya nurani .  Kenapa para Nabi tidak mengikuti saja ajaran
nenek moyangnya? karena para Nabi sudah ditentukan  oleh Tuhan utuk menjadi
pembimbing bagi manusia . Dengan penentuan ini, maka para Nabi memiliki
naluri hati yg bersih dan terjaga sehingga mereka mampu membedakan mana
Tuhan yg sebenarnya. Walaupun para Nabi dilahirkan ditengah masyarakat yang
sekafir dan sebiadab apapun naluri para Nabi tetap bisa membimbing bahwa
tuhan yg disembah oleh masyarakat dan nenek moyangnya adalah salah. Setelah
mengetahui dan menyadari bahwa tuhan yg disembah oleh nenek moyang dan
masyarakatnya adalah  salah, lalu para Nabi pun melakukan pencarian Tuhan.
Nabi Musa mencari Tuhan di Bukit Zaitun(?), Nabi Muhammmad di Gua Hira,
demikian pula Nabi2 lainnya. Nabi saja mencari Tuhan apalagi kita manusia.
Lalu bagaimana cara mencari Tuhan? Cara mencari Tuhan adalah melalui
perenungan yang dalam. Merenung adalah suatu kegiatan memikirkan secara
mendalam menggunakan data2 yg ada. Data2 yg dimaksud adalah alam sekitar
kita. Jadi kita harus melihat alam sekitar kita dengan menggunakan pikiran.
Melihat dengan menggunakan pikiran kita (lihat dan pikirkan) inilah yg
disebut membaca.  Membaca alam untuk mencari Tuhan inilah intisari dari
"BACALAH DENGAN NAMA TUHANMU".
Dengan perenungan kita akan dibawa ke berbagai pertanyaan:
- Siapakah saya --> Manusia
- Apakah manusia itu --> Manusia adalah makhluk
- Apakah makhluk itu --> Sesuatu yg diciptakan Tuhan
- Apakah Tuhan itu --> Tuhan adalah yang menciptakan makhluk dan keseluruhan
alam semesta
- Berapakah Tuhan itu --> Karena alam semesta ini merupakan satu kesatuan
tunggal maka Tuhan itu
                          tunggal. Tidak mungkin matahari diciptakan oleh
satu tuhan, bumi oleh
                          satu tuhan lagi,manusia oleh satu tuhan lagi,
hujan oleh satu tuhan
                          lagi dst.
- Bagaimana Tuhan itu --> Tuhan tidak mungkin berbentuk seperti ciptaanNya
maka Tuhan tidak
                          berbentuk makhluk

Setelah melalui perenungan tsb kita memperoleh kesimpulan: Tuhan adalah
pencipta, Tuhan itu tunggal, Tuhan tidak menyerupai makhluk . Lalu bagaimana
jalan menuju (menemukan) Tuhan??? Apakah Tuhan telah memberi petunjuk untuk
mencapaiNya??? Di sini kita menemukan satu pertanyaan lagi, "Apakah Tuhan
telah memberi petunjuk?". Pertanyaan ini bisa kita jawab, " Tuhan itu
menciptakan kita, pasti Tuhan menyayangi kita. Berarti Tuhan pasti memberi
petunjuk kepada kita. Lalu petunjuk yang mana yang disediakan dan disetujui
Tuhan?". Sebelum kita mencari tahu petunjuk yang mana yg disediakan dan
disetujui Tuhan, kita harus menemukan jawaban pertanyaan "Apakah yang
dimaksud dari petunjuk itu sendiri( petunjuk untuk menemukan Tuhan)".
Petunjuk yg dimaksud adalah "Agama". Agamalah jalan menuju Tuhan. Lalu agama
mana yang disetujui Tuhan untuk mencapaiNya? disinilah tugas kita untuk
mencari petunjuk(agama) mana yang disetujui Tuhan untuk mencapainya. Inilah
yang harus kita cari .
Lalu bagaimana cara mencari petunjuk (Agama) yg benar?. Kita bisa menemukan
berdasarkan kesimpulan perenungan kita menggunakan logika yg benar dan
nurani yg bersih: Tuhan itu pencipta(bukan patung,krn patung ciptaan
manusia; bukan manusia, karena manusia itu diciptakan); Tuhan itu tunggal
(tidak dua, tiga, dst); Tuhan tidak menyerupai makhluk(Jadi tidak ada ciri2
makhluk pada Tuhan spt: menangis, berdarah, dilahirkan, mati, melahirkan
dll). Berdasarkan inilah kita bisa menemukan petunjuk (agama) yg benar.
Lalu..agama apakah yang memenuhi syarat sesuai hasil kesimpulan perenungan
kita? Silahkan cari sendiri, inilah tugas manusia(sekarang) untuk menemukan
agama mana yg sesuai dgn syarat kesimpulan tsb.
Lalu  Apakah Tuhan berkepentingan bila manusia mendapatkan jalan yg benar,
maksudnya apakah Tuhan diuntungkan apabila manusia menemukan jalan yg benar?
Jawabannya adalah TIDAK!!! TIDAK SAMA SEKALI!!!
Tuhan tidak berkepentingan dengan amal manusia , Tuhan tidak berkepentingan
dengan ibadah manusia, Tuhan tidak berkepentingan dengan tingkah laku
manusia. Manusia beramal baik atau buruk tidak merugikan Tuhan, manusia
beribadah atau tidakpun tidak akan mengurangi kekuasaan dan kebesaran Tuhan,
manusia bertingkah laku apapun tidak akan mempengaruhi keagungan Tuhan. Lalu
untuk apa???untuk apa kita susah payah mencari jalan yg benar? Jawabannya
adalah UNTUK KEPENTINGAN KITA SENDIRI(MANUSIA). Dengan menemukan jalan yg
benar maka kita tidak masuk neraka. Dengan amal yang baik maka ybs terhindar
dari balasan siksa di hari pembalasan, tetapi malah memperoleh balasan
keuntungan(pahala). Dengan beribadah kepada Tuhan yg benar dgn cara yg benar
maka kita manusia terhindar dari sanksi di hari perhitungan kelak. Dengan
tingkah laku yg benar maka kita manusia akan hidup tentram damai dan
sejahtera. Semua itu untuk kepentingan manusia sendiri. Keuntungan dan
manfaatnya akan dirasakan oleh manusia sendiri. Tidak ada manfaatnya untuk
Tuhan. Sesedikit apapun jumlah manusia yang menyembah Tuhan tidak akan
mengurangi kekuasaan dan kebesaran Tuhan. Karena Maha Pengasih dan Maha
Penyayang lah maka Tuhan menurunkasn petunjuk buat manusia.
Lalu ..untuk apa manusia saling menghujat? Untuk apa kita menyalahkan orang
lain? Kalo ada orang masih menempuh jalan yg salah walaupun sudah diingatkan
jalan yg benar, ya kita biarkan saja.. toh DIA SENDIRI YG AKAN MENANGGUNG
RESIKONYA, KITA TIDAK AKAN MENANGGUNG RESIKO ATAU DOSA ORANG LAIN. Dalam
beragama kita harus menerapkan prinsip "Loe-Loe..Gua-Gua" alias " UNTUKMU
AGAMAMU, UNTUKKU AGAMAKU ".  Gampangkan?? Dengan cara ini toleransi beragama
dan saling menghargai bisa kita wujudkan.
Terakhir dari saya  kita sama2 renungkan yang berikut ini:
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,[1].
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,[2]. Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang,[3]. Yang menguasai hari pembalasan,[4]. Hanya Engkaulah yang kami
sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan, [5]. Tunjukilah
kami jalan yang lurus,[6]. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau
anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan
bukan (pula jalan) mereka yang sesat[7]."

Demikian yang ada di pikiran(renungan) saya. Mohon ma'af yg sebesar2nya kalo
ada yg salah atau ada rekan yg kurang berkenan.
Mohon ma'af dan Maturnuwuuun.....

Best Regards

Herias
IT Dept
PT Uni Enlarge Industry Indonesia
Cakung, Jakarta
[EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]; 081310878628



-----Original Message-----
From: firman tri ajie [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, March 10, 2004 8:45 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [UNDIP] orang Islam tidak bisa menunjukkan bukti kapan nabi
Muhammad saw (di)sunat (?)


Saya selalu melakukannya....lho katanya nanya ...tapi ko ngga mau
dijawab...piye jal...hehehe

-----Original Message-----
From: samuel [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, March 09, 2004 2:34 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [UNDIP] orang Islam tidak bisa menunjukkan bukti kapan nabi
Muhammad saw (di)sunat (?)

silakan Bapak kemari lihat dengan mata kepala sendiri
semoga anda puas

dan renungkan pertanyaan saya:
apakah anda mencukur rambut ketiak dan rambut kemaluan anda seperti
sunnah
nabi yang dicatat Hadits ?

saya tak butuh jawaban anda !!!
renungkan saja
:-)



----- Original Message -----
From: "firman tri ajie" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Tuesday, March 09, 2004 1:26 PM
Subject: RE: [UNDIP] orang Islam tidak bisa menunjukkan bukti kapan nabi
Muhammad saw (di)sunat (?)


> Apakah anda disunat? Sori...just asking...
>
> -----Original Message-----
> From: samuel [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Tuesday, March 09, 2004 9:45 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [UNDIP] orang Islam tidak bisa menunjukkan bukti kapan
nabi
> Muhammad saw (di)sunat (?)
>
> Selamat Pagi Pak Tri
>
> You ask (1):
> "Mohon dijelaskan sumbernya yang menyatakan bahwa Yesus anda TIDAK
> disunat?"
> ============
>
>                       Kejadian 17:9
>                            Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari
> pihakmu,
> engkau harus memegang
>                            perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu
> turun-temurun.
>                       17:10
>                            Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu
pegang,
> perjanjian antara Aku dan
>                            kamu serta keturunanmu, yaitu setiap
> laki-laki di
> antara kamu harus
>                            disunat;
>                       17:11
>                            haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah
> akan
> menjadi tanda perjanjian
>                            antara Aku dan kamu.
>                       17:12
>                            Anak yang berumur delapan hari haruslah
> disunat,
> yakni setiap laki-laki di
>                            antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir
> di
> rumahmu, maupun yang
>                            dibeli dengan uang dari salah seorang
asing,
> tetapi tidak termasuk
>                            keturunanmu.
>
> YESUS DISUNAT UMUR 8 HARI
>
>                         Matius 2:21
>                           Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus
> disunatkan, Ia diberi nama
>                           Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat
> sebelum Ia dikandung
>                           ibu-Nya.
>
>
> You ask (2)
> atau lebih jauh lagi "Apakah Kristen melarang umatnya untuk di-sunat?"
> ============
>
>                        Kisah para Rasul 15:5
>                            Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi,
> yang
> telah menjadi percaya,
>                            datang dan berkata: "Orang-orang bukan
Yahudi
> harus disunat dan
>                            diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."
>                        15:6
>                            Maka bersidanglah rasul-rasul dan
> penatua-penatua
> untuk membicarakan
>                            soal itu.
>                        15:7
>                            Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung
> pertukaran pikiran
>                            mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan
> berkata
> kepada mereka: "Hai
>                            saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah
sejak
> semula Allah memilih aku
>                            dari antara kamu, supaya dengan perantaraan
> mulutku bangsa-bangsa lain
>                            mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
>                        15:8
>                            Dan Allah, yang mengenal hati manusia,
telah
> menyatakan kehendak-Nya
>                            untuk menerima mereka, sebab Ia
mengaruniakan
> Roh
> Kudus juga kepada
>                            mereka sama seperti kepada kita,
>                        15:9
>                            dan Ia sama sekali tidak mengadakan
perbedaan
> antara kita dengan
>                            mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka
> oleh
> iman.
>                       15:10
>                            Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai
> Allah
> dengan meletakkan
>                            pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk,
yang
> tidak dapat dipikul, baik
>                            oleh nenek moyang kita maupun oleh kita
> sendiri?
>                       15:11
>                            Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih
> karunia Tuhan Yesus Kristus
>                            kita akan beroleh keselamatan sama seperti
> mereka
> juga."
>
> semoga anda tidak puas
> salam.
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Triyono" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Tuesday, March 09, 2004 10:59 AM
> Subject: RE: [UNDIP] Apakah nabi Muhammad saw (di)sunat ?
>
>
> > Bapak, Ibu dan sahabat-2 semua,
> > Saya selalu senang dengan informasi yang baru.
> > Seperti yang disampaikan oleh Mas Ibnu ini.
> > Baru tau saya ...
> > Seperti biasa kalau ada jawaban, selalu timbul pertanyaan baru ..
> > Saya jadi tergelitik untuk bertanya kepada karib saya Pak Samuel
yang
> > selalu provokatif ... "Mohon dijelaskan sumbernya yang menyatakan
> bahwa
> > Yesus anda TIDAK disunat?" atau lebih jauh lagi "Apakah Kristen
> melarang
> > umatnya untuk di-sunat?"
> > Terima kasih sebelumnya atas penjelasan Pak Samuel.
> > Saya yakin kali ini pertanyaan saya pasti akan dijawab, tidak
seperti
> > pertanyaan mengenai "Apakah Yesus anda dikubur menggunakan peti
mati?"
> > yang belum dijawab.
> >
> > -----Original Message-----
> > From: Ibnu Widiyanto [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > Sent: Wednesday, March 03, 2004 10:39 PM
> > To: firman tri ajie; [EMAIL PROTECTED]
> > Subject: RE: [UNDIP] Apakah nabi Muhammad saw (di)sunat ?
> >
> > Nimbrung ya.
> >
> > Setahu saya ritual sunat itu ada sejak jamannya nabi Ibrahim as
> > (Abraham).
> > Pada jaman itu sunat merupakan simbol ikatan antara Tuhan dan
manusia.
> > Ritual
> > sunat ini diteruskan sampai jaman nabi Muhammad. (Kecuali jamannya
> nabi
> > Musa
> > as yang menghentikan ritual ini karena kekhawatiran praktek
> penyembahan
> > berhala semakin menjadi jadi. Namun ritual sunat ini kemudian
> diteruskan
> > oleh
> > penerus Musa.)
> >
> > Ritual sunat ini menjadi stigma khusus ajaran nabi Ibrahim as. Ciri
> > khusus
> > lainnya adalah Ka'bah. Walau jaman berganti, ajaran Ibrahim ini
tetap
> > saja
> > dijalankan oleh generasi penerus (keturunan) Ibrahim yang biasanya
di
> > berlokasi di daerah Timur Tengah. Satu keturunan Ibrahim tinggal di
> > daerah
> > yang kemudian dikenal dengan nama Palestina (d/h Kanaan). Keturunan
> > lainnya
> > tinggal di jazirah yang sekarang lebih dikenal dengan nama Saudi
> Arabia,
> >
> > Yordania dls yang kemudian melahirkan keturunan Arab misalnya suku
> > bangsa
> > Quraisy. Kelak suku bangsa Quraisy merupakan kaum yang membesarkan
> > Muhammad.
> > Di kalangan bangsa Quraisy, ritual sunat ini menjadi kebanggaan
> keluarga
> > yang
> > menunjukkan hegemoni laki-laki dalam kehidupan berbangsa. Berangkat
> dari
> > tesa
> > tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa Muhamad sebagai salah satu
kaum
> > Quraisy,
> > jelas disunat. Untuk ini banyak cerita yang mendukung bukti ini
(cuman
> > silahkan dicari sendiri ya sumbernya)
> >
> > Karena ajaran nabi Muhammad meneruskan dan menyempurnakan ajaran
nabi
> > Ibrahim,
> > tentu saja ritual ritual yang dilakukan nabi Ibrahim juga dilakukan
> pada
> >
> > ajaran nabi Muhamad yang kemudian lebih dikenal dengan agama Islam
> > (seperti
> > firman Allah"...dan aku rela Islam menjadi agamamu"). Beranjak dari
> tesa
> > ini,
> > tidaklah mengherankan kalau umat muslim melakukan ritual sunat dan
> > ritual
> > haji.
> >
> > Begitu ya, semoga uraian ini bisa memeberi pencerahan apakah nabi
> > Muhamad saw
> > disunat. Walau demikian, saat ini sunat bagi kalangan tertentu
(selain
> > muslim)
> > dilakukan juga dengan alasan medis.
> >
> > Tulisan ini dirujuk dari berbagai sumber.
> >
> > Lebih kurangnya tolong dipahami sendiri.
> >
> > Salam dari Halifax,
> >
> > IW
> >
> >
> >
> >
> > >===== Original Message From "firman tri ajie"
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > =====
> > >Kapan persisnya saya tidak tahu pak ya..dalam Al-QUR`AN pun tidak
> > pernah
> > >disebut demikian, tapi ini masalah keyakinan...Rasul tidak akan
> > menyuruh
> > >umatnya untuk melakukan hal yang Beliau perintahkan sebelum Rasul
> > >sendiri melakukannya.
> > >
> > >
> > >
> > >Memangnya kenapa pak anda menanyakan hal demikian, terlepas dari
> Rasul
> > >itu disunat atau tidak, dari segi medis juga sudah terlihat faedah
> dari
> > >khitan tersebut.
> > >
> > >
> > >
> > >Salam
> > >
> > >firman
> > >
> > >
> > >
> > >-----Original Message-----
> > >From: samuel [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > >Sent: Wednesday, March 03, 2004 7:41 AM
> > >To: [EMAIL PROTECTED]
> > >Subject: Re: [UNDIP] Apakah nabi Muhammad saw (di)sunat ?
> > >
> > >
> > >
> > >Kapan (di)sunatnya Pak ?
> > >
> > >sebelum/sesudah menikahi Khadijah ?
> > >
> > >sebelum/sesudah terima surah ?
> > >
> > >
> > >
> > >mohon tunjukkan referensi/ayat/hadisnya
> > >
> > >
> > >
> > >terimakasih.
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >----- Original Message -----
> > >
> > >From: firman <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  tri ajie
> > >
> > >To: [EMAIL PROTECTED]
> > >
> > >Sent: Tuesday, March 02, 2004 1:33 PM
> > >
> > >Subject: RE: [UNDIP] Apakah nabi Muhammad saw (di)sunat ?
> > >
> > >
> > >
> > >            Hehehe.Pak Sam ini nanyanya macem macem ya?
> > >
> > >            Setahu saya bahwa dikhitan merupakan salah satu Sunnah
> > >Rasul, yang namanya Sunnah Rasul merupakan cerminan apa yang telah
> > >dilakukan oleh Rasullulloh, jadi sebagai referensi umatnya. Begitu
> juga
> > >dengan Hadits (segala perkataan dan perbuatan Rasul)
> > >
> > >
> > >
> > >Ada yang berkomentar?
> > >
> > >
> > >
> > >Salam
> > >
> > >
> > >
> > >firman
> > >
> > >
> > >
> > >-----Original Message-----
> > >From: samuel [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> > >Sent: Tuesday, March 02, 2004 10:15 AM
> > >To: [EMAIL PROTECTED]
> > >Subject: [UNDIP] Apakah nabi Muhammad saw (di)sunat ?
> > >
> > >
> > >
> > >Selamat siang Tuan-tuan,
> > >
> > >
> > >
> > >atas pertanyaan saya di atas (gantian saya yang bertanya ya,
boleh?)
> > >
> > >semoga saya bukan termasuk orang yang melampaui batas
> > >
> > >
> > >
> > >dan semoga hal-hal yang konstruktif saja yang menjadi tujuan kita
> > >sebagai kaum yang berpikir
> > >
> > >
> > >
> > >hormat saya
> > >
> > >samuel.
> >
> >
> >
>
------------------------------------------------------------------------
> > --
> > Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum:
> > http://forum.undip.ac.id
> > to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1518
> > DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList
http://www.undip.ac.id
> >
> >
> >
> >
> >
>
------------------------------------------------------------------------
> --
> > Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum:
> http://forum.undip.ac.id
> > to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1581
> > DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList
http://www.undip.ac.id
> >
> >
>
>
>
------------------------------------------------------------------------
> --
> Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum:
> http://forum.undip.ac.id
> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1585
> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id
>
>
>
>
>
------------------------------------------------------------------------
--
> Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum:
http://forum.undip.ac.id
> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1590
> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id
>
>


------------------------------------------------------------------------
--
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum:
http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1599
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id




--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1625
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1649
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke