Mas Anis dan Undippers, Masalah laporan PPh bisa diotak atik, ya biar saja. Yang penting kita berangkat dari situ. Biasanya yang diotak atik kan jumlah pajak yang dibayarkan. Justru nanti yang kita lihat adalah total penghasilan kotornya sebelum dikurangi macem-macem. Kalau perusahaan, ya omzetnya. Bukan profitnya. Dari situ kita nanti bisa mengira-ngira bagaimana situasi ekonomi seseorang. Misalnya kita akan tahu total penghasilan seorang pengemudi becak, petani, pengusaha, pegawai negeri. Biar saja mereka menyulap laporan PPhnya kalau nanti dikejar-kejar petugas pajak, akhirnya mereka diharapkan akan memperbaiki laporan pajaknya untuk tahun mendatang.
Untuk ini diperlukan satu syarat bahwa orang yang mempunyai pendapatan entah berapa pun harus punya NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Dan NPWP nya bersifat nasional. Nggak seperti sekarang, NPWP itu bersifat lokal. Contohnya kalau kita punya NPWP yang dikeluarkan kantor pajak semarang, sementara pendapatan kita kebanyakan di Jakarta. Nanti kan petugas pajak yang di Jakarta bingung. Salah satu sarannya adalah punya NPWP Jakarta saja biar gampang urusan pajaknya. Jangan model begini NPWPnya. NPWPnya cukup satu dan berlaku nasional. Jadi dimana saja dan kapan saja dapat pendapatan, ybs bisa tetap melaporkan pajaknya. Syarat lainnya sistem informasi perpajakan bersifat pooled. Maksudnya setiap pemungut PPH maupun setiap badan/ perseorangan yang memberi income harus melaporkannya ke kantor pajak dan bisa diakses petugas pajak darimana saja. Sehingga kalau misalnya ada orang yang mempunyai income di Jakarta tidak melaporkan incomenya ketika melaporkan PPHnya di kantor pajak Semarang, ybs bisa diuber-uber terus. Untuk bisa seperti ini, maka setiap orang harus diberi identitas tertentu seperti social insurance number (SIN) atau social security number (SSN) atau apalah. Beranjak dari sini laporan PPh bisa merupakan sistem yang cukup baik lho. Memang nantinya sistem tersebut masih juga bisa dipermainkan, tapi akan sedikit menyulitkan ybs lah. Any comments? Cheers, IW >===== Original Message From Anis Ch <[EMAIL PROTECTED]> ===== >Tapi pak Ibnu, Laporan PPh bisa diothak-athik tuh. Terus >gimana dong? Pakai survey lapangan kali. > > >---- Original message ---- >>Date: Thu, 11 Mar 2004 12:07:23 -0400 >>From: Ibnu Widiyanto <[EMAIL PROTECTED]> >>Subject: RE: [UNDIP] Kampus FE UNDIP >>To: [EMAIL PROTECTED], undip <[EMAIL PROTECTED]> >> >>Mungkin mulai diperbaiki sistemnya, jadi nggak bisa dong mhs >ngaku miskin >>lagi. >> >>Salah satu caranya adalah diminta mengajukan fotocopy laporan >pajak >>penghasilannya. Ada dua keuntungan, pertama akan mendapat >gambaran "seadanya" >>tentang pendapatan orang tua. Kedua merupakan satu cara >mengintensifikasikan >>wajib pajak. >> >>Bagaimana? Ada usul lain? >> >>IW >> >> >> >>>===== Original Message From [EMAIL PROTECTED] ===== >>>Nanti rak semua mahasiswa Undip mengaku miskin. Biar nggak >bayar lebih tur >>>dapat subsidi silang. >>> >>> >>>Selon Ressa Yanuardin Widiyatmoko <[EMAIL PROTECTED]>: >>> >>> Untuk menolong mahasiswa yang gak mampu itu, selain >mengandalkan beasiswa >>> yang masuk ke Undip, bisa gak kita gunakan sistem subsidi >silang. Saya >>> sendiri pernah mengalaminya pada waktu SMU, dimana pada >waktu itu teman >>> sekolah saya bisa membayar SPP SMU Cuma Rp. 5.600,00 dan >ada yang membayar >>> SPP SMU Rp. 250.000,00 untuk teman saya yang mampu. Memang >kondisinya tidak >>> bisa disamakan pada masa itu, tetapi paling tidak bisa >dijadikan acuan >>dasar >>> dan disesuaikan buat membantu adik-adik kita itu. Terus >terang saja, saya >>> sangat senang diskusi ini bisa mengarah lebih membantu >kampus kita tercinta >>> ini daripada diskusi debat kusir kemarin. :) Salam Damai >>> >>> >>> Ressa Yanuardin Widiyatmoko >>> Traffic Management, Marketing and Sales Division >>> PT. Televisi Transformasi Indonesia >>> Jl. Kapt. P. Tendean Kav 12-14A >>> Jakarta 12790 - Indonesia >>> email : [EMAIL PROTECTED] >>> >>> -----Original Message----- >>> From: Kurnia Wijayanti [mailto:[EMAIL PROTECTED] >>> Sent: 11 Maret 2004 13:26 >>> To: [EMAIL PROTECTED] >>> Subject: Re: [UNDIP] Kampus FE UNDIP >>> >>> waduh pak jg gitu donk, liat aja faktanya pak, kemren tuh >pas bayar spp, >>> rektorat didatangi banyak orang tua mhs yg nangis2 minta >keringanan dan >>> perpanjangan waktu, ini beneran lho. Lha staff yg ngurusi >aja ikut2an >>> mbrebes mili kok.Mungkin 500 rb tuh ringan bagi yg mampu, >tp yang pas2 an >>> waduhhhh abot tenan. Jadi inget cerita ibu saya, dulu pas >th 64 masuk undip >>> Sospol, gratis lho, tanpa SPP, setelah Orde Baru malah >kuliah jadi bayar >>> mahal >>> >>> ----- Original Message ----- >>> From: "Ibnu Widiyanto" <[EMAIL PROTECTED]> >>> To: "Agus B Raharjo" <[EMAIL PROTECTED]>; "undip" ><[EMAIL PROTECTED]> >>> Sent: Thursday, March 11, 2004 11:01 AM >>> Subject: RE: [UNDIP] Kampus FE UNDIP >>> >>> >>> > podo kreatif ternyata.... >>> > >>> > kalau sudah terbiasa SPP nya mahal, nanti kan SPP 150 >juta nggak terasa >>> mahal. >>> > >>> > Bagi saya yang benar adalah SPP Universitas harusnya >mahal sehingga yang >>> punya >>> > sponsor saja (keuangannya mapan) yang bisa maksud >universitas. Bagi yang >>> nggak >>> > mampu bisa mengajukan bursary. >>> > >>> > Yang sering terjadi kan mahasiswanya protes mbayar >sekolahnya mahal, >>> padahal >>> > orang tuanya nggak keberatan. Yang lebih tragis lagi, >mintanya duit untuk >>> > mbayar SPP ke orang tuanya di markup. Sisanya untuk >nonton sama doi. >>Kalau >>> > begini opo ora lheb....temenan... >>> > >>> > >>> > CU >>> > >>> > IW >>> > >>> >>> >>> >-------------------------------------------------------------------------- >>> Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: >http://forum.undip.ac.id >>> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - >Seq. #1671 >>> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList >http://www.undip.ac.id >>> >>> >>> >>> >-------------------------------------------------------------------------- >>> Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: >http://forum.undip.ac.id >>> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - >Seq. #1680 >>> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList >http://www.undip.ac.id >>> >>> >>> >>> >>> >>> >>>-------------------------------------------------------------------------- >>>Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: >http://forum.undip.ac.id >>>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. >#1685 >>>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList >http://www.undip.ac.id >> >> >>-------------------------------------------------------------------------- >>Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: >http://forum.undip.ac.id >>to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1688 >>DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList >http://www.undip.ac.id >> >> >> >Anis Chariri >74/41 Northfields Avenue >Gwynneville, NSW 2500 >Phone +61 2 42284287 > > > > >-------------------------------------------------------------------------- >Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id >to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1694 >DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id -------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1696 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
