14 Maret 1879 adalah Hari Kelahiran Albert Einstein

---------------------------
Teori Einstein Goyah?
* Kecepatan Cahaya Bisa Berubah
Ilmuwan Australia Patahkan Teori Einstein

Siapa bilang menjadi seorang ilmuwan hebat berarti
teorinya tidak terbantahkan.
Albert Einstein yang dianggap pionir ilmu fisika
modern sekalipun ternyata masih
bisa didebat. Tim ilmuwan asal Australia baru-baru ini
mengajukan teori bahwa
kecepatan cahaya tidak terjadi secara konstan atau
terus-menerus.

Ide yang terbilang revolusioner ini dianggap dapat
mematahkan teori lama fisika
modern Einstein, yakni teori relativitas. Tim yang
dipimpin ahli fisika teori
Paul Davies dari Macquarie University, Sidney
menyatakan ada kemungkinan
kecepatan cahaya ternyata sama lambat dengan miliaran
tahun. Jika hal ini benar
maka para fisikawan harus mempertimbangkan kembali ide
dasar tentang hukum alam
semesta. "Jika terbukti benar, teori relativitas e=mc
kuadrat harus menyerah
kalah," ujar Davies kepada Reuters. "Tapi bukan
berarti teori lama kami
campakkan begitu saja. Sebab dalam revolusi fisika
alam, semua teori lama selalu
berkaitan dengan teori baru." Davies beserta ahli
astrofisika Tamara Davis dan
Charles Lineweaver dari University of New South Wales
(UNSW) mempublikasikan
proposal penelitiannya di jurnal ilmiah Nature edisi 8
Agustus. Diuraikan bahwa
kecepatan cahaya bisa berubah setiap saat. Kesimpulan
ini diambil berdasarkan
data yang dikumpulkan oleh John Webb, ahli astronom
asal UNSW yang dihadapkan
pada teka-teki saat ia menemukan bentuk cahaya
menyerupai objek bintang tapi
menyerap tipe photon dari awan yang berada di antara
bintang pada kecepatan 12
miliar tahun cahaya.

Menurut Davies, observasi fundamental Webb mengartikan
bahwa pancaran cayaha
atom bersifat langsung tetapi sangat berbeda dengan
struktur atom pada manusia.
Ketidaksesuaian ini hanya bisa dijelaskan apabila
terjadi penambahan elektron
atau kecepatan cahaya telah mengalami perubahan."Namun
dua teori lama mengenai
hukum alam semesta merupakan teori yang menyatakan
bahwa jumlah penambahan
elektron tidak mungkin berubah, demikian pula dengan
kecepatan cahaya. Sehingga
teori kami menjadi tampak konyol," ujar Davies. Hukum
relativitas e=mc kuadrat
berarti mengalami perubahan pada dua bagian, yakni e
yang merupakan jumlah
pertambahan elektron serta c yaitu kecepatan cahaya.
Kalau c tidak mengalami
pengurangan berarti e yang bertambah kuantitasnya.


Patahkan Einstein

Untuk memastikan bahwa proposal teorinya bisa
diterima, Davies bersama timnya
mendalami teori black hole, sebuah bagian dari alam
semesta yang menyerap
bintang-bintang dan benda galaksi lain. Mereka juga
mencoba mempertimbangkan
dogma fisika lain, yaitu hukum termodinamika. Setelah
mempertimbangkan bahwa
perubahan dalam pertambahan jumlah elektron dapat
menghancurkan kebenaran hukum
termodinamika maka mereka menyimpulkan bahwa
satu-satunya pilihan adalah
mematahkan teori Einstein. Studi penelitian harus
dilakukan lebih banyak
terhadap cahaya untuk mensahkan observasi Webb. Di
sini mereka nyaris merasa
frustasi dan tidak berdaya melawan teori relativitas
Einstein."Saat satu dari
peletak batu pertama fisika mengalami kolaps, maka
tidak sepantasnya kita berada
dalam ketidakpastian," ungkap Davies. Ia menambahkan,
jika kita melihat awal
dari perubahan paradigma fisika seperti yang terjadi
100 tahun silam dengan
teori relativitas dan kuantum, maka sangat sulit
mengetahui alasan yang harus
dikemukakan. Ini berarti adanya kemungkin terjadi
perubahan kecepatan cahaya
bisa menjadi studi berskala besar seperti halnya
struktur alam semesta,
asal-muasalnya dan evolusi. Sebagai contoh, variasi
kecepatan cahaya dapat
menjelaskan mengapa ada dua jenis jarak dan ada bagian
yang tidak terhubung di
dalam alam semesta. Berdasar pemikiran konvensional,
tidak akan pernah cukup
waktu yang diperlukan untuk melalui antarkeduanya. Hal
itu baru bisa terjadi
saat para ilmuwan mempelajari pengaruh selama lebih
dari miliaran tahun atau
miliaran tahun perjalanan cahaya.

Atau bisa juga ada implikasi mengejutkan yang tidak
bisa mengubah cara pandang
para ahli kosmologi melihat alam semesta . Sebagai
contoh, Davies menjelaskan
bahwa teori terdahulu menyatakan tidak ada yang lebih
cepat dari cahaya,
pendapat ini merujuk pada teori relativitas. Sampai
sekarang kecepatan cahaya
diketahui 300.000 kilometer per detik. "Mungkin masih
masuk akal untuk tunduk
pada hukum ini walau akan mengecewakan para penggemar
film Star Trek. Sebab
dalam serial tersebut dikatakan dengan kecepatan
cahaya manusia dapat
menghabiskan waktu selama 100.000 tahun untuk
mengelilingi galaksi. Memang ini
hanya sebuah cerita fiksi ilmiah, namun kalau memang
kecepatan cahaya bisa
berubah, siapa yang tahu," demikian komentar Davies.

Sumber Sinar Harapan

__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.
http://taxes.yahoo.com/filing.html

--------------------------------------------------------------------------
Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1856
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList              http://www.undip.ac.id


Kirim email ke