Suka minum kopi? Kebanyakan orang pasti mengangguk. Siapa sih yang tak tergoda harumnya minuman berwarna pekat ini? Tapi apakah mengonsumsi kopi aman-aman saja bagi tubuh?

Hadi (25 tahun), desainer grafis, sejak lama menjadi penggila kopi. Dia bisa minum 4-8 cangkir kopi per hari. Tapi belakangan Hadi berpikir-pikir, dengan kegemarannya menyeruput kopi setiap hari dengan dosis 'lumayan gila' begitu, apakah berefek samping bagi tubuh? "Kalau ya, bagaimana kita bisa menangkal dampak negatif yang mungkin timbul?" tanya Hadi.

Menurut pakar diet A.N. Spreen, M.D, kopi, baik yang di-decaf (dihilangkan kafein-nya) atau tidak, cenderung membantu membuang vitamin yang larut dalam air keluar tubuh. "Jadi mengonsumsi kopi hingga delapan cangkir sehari mengharuskan kita untuk mengonsumsi vitamin tambahan sebagai jaminan. Disarankan hal ini dilakukan setiap orang terutama 'penggila' kopi," kata Spreen.

Jika kopi masih mengandung kafein, dampak yang ditimbulkan bisa lebih banyak. Tak perlu dipertanyakan lagi mengenai hubungan kafein dengan penyakit fibrocystic breast, meskipun hal itu cenderung tergantung kepada dosis yang kita konsumsi.

Jadi tampaknya mengonsumsi kopi berkafein dalam jumlah sedikit tak terlalu jadi masalah. "Namun jika Anda menderita penyakit itu, pastikan kopi yang Anda minum tak mengandung kafein, termasuk bahan kimia lainnya seperti theophylline pada teh dan theobromine pada coklat," pesan Spreen.

Ada juga sejumlah masalah perilaku terkait dengan stimulan yang terkandung pada kopi, seperti agitasi, kegelisahan, iritabilitas (kemampuan terhadap rangsang) dan insomnia (sulit tidur).  Jadi bagi para penggemar kopi, konsumsilah kopi dengan bijak agar kesehatan Anda juga tak terganggu. Atau mungkin Anda mulai berpikir untuk mulai mengonsumsi teh herbal? Efeknya lebih baik bagi tubuh lho!

Kirim email ke