Mbak Mei yang baik,

Kalo menurut hemat saya, pengaruh masyarakat yah tidak terlalu besar apalagi kalo inget di iklan Gogon dengan uang $1 mau macem-2 .. hehe .. (maaf bukan under estimate, mungkin hanya karena terlalu sulit untuk mendeteksinya .. hehe).

Yang justru mengkhawatirkan adalah korporasi yang mungkin panik sehingga membeli lebih banyak dari kebutuhan karena takut kurs terus meroket.

Di sisi lain juga adalah pasti yang mengail di air keruh.

Kalo masih berbentuk bank, barangkali para pengail itu masih bisa kita monitor, karena sistem pelaporannya udah jelas.

Tapi kalo bukan bank, memang agak sulit memonitornya.

Yang lebih sulit lagi adalah membedakan mana stransaksi yang spekulatif dan yang beneran dan argumen yang melarang orang mencari untuk di tengah gejolak kurs. Ada pertentangan antara moral (kepentingan nasional) dengan kepentingan cari untung.

Contohnya apabila kita melihat sebuah bank melakukan transaksi dan ada INDIKASI spekulatif, maka kita sulit menentukan sanksi hukum nya. Yang ada adalah “aturan kehati-hatian” , yah seputar sanksi-sanksi pembinaan saja.

Kalau disimpulkan : wah gak efektif donk .. inilah susahnya di regim devisa bebas. Mungkin perlu dipikirkan buat para spekulan untuk di penjara ya .. hehe ..

Tapi jangan lupa kalimat di atas : sangat sulit membedakan transaksi yang spekulatif dengan kebutuhan .. jangan-2 .. yang spekulatif itu juga kan kebutuhan .. yah kebutuhan spekulatif itu tadi .. hehe ..

Jadi .. siapa bilang life is beautiful ….

 

Salam,

Try

-----Original Message-----
From: mei [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent
:
Thursday, May 27, 2004 8:02 AM
To:
[EMAIL PROTECTED]
Subject: RE: [UNDIP] Pada kemana nih....

 

Mas Triyono .... sebetulnya seberapa besar sih pengaruh borong dollar yang dilakukan oleh masyarakat terhadap kenaikan dollar ?

Saya masih inget jamannya dollar masih 2 ribuan... waktu naik mencapai (kalo nggak salah) sekitar 6 ribuan digelar aksi jual dollar yang diprakarsai pejabat waktu itu.... tapi buktinya dollar semakin menggila.... pernah menyentuh 15 ribuan...

Wah kalo inget itu saya cuma berpikir seandainya saya punya duit ... terus beli dollar ... wah berapa banyak keuntungan yang bisa didapat.... sayangnya..... kantong cekak....so yang bisa menikmati balik lagi ya hanya orang2 berduit..... emang di tempat kita ini berlaku duit cari duit ya.... orang yang duitnya banyak semakin bertumpuk... dan yang berduit cekak ya tinggal berhitung sisa duit aja..soalnya harga2 melambung tinggi...

Salam,
Mei
At
04:05 PM 5/26/2004 +0700, you wrote:


Kalo di tempat saya yang lagi heboh justru masalah kenaikan dollar yang akan menyebabkan kenaikan harga BBM ..

Apalagi katanya Pertamina rugi besar jadinya ..

Untung ada Bung Johan .. yang jago mengelola aset .. jadi Pertamina tidak rugi dan BBM tidak naik .. hehe ..

 

Kirim email ke