Novi Kansas - USA ----------------------------------------------
PEMBERITAAN MEDIA ATAS KONFLIK REGIONAL Telaah Atas Liputan Media Terhadap Kasus Aceh, Ambon & Poso
(TOR Diskusi LeSPI bersama Dr. George J. Aditjondro)
Pengantar
Konflik regional di kawasan Aceh, Ambon dan Poso relatif telah mereda. Pemberitaan di media massa pun tidak lagi sehangat pada saat konflik memasuki masa puncak-puncaknya. Meski demikian, masih sulit bagi warga masyarakat untuk mengatakan bahwa kedamaian telah tercipta di ketiga kawasan tersebut. Ibarat bara api yang belum sepenuhnya padam, setiap saat pertikaian atau konflik lanjutan bisa saja meletus lagi oleh sebab-sebab sepele.
Siapapun, termasuk mereka yang terlibat dalam konflik, tentunya juga sangat mengharapkan terciptanya kedamaian. Konflik, terutama yang menggunakan senjata, selalu saja membuahkan kurban. Dampak sosial dan psikologis konflik juga bisa berlarut-larut dan menyisakan luka-luka batin yang sulit untuk diobati.
Bagi media massa, konflik seringkali ditempatkan sebagai peristiwa yang memiliki nilai berita yang cukup tinggi. Di mana ada konflik, di situ biasanya ada wartawan yang siap melakukan liputan. Perusahaan media sengaja mengirimkan para wartawan ke arena konflik dengan tujuan etis maupun pragmatis-ekonomis. Tujuan etis peliputan konflik adalah untuk menyebarkan informasi kepada khalayak tentang situasi yang terjadi di wilayah konflik tersebut. Berkat informasi itu para keluarga, sanak famili, kenalan atau bahkan musuh dari mereka yang terlibat konflik dapat mengetahui bagaimana keadaan orang-orang yang dikenalnya itu.
Namun, tujuan pragmatis-ekonomis peliputan konflik juga tidak bisa diabaikan. Melalui pemberitaan konflik biasanya akan meningkatkan oplah, pendengar, ataupun pemirsa dari suatu media. Ini dengan sedirinya akan meningkatkan pemasukan finansial media tersebut.
Yang jadi soal, kepentingan pragmatis-ekonomis suatu media seringkali menga-lahkan kepentingan etisnya. Untuk bisa menarik perhatian khalayak, berita yang mereka sajikan dibuat sedemikian rupa sehingga keluar atau melampaui realitas yang sesungguhnya. Ini bisa terjadi melalui pelbagai cara seperti penggunaan kata-kata atau ungkapan tertentu, permainan kamera, atau teknik-teknik lain yang sengaja disisipkan sejak objek berita diliput wartawan hingga proses editing.
Dalam dunia jurnalisme, penyajian berita secara murni objektive memang sulit dijumpai. Namun, itu tidaklah berarti bahwa wartawan boleh bertindak semau gue dengan memelintir berita ataupun memanipulasi data. Objektivitas haruslah tetap menjadi orientasi yang mendasari tiap liputan dan penyajian informasi. Masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang objektive. Di sinilah sejumlah prasyarat seperti cover both sides, check and re-check, fairness, serta independensi si wartawan perlu selalu dijadikan pegangan.
Memang, di dalam merekonstruksi fakta sosial ke dalam fakta media, wartawan tidaklah sendirian. Di atas wartawan masih ada kepala desk ataupun para redaktur yang bisa mengubah bahasa ataupun angle berita yang ditulis wartawan. Belum lagi kalau kita bicara soal news-room, kebijakan redaksional, frame dan landasan ideologis media, ataupun relasi-relasi politik/ekonomi media, yang ikut menentukan di halaman atau posisi mana hasil liputan wartawan akan ditempatkan. Mekanisme dan prosedur semacam inilah yang kemudian ikut mempengaruhi objektivitas berita yang tersaji dalam media.
Untuk mencermati bagaimana media massa kita menyajikan berita-berita konflik regional, khususnya berita-berita seputar konflik Aceh, Ambon dan Poso, Lembaga Studi Pers & Informasi (LeSPI) akan menggelar diskusi dengan narasumber tunggal: Dr. George J. Aditjondro yang saat ini sedang melakukan penelitian di tiga kawasan konflik tersebut.
Waktu dan Tempat:
Hari/Tanggal : Sabtu, 28 Agustus 2004
Waktu : 10.00 s/d 12.30 WIB
Tempat : Gedung Dewan Riset Daerah (DRD) �V Jawa Tengah
Jl. Imam Bonjol No. 185, SemarangNarasumber & Moderator:
Narasumber : Dr. George J. Aditjondro Moderator : Wisnu T Hanggoro
Peserta: �� Akademisi (dosen/mahasiswa) �� Aktivis LSM �� Wartawan �� Birokrat �� Pemerhati masalah sosial
Biaya & Fasilitas: �� Peserta tidak dipungut biaya �� Peserta akan mendapat 1 kopi tulisan narasumber & snack ringan
Pendaftaran: Kantor Lembaga Studi Pers & Informasi (LeSPI) Jl. Candi Mutiara Tengah 280 Pasadena, Manyaran Semarang
_________________________________________________________________
Don�t just search. Find. Check out the new MSN Search! http://search.msn.click-url.com/go/onm00200636ave/direct/01/
-------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #2270 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
