Kanggo kaum Wanoja utaminamah..

mangga, sareng punten teu disundakeun da bilih lepat, rumaos balelol pisan..

baktosna,


-----Original Message-----
From: Febriani
[mailto:[EMAIL PROTECTED]
lmer.com]
Sent: Wednesday, May 12, 2004 7:34 AM
To: Azret (E-mail); Ncep (E-mail); Riswandi (E-mail); s Aryani Irma
(E-mail); K_ndrie (E-mail); Fie (E-mail); Lucky (E-mail); Cin Cin
(E-mail); Agus. Sty (E-mail); Andien (E-mail)
Subject: [indo-com] (thoughtful) "cinta" ITU KEBUTUHAN PRIBADI
>
> Cinta
>
> Cinta itu kebutuhan pribadi
>  _____
>
> Banyak wanita yang gagal bercinta hanya karena soal sepele: lelaki-nya 
> tidak
> sempurna. Padahal, kalau prianya sempurna, apa lagi yang dapat wanita itu
> lakukan? Di sinilah kesalahan banyak wanita, memandang pacaran atau
> pernikahan sebagai kebutuhan sosial, bukan pribadi, hanya lifestyle yang
> bisa dipamerkan: dan menolak ketaksempurnaan.
>
> Nobody's perfect, tak ada orang yang sempurna. Ungkapan itu bukan hanya
> digunakan sebagai pepatah dalam iklan kosmetik atau judul serial komedi
> situasi, melainkan harus dapat menjadi pandangan hidup Anda untuk memahami
> kelemahan orang lain. Termasuk calon pasangan hidup Anda.
>
> Arti maupun realitas ungkapan nobody's perfect ini sangat tepat untuk
> mengingatkan setiap manusia agar selalu bersikap wajar, apa adanya, dan
> menerima orang lain seadanya. Pepatah itu sangat berarti untuk 
> menggambarkan
> bahwa tak ada manusia di muka bumi ini yang diciptakan sempurna. Begitu 
> juga
> untuk urusan cinta.
>
> Misalkan saja dalam memilih pasangan. Janganlah terlalu tinggi menetapkan
> kriteria calon pasangan maupun pendamping hidup Anda kelak. Hal utama yang
> harus dilihat baik-baik justru diri sendiri. Sudah seperti apa diri Anda
> sekarang? Makin baikkah? Atau malah kian tak karuan?
>
> Jangan menuntut orang lain sempurna jika Anda tak dapat menyempurnakan 
> diri
> sendiri. Misalnya saja ada seorang wanita yang menyukai seorang pemuda, 
> tapi
> karena faktor fisik --yaitu ia tak tampan dan atletis, seperti imaji 
> lelaki
> dalam iklan, lalu usahanya untuk berkenalan atau menumbuhkan kasih sayang,
> dihindari bahkan ditolak.
>
> Sekarang ini banyak kaum Anda yang berusaha mendapatkan pasangan dengan
> tingkat intelejensia maupun materinya tak terpaut terlalu jauh. Jangan
> begitu! Memang wajar jika semua pihak menginginkan yang terbaik untuk
> mereka, apalagi untuk masa depan. Wajar saja jika selektif memilih 
> pasangan,
> malah wajib dilakukan agar tak salah pilih dan menyesal di kemudian hari.
> Pertama kali yang harus ditanyakan adalah hati kecil Anda sendiri. Kedua,
> jangan sekali-kali tidak jujur pada diri sendiri. Ketiga, langsung saja
> tanyakan hal-hal berikut ini: setiap orang pasti menginginkan pasangannya
> mempunyai penampilan fisik bagus. Paras yang tampan-macho, bentuk badan
> atletis dan kaya. Tapi tanyakan dalam hati, apakah dia benar-benar 
> kriteria
> pasanganmua? Jika hatimu menginginkan orang yang biasa saja dalam
> berpenampilan, dan merasa lebih nyaman dengan itu, kenapa harus memaksakan
> diri dengan hal-hal seperti itu? Ingat, memiliki pacar, kekasih, atau 
> suami,
> adalah kebutuhan pribadi, bukan kebutuhan sosial, yang menyangkut gaya
> hidup. Karena kebutuhan pribadi, Anda yang paling tahu siapa yang Anda
> inginkan. Bukan orang lain, orang tua atau teman-tetangga Anda.
>
> Lalu, jangan lupa melihat bagaimana si dia memberikan perhatian dan
> bagaimana caranya mengekspresikan perasaannya. Karena kalau dia 100 kali
> dalam sehari bilang "sayang" padamu tapi tidak pernah membuktikannya, 
> apalah
> artinya rayuannya itu kalau bukan sekadar gombal belaka?
>
> Yang lainnya adalah memperhatikan bagaimana cara dia berinteraksi dan
> bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Apakah dia tipe 
> penyendiri,
> atau orang yang gemar berinteraksi dengan banyak orang? Lantas Anda 
> sendiri
> suka dengan tipe yang bagaimana?
>
> Jangan lupa memperhatikan intelektualitasnya. Latar belakang pendidikan,
> kemauan belajar, kemampuan menganalisa, dan tingkat kreativitasnya. Yang
> Anda inginkan yang standar dan biasa-biasa saja, atau si pintar-jenius?
> Agama. Memang ini merupakan hal yang sangat prinsipil untuk sebagian besar
> orang. Bila percayai bahwa perbedaan agama akan menimbulkan banyak 
> persoalan
> di kelak kemudian hari, jangan biarkan kesempatan untuk menerima yang tak
> seagama. Bahkan, jika seagama pun, pilihlah yang mempunyai tingkat 
> spiritual
> yang sebanding. Jangan sampai dia rajin beribadah, sementara Anda hanya
> sekadar mendengar atau melihat belaka. Akan tetapi jika Anda termasuk 
> orang
> yang tak menjadikan agama sebagai penghalang hubungan dan memandang semua
> agama itu sama baik dan terpuji seperti agama Anda, maka berusahalah untuk
> tetap berpegang teguh pada keyakinan itu, dan tanamkan pula pada diri
> pasangan Anda nantinya. Tokh, pada hakekatnya Tuhan itu satu, hanya
> manusianya saja yang terkesan terlalu membeda-bedakannya.
>
> Hal lain adalah komunikasi. Hal ini sangat rentan dalam suatu hubungan.
> Perhatikan selalu bagaimana bentuk komunikasi yang telah terjalin selama
> berkenalan dengan dia. Apakah nyambung atau mesti sering mengulang
> pembicaraan agar dia mengerti arah pembicaraan?
>
> Harus juga diperhatikan kondisi pekerjaan dan sisi finansialnya. Jangan
> menyebutkan diri seorang materialistis untuk hal ini. setiap manusia perlu
> materi, kan? Temukan sisi maupun tingkat kedewasaannya. Lihat bagaimana 
> dia
> menghadapi semua kegiatannya, lihat juga bagaimana caranya menyelesaikan
> masalah, bagaimana caranya berinteraksi dengan rekan-rekannya. Jangan 
> sampai
> dia mempunyai kedewasaan yang tak seimbang denganmu karena salah satu 
> pihak
> akan merugi nanti! Kecuali jika salah satu dari kalian bertindak sebagai
> pengemong.
>
> Lainnya adalah keterbukaan soal seks. Hal ini perlu disimak dengan baik,
> nyatanya tak sedikit pasangan yang akhirnya memutuskan berpisah karena
> problem seks. Padahal hal ini tak perlu terjadi jika kedua belah pihak
> saling terbuka. Akan tetapi semua berbalik pada diri masing-masing. Apakah
> Anda lebih suka pasangan yang berpengalaman soal seks, atau justru buta 
> seks
> --atau, apakah Anda merupakan seorang yang menganggap seks tak perlu
> didiskusikan, dan hanya perlu dipraktekkan saja?
>
> Terakhir adalah punya hobi dan minat sama. jika punya hobi dan minat sama,
> tak tertutup kemungkinan hal ini akan makin mendekatkan kalian berdua.
> Sebaliknya jika hobi dan minat terpaut terlalu beda jelas akan menjauhkan
> masing-masing pihak.
>
> Wah, rumit kan? Tidak, kok, karena semua itu dapat dikembalikan ke
> pertanyaan pertama: tanyakanlah pada hati kecil Anda, karena hati Andalah
> hakim yang paling baik. Iya, kan?
>
>
>  _____
>
> All that Glitters is not Gold .......
>  _____


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke