Tuh tingali geura , paingan atuh marebutkeun Korsi RI1 ; da nu penting mah KAKAWASAAN ! Teu penting ngurus Indon mah , rek ancur ge teu naon naon , TUJUAN UTAMA KAKAWASAAN !
Da lamun tekadna harade mah , meureun PAEMBUNG EMBUNG jadi Presiden teh . Ieu mah kapan paboro boro . Nu matak maning golput , kacape cape ! Da angger GAGAL lah , moal aya nu bisa ngarobah Indon jadi HADE mah . Uing mah teu milu milu di na soal Gagalna , eta mah salah nu marilih ! Abbas Amien ----- Original Message ----- From: "rizallul haq" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, June 09, 2004 4:56 PM Subject: [UrangSunda] skenario MEGAWATI > ieu mah ngan saukur nambih wacana tur ngaramekeun dina > pilkades inonecia, ulah di emmutan komo lebet hate > mah, maning keneh urang mensukseskan silturahmi kusnet > di sukabumi > > > SKENARIO MEGAWATI SOEKARNOPUTRI > > > > Salah seorang petinggi PDIP yang kecewa karena gagal > > menjadi anggota DPR RI > > bercerita panjang lebar soal skenario Mega. Berikut > > ini > > penuturannya : Dalam rapat DPP PDIP hampir semua > > peserta rapat tertawa > > terbahak-bahak ketika membaca hasil survey LSI yang > > mengunggulkan SBY sampai > > 58%. Terlihat tawa bahagia disana ketika tahu > > scenario > > mengunggulkan SBY > > dikerjakan dengan baik > > oleh LSI. > > > > Kalau mau sedikit berpikir, memang aneh gerakan tim > > Mega ini, walau nampak kasat > > mata, tapi tidak ada satupun media massa yang mau > > memberitakan betapa Mega > > begitu piawai mengobok-obok konstelasi politik > > dimana-mana. Golkar dibuat pecah > > berantakan dengan memunculkan faksi; AT, faksi > > Kalla, > > dan faksi Palloh. Keluarga > > besar NU dibuat cerai berai dengan munculnya > > kelompok > > Hasyim, kelompok Gus Solah > > dan tentu saja the joker, Abdurahman Wahid. Kalau > > mengikuti Koran dan TV > > misalnya, hampir-hampir semua pembicaraan menguliti > > sepak terjang SBY, Wiranto > > dan AR. Banyak media yang berubah menjadi partisan, > > terutama TVRI. Tahu tidak, > > kalau direktur TVRI mendadak diganti dengan orang > > Mega? Anehnya, tidak ada > > sedikitpun yang mencoba mengamati gerakan Mega. > > Padahal gerakan Mega, dirancang > > oleh puluhanakademisi dan purnawiraan militer. Jauh > > sebelum Mega Presiden > > dibentuk, lembaga kajian untuk memuluskan Mega ke > > Istana sudah dirancang rapi. > > Kepala BIN, Hendropriyono, adalah komandan dibalik > > scenario > > Mega. Namanya juga dinas intelejen negara, kekuatan > > dan keakuratan datanya > > sungguh luar biasa. Memberikan rencana A sampai Z > > dengan segala resikonya. > > Hasilnya? Kita lihat saja paparan dibawah ini. > > > > Menohok Pesaing Berat > > > > Tim Mega yakin hanya Wiranto yang benar-benar > > penantang terkuat, sementara AR > > gampang ditaklukan, sementara SBY hanya Koran dan > > media massa saja yang > > membesar-besarkannya. Coba diamati baik-baik, isu > > anti > > militerisme misalnya, > > jelas-jelas hanya menyerang Wiranto. Padahal SBY > > juga > > militer, namun sama sekali > > tidak diungkit-ungkit oleh Mega. Sebab Mega memang > > yakin, SBY masih dibawah > > kendalinya. Bukankah Kalla, Yusril merupakan anak > > buahnya yang paling manis di > > kabinet? > > Kasus Yacob Nuwawea yang merancang ide demo > > misalnya, > > ini memang sengaja > > dibocorkan. Sebab, Mega sedang memprovokasi Wiranto, > > untuk jangan macam-macam. > > Apalagi diketahui bahwa yang ikut rapat di pihak > > Yacob > > Nuwa Wea ada > > pentolan-pentolan GMNU, Famred, Forkot dan Dita > > Indah > > Sari. Ada juga memang > > informasi yang menyatakan menyatakan bahwa bocornya > > ini karena Wiranto memang > > seorang militer tangguh, sehingga sudah biasa > > mengendus gerakan musuh. Buktinya, > > dari yang hadir di rapat, nomor telephone-nya, > > sampai > > detil suasana rapat bisa > > diketahui dengan pasti. Sungguh, ini buah kerja > > inteljen yang luar biasa. > > Mega tentu saja tidak tinggal diam, TPDI yang sudah > > lama "tidur" tiba- tiba saja > > membawa kasus Wiranto soal 27 Juli dan kerusuhan Mei > > 98 ke Mahkamah Agung. Belum > > cukup dengan itu, semua kepala daerah dan Gubenur > > dikumpulkan oleh Mega untuk > > diberi wejangan khusus, mengamankan Mega ke RI 1. > > Beritanya terbarunya, Mega memerintahkan Jaksa Agung > > M > > Rahman untuk kembali > > membuka kasus BNI. Sebab Mega mempunyai kartu truf > > soal keterlibatan Wiranto > > dengan kasus ini. > > Mengobok-obok NU > > Jangan dikira Hasyim Muzadi berani berseberangan > > dengan Gus Dur sejak sebelum > > pemilu legislative karena ingin memperjuangankan NU > > agar independen. Sama sekali > > tidak. Hasyim memang sudah terikat kontrak dengan > > Mega > > sejak setahun lampau. > > Makanya Gus Dur tiada henti menyuarakan dimana-mana > > kalau Hasyim seorang > > "pembohong". Siapa dibalik munculnya ide Golput PKB > > ini? Jawabnya sebetulnya > > gampang ditebak, Arifin Junaedi dan AS Hikam. Kedua > > orang ini berhasil > > menyakinkan GD untuk Golput. Dengan Golput, suara > > PKB > > yang 12 juta dihanguskan. > > Sebuah scenario manis dari Mega. Sebab Mega yakin, > > tidak mungkin pendukung PKB > > memiih dirinya. Daripada ke Wiranto, lebih baik > > di'hanguskan" dengan metode > > canggih. Menyerukan golput. Coba tengok ke belakang, > > bukankah GMNU dan PMII yang > > paling getol membela GD dengan senjata Golput? > > Padahal ketua umum kedua organisasi itu adalah > > orang-orang Mega. Ketua GMNU > > diketahui sering berkunjung ke Yacob Nuwa Wea, > > sementara pengurus PMII pusat > > sering terlihat bersama Taufik Kiemas. Sayang > > scenario > > mega kali ini kena > > batunya. GD > > ternyata Cuma bersandiwara ketika menyatakan bahwa > > tidak akan bekerjasama dengan > > militer dan ngotot maju sebagai capres. GD yang > > terkenal licin tahu betul, > > dengan ngototnya dia akan menaikkan nilai tawar PKB. > > Dan minimal 5 menteri dan 3 > > menko > > akan jatuh ke tangan PKB. Wiranto yang gelap mata, > > tentu oke-oke saja menyetujui > > yang penting dia jadi presiden. Apakah mega diam > > dengan pernyataan GD mendukung > > Wiranto? Tentu tidak! Setumpuk agenda baru sedang > > disiapkan untuk mematahkan > > ini. Caranya? Tim Mega mulai aktif mendekati > > basis-basis NU yang membutuhkan > > "bantuan". Dengan fasilitas uang negara yang dia > > punya, akan ada 1000 macam > > agenda untuk merayu kaum Nahdliyin. Sementara > > orang-orang Mega terus > > memborbardir arus bawah NU akan "dosa-dosa" Golkar. > > 29 > > Mei 2004 akan diadakan > > demo besar-besaran menggoyang Golkar. Demo ini akan > > didukung penuh oleh LSM-LSM > > dan mahasiswa nasionalis ini ditengarai sebagai > > warning dan show of force kubu > > Mega untuk lawan-lawan politiknya. Dengan scenario > > ini > > kubu Mega berharap, di > > putaran kedua nanti jika harus ketemu Wiranto, Mega > > akan mendapat simpati dari > > masyarakat karena dia- lah kini satu-satunya capres > > sipil! > > > > Membombardir Golkar > > Golkar juga tidak luput dari incaran scenario Mega. > > Suara Golkar yang 24 juta, > > diporak porandakan dengan mengijinkan Kalla berduet > > dengan SBY. Orang bodoh > > sekalipun pasti mafhum, bagaimana mungkin Kalla yang > > ikut konvensi Golkar, yang > > didukung oleh Sultan HB 10, dan iramasuka tiba-tiba > > saja ke SBY? > > Hitung-hitungannya jelas. Kalla setidaknya akan > > menggerogoti 5 juta suara Golkar > > dari Iramasuka. Modal SBY yang Cuma 7 juta suara > > ditambah 5 juta suara Kalla, > > jelas cukup mudah dikalahkan oleh Mega yang sudah > > mengantongi 23 juta suara > > solid! Ya, sementara kubu Islam dan kubu Golkar > > dikocar-kacirkan, kubu PDIP > > nampak utuh, solid dan bersatu. 23 juta ditambah > > sedikit suara dari Hasyim > > cukuplah membuat Mega melenggang dengan gampang ke > > putaran kedua. > > > > > > Menciptakan capres boneka > > Kubu Mega juga was-was dengan gerakan AR. Untuk > > > === message truncated === > > > > > > __________________________________ > Do you Yahoo!? > Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger. > http://messenger.yahoo.com/ > > > > > Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id > > Yahoo! Groups Links > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar. Now with Pop-Up Blocker. Get it for free! http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

