Para wargi..
Ieu aya seratan "profil" Pak Anton Aprantono, menteri Pertanian ayeuna...
Salangkungmah.. sapertos "fiktif"
Tambihan: anjeunna seringna ka kampus numpang nganggo bus kampus>
Dina titinggalian (pandangan) para kolega-na: anjeuna disebat "bersahaja" sareng berdedikasi tinggi.
Sakumaha tos kauninga ku para wargi, amjeunna teh kalahiran Serang.  Urang aku we, pituin urang Sunda.
Mugia tiasa janten "tauladan" kanggo urang.
 
Republika, Jumat, 22 Oktober 2004
>
>Anton Apriyantono Si 'Penyapu Jalan'
>
>Oleh : Zaim Uchrowi
>
>
>Pernah mendengar kisah 'tukang sapu' dari Aa Gym? Jika
>belum, kisahnya begini: Seorang pendatang pindah ke
>tempat barunya. Di tempat tersebut tak ada orang yang
>tahu dia. Jangankan dihormati, namanya pun tak dikenal
>para tetangganya. Pendatang itu tak risau. Yang ia
>risaukan hanya satu. Yakni, kondisi jalan kompleks
>yang tampak begitu tak terurus. Lubang ada di
>sana-sini. Sampah pun berserakan.
>
>Tanpa disuruh dan tanpa mengharap pujian siapa pun,
>pendatang itu turun tangan. Ia ambil sapu untuk
>membersihkan jalan itu. Tak hanya sekali, tapi
>diulanginya esok dan esoknya lagi. Begitu ia
>melakukannya, tanpa henti. Dengan segala
>keterbatasannya, ia mencoba menutup lubang-lubang
>jalanan.
>
>Para tetangga memperhatikan itu. Pikir mereka semula,
>''Orang ini pasti kurang kerjaan.'' Namun, pelan-pelan
>sikap sinis itu bergeser menjadi simpati. ''Orang ini
>memang luar biasa.'' Sapaan dan penghormatan kian
>sering tertuju padanya. Berkat keikhlasannya menyapu
>jalanan itu, ia telah berubah dari bukan siapa-siapa
>menjadi seorang tokoh. Setidaknya tokoh untuk urusan
>jalan itu. Ia telah menjadi 'penguasa' di situ.
>Kekuasaannya tersebut ia peroleh bukan dengan menyikut
>bahkan menendang orang lain, melainkan hasil pemberian
>secara sukarela oleh orang-orang sekitarnya.
>
>Saya sangat menyukai kisah itu. Tapi, sulit rasanya
>mendapat contoh bahwa kisah itu memang ada dalam
>kehidupan nyata sehari-hari. Pemunculan Anton
>Apriyantono, menteri pertanian kita yang baru,
>membalik anggapan tadi. Kisah penyapu jalan itu
>ternyata kisah yang sangat nyata. Anton adalah salah
>seorang 'penyapu jalan' tersebut.
>
>Saat memasuki IPB usai hiruk-pikuk dunia mahasiswa
>1978, Anton hanya satu dari lebih seribu pendatang
>baru di kampus itu. Namanya pun tak cepat menjulang
>sebagaimana beberapa kawan lain seangkatannya. Namun,
>kawan-kawan dekat mengenalnya sebagai mahasiswa yang
>'baik-baik dan pinter'. 'Pinter'-nya terbukti dengan
>masuknya ia ke jurusan favorit Teknologi Pangan.
>'Baik-baik'-nya terlihat dengan pilihannya untuk
>menjadi dosen setelah lulus, serta ketekunannya
>menapaki jalan pilihan itu.
>
>Nama Anton pun tenggelam dalam kesibukan dunia
>akademis. Obsesinya pribadi hanya satu: bagaimana
>terus memperbaiki diri di mata Sang Khalik. Dari
>obsesi itu muncul sebuah kerisauan mendalam:
>merajalelanya makanan yang diragukan kehalalannya.
>Anton pun mendedikasikan diri pada urusan itu. Ia
>tidak memburu-buru jabatan, karier, apalagi materi. Ia
>fokus memperjuangkan 'halal' di tengah masyarakat yang
>katanya agamis ini. Ia mengikhlaskan hidup untuk
>perjuangannya itu, dan memilih hidup yang sangat
>sederhana.
>
>
>Para juniornya pun sering rasan-rasan tentangnya.
>Anton, kata mereka, hanya mau menjalani hidup yang
>benar-benar lurus. Televisi pun tak punya karena ia
>memandang manfaatnya lebih sedikit daripada
>mudharat-nya. Saya tak tahu apakah rumahnya tetap tak
>bertivi sampai sekarang. Tapi, perjalanan Anton telah
>menunjukkan bahwa kisah penyapu jalan dari Aa Gym bisa
>nyata. Resep si penyapu jalan itu ternyata sangat
>efektif buat meraih 'sukses'.
>
>
>Sukses parsial mungkin dapat diraih dengan kengototan
>berebut kekuasaan. Sukses sejati tidak demikian.
>Keikhlasan yang mendalamlah yang justru akan
>mengantarkan kita pada kemuliaan sesungguhnya.
>Sebagaimana si 'penyapu jalan', Anton memiliki
>keikhlasan itu. Insya Allah ia mampu menularkan
>keikhlasan demikian pada pemerintahan baru ini.
>Setidaknya ke lingkungan Departemen Pertanian yang
>dipimpinnya.


Do you Yahoo!?
Take Yahoo! Mail with you! Get it on your mobile phone.

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke