Ngeunahna mah jelema nu kieu mah dihukum "GANTUNG". nepi ka paeh.
Mani telenges-telenges teuing atuh......
----- Forwarded by TARYAT/DNIA on 10/23/2004 07:46 AM -----
"Waluya"
<[EMAIL PROTECTED] To: <[EMAIL PROTECTED]>
rin.net.id> cc:
Subject: [Urang Sunda] Re: Nu Telenges
tea ......
10/22/2004 09:36
PM
Kang Gun wartos tina PR tea .......
Polisi Sempat Dihadang Warga Setempat
Dor! Kaki Mk Ditembus Peluru
"DOR..!" Letusan tersebut melesatkan sebutir timah panas. Beberapa detik
kemudian terdengar suara seorang pria mengaduh. Langkah pria itu pun
terhenti. Dia berusaha untuk bangkit kembali dan lari, namun kesigapan para
petugas membuatnya tidak berkutik. Pria tadi akhirnya menyerah kepada
polisi dengan luka tembak di kaki kanannya.
TIGA pelaku pembunuhan mahasiswi
Stikes (berurut kedua dari
kiri), Yus alias Robert , Mk dan
RJ dikawal polisi saat
dimasukkan ke ruang tahanan
Mapolres Cimahi, Rabu (20/10).*
RETNO HY/"PR"
Itulah drama penangkapan terhadap Mk (19), salah seorang tersangka pelaku
perampokan dan pembunuhan terhadap mahasiswa Stikes Achmad Yani Cimahi,
Kamis malam (7/10) lalu. Tindakan sadis Mk dan kawan-kawan mengakibatkan
Desi Sri Mulyati (19) dan Ratih Rismayanti (19) meninggal dunia. Sementara
Indah Rahayu (19) selamat.
Mk diciduk Tim Cepat Tindak (TCT) Polda Jabar dan Polres Cimahi, di Kampung
Lintang, Pagar Alam, Kab. Lahat, Sumatra Selatan, Senin (18/10) sekira
pukul 3.00 WIB. Tim yang mengejar Mk dipimpin Iptu Marcelius dan Ipda Agah
Sonjaya. Kabupaten Lahat berada di sebelah timur Kota Palembang dan
berjarak tidak kurang dari 150 km.
Selain tim yang menuju Lahat, terdapat pula tim yang memburu Rj (26) ke
Kampung Mau, Dusun Sungai Bujang, Lubuk Linggau, Kab. Musi Rawas, Sumatra
Selatan. Tim yang juga berkekuatan sepuluh orang ini dipimpin AKP Zul Azmi
dan Ipda Agus Syafrudin. Kedua tim bergerak dari Bandung ke Palembang
kemudian menyebar. Kasat Reskrim Polres Cimahi, AKP Slamet Uliandi, SIK,
mengoordinasikan langkah kedua tim tersebut.
Alamat lengkap para tersangka diperoleh tim berdasarkan keterangan dari
berbagai sumber, termasuk Yus, tersangka yang lebih dulu dibekuk dan istri
tersangka Bd (buron). Untuk sampai ke lokasi sasaran, masing-masing tim
harus menempuh ratusan kilometer dari Kota Palembang.
Tim menyadari betul, kawasan Lahat adalah daerah yang berisiko tinggi untuk
dimasuki. Karena itu ,TCT langsung di-back up sejumlah petugas dari Polres
Lahat. Benar saja, ketika tim memasuki Kampung Lintang pada pukul 19.00
WIB, sejumlah warga sudah menghadang lengkap dengan senjata tajam di
tangan. Akhirnya tim tidak segera melakukan penangkapan dan mengatur
strategi untuk menghindari bentrokan.
Ketika menjelang pagi sekira pukul 2.00 WIB, tim bergerak lagi. Pembicaraan
dengan warga dilakukan. Namun tampaknya warga tidak mau mengerti, mereka
ngotot menghalangi laju para petugas. "Untuk menghindari bentrokan dengan
warga, terpaksa petugas melepaskan tembakan peringatan ke udara," kata
Marcelius, Rabu (20/10) di Mapolres Cimahi.
Agaknya tembakan peringatan itu cukup jitu. Warga mengendurkan hadangannya.
Tim terus mendekati tempat tinggal Mk. Namun, lagi-lagi mendapat tentangan
dari pihak keluarga. Sementara upaya negosiasi berlangsung cukup alot,
beberapa anggota keluarga berusaha menyembunyikan tersangka.
Melihat gelagat seperti itu, sejumlah petugas menerobos masuk rumah.
Seluruh sudut rumah digeledah, namun Mk tidak juga terlihat batang
hidungnya. Pencarian kemudian diarahkan ke langit-langit rumah. Mk ternyata
sedang bersembunyi di tempat itu. Melihat petugas akan menangkapnya, remaja
itu berusaha melarikan diri.
"Untuk mencegahnya lari, petugas segera mengarahkan pistol ke arah kaki
kanan tersangka. Sebuah peluru menembus kakinya. Dalam kondisi seperti itu,
dia masih mencoba lari. Tapi kami segera membekuknya," tutur Marcelius.
Sekira pukul 3.00 WIB tersangka Mk dilumpuhkan.
Urusan tidak begitu saja selesai dengan tertangkapnya Mk. Sebab untuk
membawa tersangka keluar kampung tersebut, bukanlah perkara gampang. Tim
kembali harus berhadapan dengan warga yang tampaknya tidak menerima Mk
dibawa petugas. Setelah diingatkan dan berulangkali diberi penjelasan duduk
perkara sebenarnya, akhirnya warga kampung itu membiarkan petugas pergi
bersama Mk.
**
SEBELUMNYA tim yang dipimpin AKP Zul Azmi dan Iptu Agus Syafrudin berhasil
menciduk Rj (24) pada hari Minggu (17/10) pagi sekira pukul 6.00 WIB.
Lokasi Kampung Mau tidak mudah dijangkau, lokasinya berada sekira 300 km
sebelah barat laut Kota Palembang.
Mereka membutuhkan waktu paling sedikit enam jam untuk mencapai Kota Lubuk
Linggau. Perjalanan disambung dengan menggunakan ojek yang menembus
kelebatan hutan. Satu ojek bertarif Rp 60.000,00. Karena keterbatasan
kendaraan, tim menggunakan lima buah motor. Begitu hutan dilewati, hamparan
Rawa Jitu yang penuh buaya menyambut. Tidak ada pilihan bagi TCT kecuali
naik perahu tradisional untuk meneruskan perburuan.
Anggota tim hampir tiga jam berada di atas perahu yang seluruh ongkos
sekali jalannya mencapai Rp 150.000,00 itu. Namun perjalanan belum
berakhir. Mereka masih harus menelusuri jalan setapak yang memakan waktu
sembilan jam agar sampai ke Kampung Mau.
"Perjalanan memang melelahkan. Praktis tidak ada waktu istirahat. Kami
berlomba dengan waktu, karena tidak ingin kehilangan jejak tersangka," kata
Zul Azmi, Rabu (20/10) di Mapolres Cimahi.
Hari sudah larut malam ketika TCT Polda Jabar memasuki Kampung Mau, sebuah
kampung yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai penyadap getah karet.
Hampir setiap warga yang ditanya tentang keberadaan Rj, menolak untuk
menunjukkannya.
Akhirnya tim mengetahui juga keberadaan Rj. Tapi untuk menghindari
kesalahpahaman dengan warga Kampung Mau, akhirnya tim mengatur kembali
siasat dan disepakati penangkapan akan dilakukan esoknya. Mereka bermalam
di hutan dekat kampung. Tepat pukul 6.00 WIB petugas bergerak ke sebuah
rumah yang dipastikan dihuni Rj.
Pagi itu suasana masih sepi. Di rumah bersangkutan, Rj tampak tengah
berkemas untuk pergi ke hutan menyadap getah karet. Lelaki itu sudah
mengenakan topi dan ransel di punggung siap berangkat. Tiba-tiba saja
petugas merangsek masuk dan melumpuhkan tersangka yang terkaget-kaget.
"Dia tidak berkutik. Saat diinterograsi di tempat itu, Rj mengakui semua
perbuatannya. Dia melarikan diri ke kampung halamannya untuk menghindari
kejaran pihak kepolisian, setelah mengetahui dua korban tindak kejahatannya
meninggal dunia," tutur Zul Azmi lagi.
**
KINI di Mapolres Cimahi terdapat tiga tersangka, yakni Yas alias Robert,
Rj, dan Mk. Empat lainnya masih terus diburu. Untuk mengefektifkan
pengejaran, Polda Jabar melakukan pergantian personel TCT. Tim yang sudah
bertugas diganti dengan anggota baru. Fokus perburuan tetap ke wilayah
Sumatra Selatan.
"Mereka sudah terlalu lelah bertugas di sana. Selain itu, sangat riskan
melakukan pengejaran dengan membawa dua pelaku ke mana-mana. Karena itu,
tim kita tarik dulu sambil membawa pulang tersangka," ujar Kapolres Cimahi
AKBP Drs. Irwanto, kepada sejumlah wartawan di Mapolres Cimahi, Rabu
(20/10).
Didampingi Wakapolres Kompol Tomex dan Kasatreskrim AKP Slamet Uliandi,
Irwanto menjelaskan, pengejaran yang dilakukan tim gabungan Polda Jabar dan
Polres Cimahi itu tidak lebih dari sepuluh hari. Dalam rentang waktu terse
but, tim berhasil menangkap Yus alias Robert (Kamis, 14/10) di Jakarta, Rj
(Minggu, 17/10), dan Mk (Senin, 18/10).
Selain faktor fisik, menurut Irwanto, faktor psikologis personil juga turut
memengaruhi. Apalagi kondisi lapangan belum benar-benar dikuasai, meskipun
ada back up dari polres dan polsek setempat.
Sementara personel di tarik, personil pengganti sudah berada di daerah
pencarian. "Fokus pencarian masih di wilayah Sumatera Selatan. Hal ini
berdasarkan pada keterangan para tersangka," ujar Irwanto. Meski demikian,
sejumlah personel juga diterjunkan di kawasan Jabotabek dan Jawa Tengah.
Rombongan TCT tiba di Mapolres Cimahi kemarin sekira pukul 10.00 WIB.
Mereka disambut Kapolres Cimahi AKBP Irwanto dan sejumlah wartawan yang
sudah menunggu sejak pagi hari. Tim datang dengan menggunakan enam
kendaraan roda empat yang di dalamnya terdapat Rj dan Mk.
Kedua pelaku digiring ke ruang tahanan dalam kondisi tangan dan taki
terborgol. Tampak kaki kanan Mk dibalut perban akibat luka tembak saat akan
melarikan diri. Kedatangan mereka juga menimbulkan kerumunan warga yang
ingin melihat dari dekat para pelaku kejahatan.(Retno HY/Aam PS/Dodo
R/"PR")***
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/