Oh ngagaleuh buku mah gampil sareng marirah di Bandung, di Palasari teh sanaos sapertos di Pasar Senen Jakarta, tapi seueur oge buku-buku alanyarna. Kanggo buku-buku agama di Toko-toko Buku di Jln Oto Iskandardinata palebah Tegallega, abdi kantos meser Al-Quran terjemahan bhs Sunda; cobian we atuh tong di Jakarta bae, sakantenan jalan-jalan ka Bandung; upami rupi-rupi Poster mah ka Jl Cihampelas, abdi oge kapaksa ku pun anak milarian poster-poster anu ceuk urang mah keur naon gambar-gambar nu kitu? Cag ah wilujeng amengan ka Bandung.
maman durahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
maman durahman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ieu menang kopi pasti ti koran pikiran rakyat online. mangga,
nyanggakeun. Sanggeus maca artikel dihandap jadi hayang meuli buku
"Amanat Dina Napas Panungtungan", kumpulan cerpen karya Mh. Rustandi
Kartakusumah. Dimananya neanganana di Jakarta. Sakalian hayang Quran
terjemahan bahasa Sunda.
====================================
Ajip Rosidi Umumkan Peraih Hadiah Rancage
BANDUNG, (PR).-
Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan "Rancage", Ajip Rosidi,
mengumumkan para penerima Hadiah Sastra "Rancage" 2005 di Gedung
Kesenian Sunan Ambu Sekolah Tinggi Seni Indonesia, Jalan Buah Batu
Bandung, Senin (31/1). Acara tersebut dilangsungkan di sela-sela
peringatan ulang tahun sastrawan kelahiran Jatiwangi Majalengka itu,
67 tahun silam.
Ajip mengungkapkan, penghargaan tersebut diberikan kepada para
sastrawan yang menulis dalam bahasa Sunda (ke-17 kali), bahasa Jawa
(ke-12 kali), dan bahasa Bali (ke-3 kali). Untuk setiap lingkungan
bahasa disediakan dua hadiah, yaitu hadiah bidang karya dan bidang
jasa.
"Hadiah 'Rancage' 2005 bidang karya diberikan kepada sastrawan yang
pada tahun 2004 mengumumkan buku yang dianggap unggul. Sedangkan hadih
bidang jasa diberikan kepada individu atau lembaga yang dianggap
berjasa besar bagi perkembangan bahasa dan sastra daerahnya
masing-masing. Untuk setiap hadiah disediakan piagam dan uang sebesar
Rp 5 juta," ungkapnya seraya menambahkan bahwa penyerahan Hadiah
Sastra "Rancage" akan dilaksanakan dalam sebuah upacara resmi di Taman
Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya Jakarta Pusat, Juni mendatang.
Ajip mengatakan, pada tahun 2004, buku yang terbit dalam bahasa Sunda
(selain buku pelajaran dan kamus) berjumlah 16 judul, berbahasa Jawa 5
judul, dan berbahasa Bali 14 judul. Untuk Sunda, yang berhak menerima
Hadiah Rancage bidang karya adalah "Amanat Dina Napas Panungtungan",
sebuah kumpulan cerita pendek karya Mh. Rustandi Kartakusumah.
Sementara itu, orang yang terpilih sebagai penerima Hadiah Rancage
bidang jasa adalah K.H. Ahmad Maki, seorang pengajar di pondok
pesantren yang menerjemahkan syarah berbagai kitab pelajaran berbahasa
Arab ke dalam bahasa Sunda, menggunakan huruf pegon.
Untuk Jawa, buku yang terpilih sebagai penerima Hadiah Rancage adalah
"Donyane Wong Culika", sebuah roman karya Suparto Brata. Sementara
itu, penerima Hadiah Rancage bidang jasa adalah Drs. K.R.T. Suryanto
Sastroatmodjo. Untuk Bali, buku yang terpilih sebagai penerima Hadiah
Rancage bidang karya adalah "Ang Ah lan Ah Ang", sebuah antologi puisi
karya I Made Suarsa. Sementara itu, penerima Hadiah Rancage bidang
jasa adalah Drs. I Made Taro.
Ulang tahun
Kemarin, Ajip Rosidi genap berusia 67 tahun. Serangkai kegiatan
digelar oleh Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PPSS). Setengah
bercanda, Ajip berkata, "Tadinya mah peringatan ulang tahun seperti
ini akan dilangsungkan bertepatan dengan usia 70 tahun. Tapi,sieun teu
kaumuran".
Sebagaimana kelaziman, peringatan hari ulang tahun itu ditandai dengan
acara pemotongan tumpeng. Barulah setelah itu, berjenis-jenis acara
pendukung dilangsungkan. Sejumlah puisi karya Ajip ditampilkan dalam
bentuk musikalisasi. Komunitas Rawayan menampilkan "Umur Beuki
Ngolotan", sebuah puisi yang termaktub di dalam antologi "Kanjut
Kundang" (1963).
Selain itu, Komunitas Zoeroo juga menampilkan musikalisasi puisi.
Empat puisi mereka suguhkan, yaitu "Slogan Cinta" (Rosyid E. Abby),
"Hirup" (Ajip Rosidi), "Villa Cinta" (Euis Balebat), dan "Pananjung"
(Rachmat M. Sas Karana). Dalam kesempatan itu, seniman senior Nano S.
juga memberikan kado sejenis kepada Ajip. Nano menampilkan sebuah
puisi berbahasa Sunda yang berkisah tentang sepenggal perjalanan hidup
Ajip Rosidi.
Setelah musikalisasi, digelar pula acara bedah buku karya Ajip Rosidi
berjudul "Ayang-Ayang Gung". Buku tersebut berisi petikan
korespondensi Ajip dengan sejumlah tokoh dalam kurun waktu 1980-1986.
Bertindak selaku pembahas adalah Setia Permana dan Yudi Latif.
Sebagai acara pamungkas, puisi karya Ajip berjudul "Bagus Rangin"
digelar dalam bentuk drama. Kata Ajip, puisi tersebut memiliki
keistimewaan bagi dirinya. "Beberapa tahun lalu, puisi ini pernah
dipentaskan dalam bentuk drama oleh mahasiswa UPI, dulu masih bernama
IKIP. Pementasan dilakukan di depan khalayak tentara. Nah, ternyata
ada seorang jenderal yang merasa tersinggung oleh pementasan tersebut.
Sehingga, untuk selanjutnya, puisi tersebut tidak boleh ditampilkan,"
kisahnya.(A-125/B-38)***
--
Nuhunkeun pielingna bilih aya kalalepatan
(CMIIW=correct me if i'm wrong)
Wasalam,
Durahman
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Do you Yahoo!?
Yahoo! Search presents - Jib Jab's 'Second Term'
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
- To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

