Punten disundakeun,
kanggo anu kantos nampi atanapi maos ieu artikel
kantun dipupus wae.

ks

-----Original Message-----
From: HRD1 [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Friday, July 15, 2005 1:20 PM
To: Erdina Nura; Ewit; Lucy Nurtriara Triyono; Martin Nurhusin; Mu'min
Cc: 'eko sasongko'; 'eko ichtiarto'; 'guntur'; 'herlita'; 'hrd2';
'kusman'; 'sutjipto sugiwan'; 'widodo'; 'zaqlul'
Subject: FW: [fh97_unpad] FW: Yang perlu diteladani oleh DPR kita ...

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Rika Suci Hardaini
Sent: 13 Juli 2005 15:09
Subject: [fh97_unpad] FW: Yang perlu diteladani oleh DPR kita ...

Tahu bener atawa kagak nih...

+++++++++++

Dear All,

Apakah kita bisa bercermin dengan news dari teman
di Belanda ini??Setelah gaji dan fasilitas Presiden
dan wakil-wakil rakyat (DPR RI) lebih tinggidaripada
Perdana Menteri dan anggota parlemen di negeri
sekaya Belanda.
Ternyata, fasilitas para menteri ini lebih wah juga.
Orang barangkali akan maklum, ketika mobil dinas
Menteri Kabinet Gotong Royong, Volvo S 90
Executive Automatic, melintas memantulkan kilat
cahaya.Maklum, menteri harus dijatah mobil yang
representatif menilai Rp743.000.000, yang
sebenarnya bisa dipakai untuk menyediakan 4 mobil
gres yang lebih rendah hati
Sikap maklum muncul, mungkin saja karena itu sudah
menjadi pemandangan biasa atau karena tidak ada
pengetahuan pembanding. Namun, sikap maklum
tersebut bisa menguap dan berubah menjadi tanda
tanya, ketika ada bahan pembanding yang
menggugah nalar sehat.
Di Belanda, salah satu negeri terkaya di dunia
dengan pendapatan per Kapita mencapai 22.570 euro,
mobil dinas menterinya cuma mobil bekas!
Mengapa menteri Indonesia, yang praktis hampir bangkrut
dan mayoritas rakyatnya melarat, harus bermewah-mewah?

Mobil dinas yang dipakai Minister van
Volkshuisvesting, Ruimtelijke Ordeningen
Milieubeheer (Menteri Urusan Perumahan Rakyat,
Tata Ruang, danPengelolaan Lingkungan), Jan Pronk
(dulu menteri Kerjasama Pembangunan) adalah
mobil bekas (tweedehand) dari menteri pendahulunya,
Margreet de Boer. Pengertian mobil dinas di Belanda
ya begitu masa jabatan selesai harus dikembalikan
kepada negara, sehingga Mercedes E230 itu kini bisa dipakai oleh Pronk.
Tanpa negara harus merogoh brankas untuk membeli mobil baru.

Untuk mobil yang benar-benar sudah tak layak pakai,
barulah diadakan mobil baru. Jenisnya terserah,
sesuai selera para menteri. Namun negara
membatasi bahwa harga mobil itu tidak boleh
melebihi 44,54 sen euro per km x usia mesin.
Jika usia mesin rata-rata 200.000 km, maka harga
untuk mobil dinas menteri Belanda itu maksimal
89.080 euro. Jika diasumsikan 1 euro = 8.000 maka
harga paling mahal mobil tersebut adalah
Rp 712.640.000.
Menteri Keuangan Belanda Gerrit Zalm misalnya, dia
mengendarai Volvo S80.Sedangkan Menteri Perhubungan
dan Perairan Tineke Netelenbos cukup dengan Volvo S70.
Seri mobil di atas dalam pandangan para 'manajer negara' Belanda sudah
dinilai cukup representatif.

Parlemen kita kini terkesan mewah. Gedung DPR RI
Senayan bagai show room Mobil mewah. Padahal di
Belanda, anggota parlemen tidak mendapat gaji dan
tunjangan mobil. Mereka hanya mendapat
schadeloosstelling (ganti rugi) yang cekak dan
tunjangan yang zakelijk.
"Jatah mobil dinas?" Demikian reaksi pertama
Hugo van der Steenhoven, anggota partai Groenlinks, saat ditanya soal
'sarana mobilitas untuk menunjang tugas wakil rakyat' itu. "Ah, laat me
niet lachen, meneer (Jangan membuat saya tertawa, pak.)" kata Van der
Steenhoven.

Dijelaskan bahwa anggota parlemen Belanda itu bukan pegawai negara. Jadi
jangankan mobil dinas, salaris (gaji) pun tidak ada. Istilah salaries
menunjukkan bahwa anggota parlemen berdinas pada pihak tertentu. Sebagai
imbalan jerih payah, anggota parlemen menerima apa yang disebut
schadeloosstelling alias ganti rugi. "Anggota parlemen sepatutnya kan
independen dan oleh karena itu dia tidak berdinas pada pihak manapun,"
jelas dia.

Jadi untuk urusan mobil ke Gedung Parlemen
di Binnenhof (Den Haag),Yang nyata-nyata demi
kepentingan negara, itu menjadi tanggung jawab
masing-masing anggota parlemen.
Apalagi 'mobilitas untuk merawat konstituen', itu
bukan menjadi tanggung jawab dan beban negara
melainkan partai darimana mereka berasal. Di sini
logika yang dipakai simpel saja: urusan menemui
konstituen adalah kepentingan partai, masa negara
harus menanggung biayanya?
Negara hanya menyediakan uang ganti transport untuk
kepentingan tugas anggota parlemen, besarnya 781,36 euro
untuk yang bertempat tinggal dalam radius 10-15 kilometer
dari Kompleks Parlemen Binnenhof (Den Haag),1.093,63 euro
untuk radius 15-20 kilometer dan 1.562,72 euro
untuk radius lebih dari 20 kilometer. Jumlah tersebut semuanya bruto
untuk satu tahun. Untuk yang bertempat tinggal dalam radius 10 kilometer
ke bawah, tidak masuk dalam ketentuan tersebut alias tidak mendapat
apa-apa. Makanya banyak anggota parlemen yang ngantor dengan naik trem,
sejenis angkutan umum kota mirip kereta api tapi bentuknya lebih kecil.
Jan Pronk, kini Minister van Volkshuisvesting, Ruimtelijke Ordening en
Milieubeheer (Menteri Urusan Perumahan Rakyat, Tata Ruang, dan
Pengelolaan Lingkungan), malah sering datang naik sepeda. Demikian
hati-hati dan ketatnya Belanda mengelola keuangan negara, sehingga pada
tahun 2001 neraca keuangan negara surplus sampai 7 milyar gulden (mata
uang euro belum diberlakukan). Kelebihan tersebut sebagian dikembalikan
kepada rakyat sebagai uang surprised di mana
tiap-
tiap rumah tangga mendapat 100 gulden atau setara 100 kG gula.
Sebagiannya lagi dipakai untuk pembayaran utang negara, agar secepatnya
berkurang.

Bila anda berkesempatan melancong ke Belanda, tidak ada salahnya mampir
sebentar ke kompleks parlemen Binnenhof, di jantung kota Den Haag.
Sekalian melakukan 'studi banding' dan setidak-tidaknya anda akan
menyaksikan bahwa di halaman gedung parlemen negeri berpenghasilan
22.570 euro per kapita itu, tidak ada ditemukan mobil kelas Jaguar dan
sejenisnya. Bagaimana dengan parlemen kita?

Sumber : TRUE STORY


 
===kadek======



Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke