rubrik khasanah, pikiran rakyat, sabtu 2 juli 2005

Kongres Ala KUSnet

KALAU ada "bintang lapangannya" maka penyelamat muka Kongres Basa Sunda
(KBS) VIII adalah Komunitas Urang Sunda di Internet (KUSnet). KUSnet ini
semula sama sekali tidak masuk hitungan panitia KBS. Ada memang keinginan
anggota mailing list (milis) agar KUSnet bisa ikut kongres, tapi tidak
tahu caranya.

Baru ketika berlangsung satu pertemuan tanggal 19 Juni 2005, 9 hari
sebelum acara kongres berlangsung di Subang, Ganjar Kurnia yang juga
anggota milis KUSnet mencoba mengusahakannya. Akhirnya KUSnet mendapat
satu undangan. Konsekuensinya, harus membuat makalah.

Tak dinyana, apa yang disajikan KUSnet dengan mendadak itu malah membikin
banyak peserta terenyak terkagum-kagum. Kagum bukan karena mendengar
kepintaran pemakalahnya, kuncen (moderator) KUSnet Mamat Sasmita (54)
berakrobat kata-kata, melainkan lebih pada apa yang telah dikerjakan
KUSnet di jagat maya terhadap bahasa dan budaya Sunda.

KUSnet mula-mula adalah sebuah jaringan milis yang dibuat warga Kuningan
yang bekerja di Jakarta bernama Ismail Rahman tanggal 8 Mei 2000. Sebulan
kemudian, Mamat yang lebih dikenal dengan sebutan Ua Sas, masuk jadi
anggota. Ketika itu milis KUSnet masih beranggotakan 23 orang. Ketika KBS
VII berlangsung di Garut, praktis KUSnet belum ada apa-apanya.

Sekarang, KUSnet beranggotakan 1.500 orang dengan peserta aktif 200-an
orang. Moderatornya pun membengkak jadi 6 orang. Masing-masing, Ismail
Rahman, Ua Sas, Jamaludin Wiartakusumah, Eko Ruska Nugraha, Iskandar, dan
Sidik Wiradireja. Jumlah yang tak bisa dipandang remeh dalam jagat milis.
"Kuncen 6 orang itu, entah, apakah masih kurang atau tidak karena
postingan yang dilakukan dalam bahasa Sunda itu seharinya bisa sampai 150
serelek (surat elektronik)?" kata Ua Sas yang mulai memasuki pensiun di PT
Telkom ini.

Siapa dan di mana saja anggota milis KUSnet? Mereka tersebar di seluruh
dunia. Yang paling tua dikenal dengan panggilan Abah Joe. Warga Cicalengka
ini sudah 30 tahun tinggal di New York. Lainnya, ahli nuklir, ada marinir
yang kini berada di Sierra Leone, dan kuliahan S2 maupun S3 di berbagai
belahan dunia.

Seiring beragamnya latar belakang dan intelektualitas, dengan cepat KUSnet
bergerak. Apa yang semula diobrolkan dengan santai lewat kongres (kongkow
teu beres-beres) di milis, tanpa banyak bicara dan mandiri kemudian semua
itu diimplementasikannya. Sehingga, ketika KBS VIII membicarakan bagaimana
perlunya mengomputerisasi program pont aksara Sunda, anggota KUSnet
malahan sudah lama mengerjakannya. Jadi, mereka yang memerlukan tinggal
menghubungi website KUSNet dengan alamat urang-sunda.or.id. Semua itu
dikerjakan sendirian oleh Dian Tresna Nugraha, anggota KUSnet yang tengah
sekolah IT di Jerman. Hanya perlu waktu begadang dua malam bagi Dian untuk
mengerjakan soal yang bertahun-tahun bahkan mungkin tak terpikirkan
pemerintah atau LBSS (Lembaga Basa jeung Sastra Sunda).

Tak cuma itu, kalau KBS VIII masih memperbincangkan revisi Kamus Umum
Bahasa Sunda yang tak kunjung usai, KUSnet malah sudah merambah Wikipedia.
wikipedia ini adalah ensiklopedi internasional terbuka dengan kontributor
dari seluruh dunia dengan berbagai bahasa dunia. Puluhan negara ikut
memberikan kontribusinya di sana dan jutaan pengguna internet di seluruh
dunia melongoknya. Jadi, Wikipedia ini adalah jembatan untuk masuk,
bergaul, dan mengenalkan diri dalam kancah internasional. Di Wikipedia
ini, terbanyak adalah entry Inggris dengan 500.000 lema. Soal kesundaan
sendiri, mengingat KUSnet baru menggarapnya tahun Maret 2004, baru
terdaftar 700-an lema. Kontributor KUSnet untuk mengisi ensiklopedi
internasional Wikipedia adalah Sidik Wiradireja yang juga kuncen milis.
Sidik bekerja di Kedutaan Indonesia di Korea Selatan.

Tanpa sokongan dana sedikit pun dari pemerintah provinsi Jawa Barat,
KUSnet juga mengerjakan digitalisasi naskah-naskah lama. Yang sudah dan
sedang dikerjakan adalah buku Roesdi jeung Misnem karangan A.C. Deenik
dengan Raden Djajadiredja. Kemudian majalah Poesaka Soenda terbitan tahun
1922-1927. Majalah ini mula-mula bersumber dari Ganjar Kurnia yang tengah
berada di Perancis. Entah dari mana pula Ganjar mendapatkannya. Dari
Perancis, bundelan "Poesaka Soenda" itu dikirim ke Abu Dhabi. Di sini, ada
anggota milis KUSnet yang dengan sukarela men-scan-nya. Dari Abu Dhabi,
naskah hasil scan-an itu dikirim kepada Hasan, anggota milis KUSnet juga,
yang sedang menyelesaikan studi S3-nya di Kuala Lumpur. Nah, oleh Hasan
inilah naskah itu digitalisasi. Maka, mereka yang membutuhkannya kini bisa
mengaksesnya dengan mudah.

Kreativitas lainnya dikerjakan anggota KUSnet bernama Soni Rosa. Ia
membuat game bahasa Sunda, sebuah cara sosialisasi bahasa Sunda yang
bahkan tak disinggung oleh siapa pun pemakalah dan peserta KBS VIII.

Di lapangan, lewat Yayasan Perceka yang dibentuk KUSnet, aksi sosial
dilakukan. Mulai dari membantu korban bencana, pemberian beasiswa, hingga
membuat perpustakaan. Tak kurang dari 15 perpustakaan sudah didirikan
dengan bantuan kencleng anggota KUSnet. Perpustakaan ini tersebar di
perdesaan di Cianjur, Sukabumi, Sumedang, Ciamis, Garut, Tasikmalaya,
Majalengka, dan Cirebon. Di perpustakaan ini, minimal 30% isi perpustakaan
adalah buku berbahasa Sunda. Semua itu, sekali lagi, dilakukan tanpa perlu
menunggu rekomendasi dan Kongres Basa Sunda yang biayanya bisa ratusan
juta rupiah.

Melihat apa yang dikerjakan KUSnet, kita tampaknya boleh optimistis kalau
bahasa Sunda tak akan punah. Setidaknya, di dunia maya. (rahim/"PR")***


mj

http://geocities.com/mangjamal
[EMAIL PROTECTED]


> --- Ujang Kemod <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>> punteun aya nui gaduh copianna artikel ngeunaan
>> kusnet di PR Saptu..
>> kamari milarian di bogor meni sesah pisan PR teh..
>> sok  nu gadug
>> pangajaprikeun si kuirng
>





Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke