Saya
pribadi memprotes keras atas hinaan ini !!!!!! Mohon disampaikan ke Kedubes
Denmark !
Harian
Denmark Hina Nabi Muhammad
Kamis, 13-Oktober-2005, 00:16:07
WIB
Copenhagen. Ibadah puasa Ramadhan bagi umat
Islam terganggu oleh kabar tak menyenangkan dari Denmark. Harian Jyllands-Posten, sebuah media terpandang
di negara itu menerbitkan rekaan wajah Nabi Muhammad SAW. Edannya lagi, rekaan
wajah itu bernilai penghinaan terhadap Sang Nabi dan agama Islam.
Belasan organisasi Islam Denmark telah mendesak
agar Harian Jyllands-Posten
meminta maaf karena telah menerbitkan gambar Nabi Muhammad, dan
melakukan penghinaan yang amat melecehkan. Menurut mereka, harian beroplah
terbesar di Denmark tu telah menghina Islam.
"Surat kabar Jyllands-Posten telah bersikap gegabah dan
menginjak-injak nilai moral dan ajaran suci Islam dengan tujuan menghina dan
mempermalukan perasaan Muslim beserta simbol suci dan relijius Islam," tegas
mereka dalam pernyataannya.
Kasus ini berawal saat seorang penulis Denmark, bernama Kåre
Bluitgen, berencana menerbitkan sebuah buku yang berkisah tentang Nabi Muhammad
SAW. Kalau tak ada aral melintang, buku itu akan terbit dua pekan lagi. Namun,
si penulis ini tidak berani memberikan ilustrasi gambar pada bukunya itu.
Alasannya, takut dianiaya dan ditekan Islam ekstrimis.
Nah, Jyllands-Posten lantas berinisiatif
merespons rasa takut Bluitgen. Harian itu mengundang 40 ilustrator untuk
menggambar ilustrasi Nabi Muhammad. Dan pada 30 September lalu, sebanyak 12
gambar terbaik dipublikasikan dalam terbitan khusus edisi mingguan.
Beberapa ilustrasi
gambar Nabi Muhammad memang terkesan ngawur. Karya Kurt Westergaard, misalnya.
Muhammad digambarkan beralis dan berkumis tebal. Wajahnya tertutup jambang
lebat.
Yang
memprihatinkan, Muhammad digambarkan memakai surban dari peledak berbentuk bola
hitam bersumbu. Namun, seniman Denmark justru mengatakan gambar Westergaard
merupakan salah satu yang terbaik dari peserta kompetisi itu.
Ada juga ilustrasi
Nabi Muhammad sedang menunggangi seekor kuda bersayap. Mungkin kuda terbang itu
merupakan pengenjawantahan buroq. Sebagian gambar bisa diakses di situs harian
itu. http://pics.jp.dk/nybillede/default.asp?id=2253&pixid=31801
Sementara itu, Jyllands-Posten menolak meminta maaf dan
berdalih apa yang mereka lakukan merupakan kebebasan berbicara. Jyllands-Posten malah mengaku menerima
beberapa kali ancaman. Mereka mengaku telah melaporkan ancaman itu ke polisi.
Hampir 150 ribu umat
Islam tinggal di Denmark. Jumlah itu mewakili 2,8 persen dari 5,4 juta total
penduduk negara pimpinan Perdana Menteri Anders Fogh Rasmussen itu. ap/jihadwatch/uriaspoten/sdy