Baraya, dina serelek tatanggi aya nu wera. Muhun ka
anggota DPR. Edas eta werana, mani nyabit-nyabit
arsenik saga rupi. Teu disundakeun ieuh, mangga bae
pada ngailo.
AJ
Saya tidak tahu berapa tepatnya penghasilan seorang
anggota DPR RI. Namun begitu, dari cuplikan beberapa
sumber saya dapatkan beberapa data berikut:
1. Kompas on-line, Kamis 18 Agustus 2005, "DPR Tetap
Ingin Penghasilan Naik"
..............
DPR beberapa waktu mengusulkan kenaikan anggaran DPR
dalam Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-
KL) 2006. Dalam RKAKL itu, gaji pokok DPR memang tidak
dinaikkan. Namun, DPR menaikkan berbagai tunjangan dan
dana operasional khusus tiap anggota DPR. Dengan
begitu, penghasilan atau take home pay, Ketua DPR
praktis naik dari Rp 40,1 juta menjadi Rp 82,1 juta,
Wakil Ketua DPR menjadi Rp 67,7 juta, dan anggota DPR
dari Rp 28,3 juta menjadi Rp 51,8 juta.
..............
2. Kompas on-line Sabtu, 10 Juli 2004, "Anggota KPI
Usul Penghasilan Rp 35 Juta Lebih per Bulan"
..............
Djoko Susilo juga mempersoalkan usulan 10 unit
kendaraan roda empat untuk sembilan anggota KPI dan
Sekretaris Jenderal KPI yang masing-masing senilai Rp
285 juta. "Sekadar perbandingan, tunjangan kendaraan
roda empat anggota DPR saja hanya sekitar Rp 70 juta,"
kata Djoko.
..............
Take home pay anggota DPR di atas sudah mencakup biaya
tagihan telepon, listrik Rp1.750.000, dan banyak pos
pribadi lainnya. Sedangkan tunjangan lainnya di luar
take home pay dan tunjangan kendaraan roda empat itu
adalah tunjangan dana reses ke daerah, dinas luar,
uang representasi, dan tunjangan RUU. Jenis tunjangan
ini dapat mereka ciptakan sendiri bagi kepentingan
mereka sendiri.
Kali ini, mereka, anggota DPR RI itu, "memutuskan
nasib mereka sendiri untuk mendapat tambahan
penghasilan Rp. 10 juta perbulan terkait dengan
kenaikan BBM".
Begitulah, mereka, anggota DPR itu, sibuk dan pusing
dengan urusan pundi-pundi dan kesejahteraan mereka
sendiri. Keberadaan mereka nyata-nyata hanya menjadi
beban APBN, beban rakyat Indonesia secara keseluruhan,
sedangkan manfaatnya nyaris tak terdengar.
Tidak hanya DPR RI (Pusat), anggota DPRD juga
kelakuannya setali tiga uang: sibuk dan pusing dengan
urusan pundi-pundi dan kesejahteraan mereka sendiri.
DPRD berbagai daerah berlomba-loba dengang gaji tinggi
mereka serta berlomba-lomba pula menciptakan
tunjangan-tunjangan aneh bin ajaib, termasuk "cendera
mata" purna karya kelak.
Memuakkan..!!
Sudah waktunya keberadaan lembaga DPR-DPRD ini
ditinjau ulang, direstrukturisasi secara mendasar.
Untuk DPR, jumlah anggotanya tidak perlu banyak (100
orang juga nampaknya masih terlalu banyak),
gaji-tunjangan-fasilitas yang biasa-biasa saja (take
home pay Rp. 10 juta juga nampaknya masih terlalu
besar).
Satu hal lagi yang amat perlu: siapkan racun arsenik
buat anggota DPR (juga DPRD) yang menjadi calo
anggaran atau calo apapun, serta bagi anggota DPR yang
tetap saja tidak puas juga dengan "menjadi lintah
darah kolektif penghisap keuangan negara" sehingga
"menjadi lintah darat partikulir penghisap uang apa
saja" (yang terbongkar baru masalah calo anggaran
itu). Racun arsenik akan mengurangi hal memuakkan ini.
__________________________________
Start your day with Yahoo! - Make it your home page!
http://www.yahoo.com/r/hs
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/