eulueh geuning kitu nyah caritana.....
panginten sapalihan warga betawi anu terang kana sajarah mah sanes bagja kana
ulang taun batawi teh... malah sedih....
waluya56 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Jakarta cenah milangkala 22 Juni, sabab di tanggal 22 Juni eta
kurang leuwih 500 taun katukang, pasukan Fatahillah (Falatehan) ti
Demak ngelehkeun pangawasa palabuhan Sunda Kalapa (Palabuhan
Pajajaran) terus ngaganti aranna jadi Jayakarta.
Saurang Tokoh Betawi, Ridwan Saidi ngaku sedih, tibatan gumbira kana
kajadian ieu, saperti wartos tina Kompas, 23 Juni 2007 :
Ridwan Saidi:
Hati Saya Perih
Menyambut ulang tahun Jakarta tanggal 22 Juni, tidak semua orang
Betawi bersukacita. "Hati saya perih. Pada tanggal itu 3.000 rumah
orang Betawi yang di pinggir laut dibakar pasukannya Fatahillah.
Bagaimana mau senang? Apa yang mau kita rayain, orang Betawi
terpaksa ngungsi ke balik gunung," kata Ridwan Saidi, budayawan
Betawi, yang ditemui Selasa (19/6) sore di Jakarta.
Lelaki kelahiran 2 Juli 1942 ini lalu menuturkan peristiwa abad ke-
16 ketika Prabu Siliwangi mengangkat orang Betawi, Wak Item, sebagai
Syahbandar Kelapa.
"Enggak ada yang tahu lahirnya kapan, tetapi kita semua tahu
meninggalnya: 22 Juni," tutur Ridwan.
Wak Item dengan 20 pengawalnya lalu berhadapan dengan pasukan
Fatahillah. Syahbandar itu tewas dan orang Betawi mengungsi
ke "balik gunung".
"Dulu, sekitar Gedung Arsip Nasional ke arah tengah kota ada bukit,
namanya Blauwe Bergen, Bukit Biru," lanjut Ridwan mengutip sumber
sejarah dan litografi.
"Jadi, merayakan HUT Jakarta yang mana? Itu sama seperti orang Irak
merayakan hari penyerbuan Amerika Serikat ke negaranya," ujar
anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan periode 1977-1987 ini.
(NMP/SHA)
---------------------------------
It's here! Your new message!
Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar.