Baraya sadayana kanu teu acan terang sareng kaleresan amengan ka
ciater aya obyek wisata curug capolaga didaerah panaruban mangga ieu
wartana dihandap punten teu disundakeun.

baktos
ern

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=13012

Menikmati Empat "Curug" Capolaga

JIKA Anda ingin menikmati sisi lain kawasan Bandung, sesekali arahkan
kemudi Anda ke Bandung Utara. Usai melintas kawasan Lembang dan
Tangkubanparahu yang teduh dengan pohon cemaranya yang menjulang, Anda
akan menemui kawasan wisata Ciater.

Di titik pertigaan antara Bandung, Ciater, dan Desa Cicadas Kab.
Subang, Anda jangan berbelok ke kanan, tetapi berbeloklah ke kiri (ke
arah Desa Cicadas). Sepuluh menit kemudian, Anda akan menemui kawasan
wisata alam "Capolaga Adventure Camp".

Di kawasan ini Anda tidak hanya akan menikmati kebun teh yang
menghijau atau alam pegunungan yang segar, tetapi juga berbagai objek
wisata yang sudah dikemas sedemikian rupa. Mulai dari kawasan camping
ground, air terjun, sungai, flying fox, tracking, bird watching,
sampai ke agrowisata kebun sayuran dan buah organik.

Kawasan wisata alam Capolaga sebenarnya terdapat di Kab. Subang.
Tepatnya di Kampung Panaruban, Desa Cicadas, Kec. Sagalaherang, Kab.
Subang, Jawa Barat. Namun karena kawasan ini berada tepat di
perbatasan Kab. Bandung, waktu tempuh ke kawasan ini tidak terlalu
lama. Anda hanya akan menempuh waktu 1 jam dari arah Bandung, 1 jam
dari Purwakarta, 30 menit dari Kota Subang, 30 menit dari Lembang, dan
15 menit dari Sagalaherang.

Kawasan ini memiliki keindahan ekosistem Sungai Cimuja dan Sungai
Cikoneng yang menghadirkan 4 air terjun unik. Keempat air terjun itu
adalah Air Terjun Cimuja, Air Terjun Karembong, Air Terjun Sawer, dan
Air Terjun Doa Badak. Keempat air terjun inilah yang menjadi daya
tarik kawasan perkemahan Capolaga.

Starting point masuk kawasan ini dimulai dari pintu masuk Capolaga
Adventure Camp. Di tempat ini Anda bisa membayar biaya masuk terlebih
dahulu dan mendapatkan kantong keresek. Buat apa? Mungkin itulah
pertanyaan yang muncul. Bukankah dengan kawasan alam yang segar
pengunjung tidak akan mabuk atau muntah?

Eits...tunggu dulu! Ini kawasan reservasi bung! Kalau Anda ingin masuk
dan menikmatinya, tidak boleh buang sampah sembarangan. Kantong
keresek itulah yang menjadi tempat sampah mobile agar pengunjung tidak
membuang sampah di mana-mana.

"Kita memang tidak menyediakan tempat sampah karena cara itu akan
menambah pekerjaan bagi pengelola. Bukan karena malas, tetapi justru
untuk mendidik kita semua untuk tidak membuang sampah sembarangan,"
ujar H.M. Tjetje Suhana, Direktur Capolaga Adventure Camp.

Sebenarnya, ada dua jenis pengunjung yang datang ke kawasan ini.
Pengunjung yang datang hanya untuk menikmati alam dan air terjun serta
pengunjung yang datang untuk menginap. Pengunjung jenis kedua biasanya
sudah melakukan reservasi terlebih dahulu karena biasanya rombongan
dan menginap, sedangkan pengunjung pertama bisa datang langsung saat
itu juga.

Pengunjung rombongan berasal dari berbagai kalangan, ada mahasiswa
yang akan melakukan pengamatan alam, burung, ataupun sungai, karyawan
perusahaan yang akan outbound ataupun outing; sampai ke rombongan
ibu-ibu PKK ataupun darma wanita yang ingin melihat kebun sayur/buah
organik. Sementara itu, untuk pengunjung perorangan, ada juga lho yang
datang karena ingin meraup tuah dari air terjun.

Para pengunjung yang menginap, bisa bermalam di bawah tenda di
blok-blok perkemahan yang tersedia. Blok ini disesuaikan dengan posisi
air terjun, ada blok Cimuja, blok Karembong, blok Sawer, dan blok Goa
Badak. Satu blok perkemahan dapat menampung 50 orang dengan tarif tiap
orang Rp 7.500,00 per malam.

Sementara itu, pengunjung yang tidak mau menginap di tenda, dapat
menyewa pesanggrahan ataupun vila yang disediakan pengelola. Tarifnya
berkisar Rp 350.000,00 sampai Rp 1.250.000,00 dan dapat menampung
cukup banyak orang.

**

KEISTIMEWAAN kawasan ini terletak pada keempat air terjunnya. Air
terjun (curug dalam bahasa Sunda) pertama adalah Curug Cimuja. Curug
ini terletak di kawasan paling hulu. Konon, menurut Tjetje, pada zaman
dulu curug ini sering digunakan untuk memuja dan bersemedi memohon
sesuatu.

Pemujaan biasanya dilakukan pada malam hari dan bila sang pemuja sudah
selesai menyampaikan doa-doanya, ia harus mandi pada malam hari di
bawah tumpahan curug ini. "Tapi sekarang juga ada lho yang sengaja
datang untuk melakukan semedi seperti itu," ujar Tjetje.

Curug kedua adalah Curug Karembong. Sesuai namanya, curug ini
menyerupai karembong (selendang) yang "dikebutkan". Derai airnya yang
khas dapat dimanfaatkan untuk water teraphy. Bagi Anda yang sering
pegal linu dan rematik, dapat mencoba keampuhan Curug Karembong ini.

Curug berikutnya adalah Curug Sawer. Curug ini tinggi hanya 5 meter.
Akan tetapi kalau airnya sedang besar, curug ini menyerupai bunga yang
ditaburkan. "Makanya, namanya pun Curug Sawer. Sawer dalam bahasa
Sunda kan bisa diartikan tabur bunga," kata Tjetje.

Di bawah tumpahan Curug Sawer terdapat kolam berukuran lebar. Anda
bisa mandi di tempat ini. Namun sayang, Anda tidak diperkenankan
menggunakan sabun mandi. Tujuannya tiada lain agar ekosistem di
kawasan curug tersebut tidak terganggu.

"Kalau mau pakai sabun atau sampo, mandinya di kamar mandi yang sudah
disediakan saja," unkap Tjetje seraya menambahkan, mandi di bawah
curug ini bisa dilakukan dengan menggunakan dedaunan. Asyik ya, jadi
kayak Tarzan!

Curug yang terakhir adalah Curug Goa Badak. Di tempat ini Anda bukan
hanya dapat menikmati keindahan curug setinggi 8 meter, tetapi juga
kolam untuk berenang dan gua. Entah karena apa gua ini disebut gua
badak. Akan tetapi, posisinya yang berada tepat di sebelah air terjun
membuat gua ini cukup menarik.

Jarak tempuh antar-curug yang satu dengan lainnya, berbeda. Jarak
antara Curug Cimuja dan Curug Karembong lebih kurang 250 meter, Curug
Karembong-Curug Sawer lebih kurang 250 meter, Curug Sawer-Curug Goa
Badak lebih kurang 550 meter. Jadi, jika Anda menyambangi keempat
curug tersebut, Anda sudah berjalan lebih kurang 1.250 meter!

Meski jarak tempuh ini lumayan, Anda tidak akan merasa kelelahan.
Udaranya yang segar dengan pepohonan hutan yang memayungi, Anda bisa
terus dibuat penasaran untuk menuntaskan kunjungan ini sampai di Curug
Goa Badak. Apalagi, di setiap curug Anda dapat rehat dulu sebentar
sambil menikmati keindahan dan keistimewaan masing-masing curug.

**

JUMLAH kunjungan terbanyak, kata Tjetje, terjadi setiap akhir pekan.
Waktu terlama menginap, pada umumnya 3 sampai 5 hari. Untuk
perusahaan-perusahaan yang melakukan outbound ataupun outing dapat
membawa konsumsi sendiri ataupun memesan kepada pengelola.

Begitu juga bagi pengunjung perorangan atau keluarga. Bila memang
tidak sempat membawa makanan dapat memesan makanan ke tempat
pengelola. "Untuk minuman dan makanan ringan, selalu tersedia. Tetapi
untuk permintaan makan bagi keluarga, biasanya harus pesan terlebih
dahulu," ujar Tjetje menerangkan.

Sisi lain yang dapat Anda kunjungi adalah lahan sayur/buah organik
yang dikembangkan Kandaga Organic. Lahan yang dikelola Nick Djatnika &
Sari Koeswoyo dan rekan ini ditanami berbagai jenis sayuran dan buah
organik. Aneka selada benih impor seperti red bowl salad, raddiccho
rossa de treviso, pandero, lettuce, spinach, dll dapat Anda temui di
tempat ini.

Kalau kebetulan sedang panen, Anda dapat membawanya pulang. "Lumayan,
kalau buah di kebun biasanya lebih murah. Padahal, ini sayuran organik
lho. Dikembangkannya tidak menggunakan pestisida," ujar Nick.

Kebun organik ini, menurut rencana akan dikembangkan lebih jauh
sebagai kebun pembelajaran yang bersifat ecotourism. Namun sayang,
saat "PR" sowan ke lahan tersebut kebun itu baru saja diterjang angin
besar sehingga sayuran dan buah organiknya rusak semua.

Kawasan lain yang menarik dan berdekatan dengan Capolaga adalah
kawasan penangkaran kupu-kupu. Tempatnya terletak tepat di depan
Capolaga. Hanya karena keterbatasan waktu, "PR" tidak sempat
melihat-lihat kawasan ini.

Nah, jika Anda ingin lebih memberi "warna lain" dari kunjungan wisata
Anda ke Kota Bandung, betapa menariknya kan kalau mencoba bertandang
ke kawasan ini. Anda bisa mandi di bawah air terjun, menikmati hutan,
bisa bermain flying fox, atau lainnya. Anda tertarik? Yuuk...!
(Eriyanti/"PR")***
Penulis:

Kirim email ke