Wilujeng siang baraya... Emut waktos nuju alit, ngempelkeun Hanjeli didamel kangkalung... Nembe terang yen Hanjeli tiasa diemam ningan?... Pami seueur mah saurna tiasa janten gegentos beas. Jaba seueur pisan khasiatna.
Wartosna nyanggakeun, punten teu diSundakeun. salam, ro2. Hanjeli, Makan Orang Sunda yang Terlupakan Hiruk-pikuk Jalan Cihampelas taklagi mengingatkan orang Sunda pada hanjeli, makanan masa lalu yang bergizi. Padahal, di sana, dulu banyak ditumbuhi hanjeli. Hanjeli ataujali alias Coixlacry-ma-jobi L merupakan tanaman yang populer di masyarakat Sunda masa lalu. Tanaman tersebut mirip alang-alang atau tanaman jagung. Buahnya yang merupakan sumber makanan berbentuk bulat menyerupai biji jeruk. Jika masih mentah, warna buah hanjeli hijau. Namun, jika sudah matang, buah hanjeli berwarna putih. Buah hanjeli putih bisa dipanen dan diolah menjadi makanan. la diolah dengan cara dijemur lalu ditumbuk. Isi biji hanjeli yang ditumbuk bisa langsung ditanak seperti beras. Hasilnya seperti nasi matang, tetapi lebih lengket menyerupai nasi ketan. Orang Sunda biasa memakan hanjeli yang ditanak atau menjadikannya peuyeum atau tape. Tanaman pagar... Menurut situs bandungheritage.org, dahulu di Cihampelas terdapat situ atau danau kecil bemama Situ Bunjali di selatan kolam renang Cihampelas. Nama Bunjali yang diambil dari kata jali atau hanjeli merupakan salah satu tempat yang dahulu banyak ditanami hanjeli. Daerah lain yang jugabanyak ditanami hanjeli adalah kawasan Punclut, Lembang, Kabupaten Bandung. Kini di Lembang, hanjeli ditanam sebagai tanaman pagar. Tiga tahun lalu di Jalan Barisan Keamanan Rakyat (BKR), Kota Bandung, terdapat kios bubur kacang hijau yangjuga menyediakan bubur hanjeli, tetapi kini sudah tutup. Di kawasan Oray Tapa, Manglayang, Kabupaten Bandung, masih banyak petani menanam hanjeli sebagai tanaman pagar. Samsu (65), petani di kawasan Oray Tapa, mengatakan, hanjeli hanya ditanam untuk dipetik buahnya sebagai pengganjal perut keluarga. Dari kebunnya ia hanyabisa memanen hanjeli setiap enam bulan sekali dengan,jumlah tak sampai 5 kilo. "Biasanya disimpan dan tak pernah dijual. Di keluarga saya, hanjeli biasa diolah jade tape," katanya. Tanaman hanjeli milik Samsu ditanam di pinggir huma bersamakunyit dan katuk. Samsu biasanya menanam hanjeli pada musim hujan dan memanen pada musim kemarau. Sebagai tanamanbahan makanan, hanjeli tergolong mudah dipelihara. "Jarang ada hamanya dan pasti bisa dipanen. Soalnya, tanaman ini memang kuat terhadap hama, seperti tanaman liar," kata Samsu. Menurut situs http://www.kas-kus.us, biji hanjeli mengandung protein, lemak, karbohidrat, vitamin Bl, asam amino, coixol, coixe-nolide, dan coicin. Secara farma-kologis, biji hanjeli dapat memper-kuat limfa dan paru-paru, meningkatkan daya tahan tubuh, peluruh kencing, antiradang, antitoksin, dan menyembuhkan bisul. Biji hanjeli juga mampu mengganggu pertumbuhan sel kanker pada tingkat metafase. Di samping itu, bagian ini juga mampu meningkatkan fungsi korteks adrenal dan menambah imunitas sel serta fungsi hormonal. (KOMPAS)

