asana langkung kang ti 40% mah..
ceuk panejo kuring mah bisa kana 60-70% na


2008/4/30 Aldo Desatura ™ <[EMAIL PROTECTED]>:

>   *no comment dech.. ngeliat yang ginian.... dari pada ngurusin pornoh2
> mendingan rapihin virus nyang kayak beginian negh....
> *
>
> *
> *
>
> *40 Persen PNS Pemkot Nganggur*
>  Wali Kota : *Mereka Hanya Ngobrol dan Main Game; Total PNS di Pemkot 15
> Ribu Orang; Pakar Pemerintahan Unhas Usulkan Rasionalisasi Pegawai di Pemkot
> *  *Makassar, Tribun* - Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin
> mengungkapkan, sekitar 40 persen pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup
> Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang menganggur. Mereka tetap masuk kantor
> tetapi tidak mengerjakan tugas.
> "Saya tidak tahu jumlah pastinya. Tapi Anda lihat sendiri kan. Masih jam
> kerja mereka sudah tidak mengerjakan apa-apa. Ada yang cuma ngobrol dan yang
> main game," kata Ilham di Balaikota Makassar, Senin (28/4).
>   Dari pantauan Tribun di balaikota dan beberapa unit kerja lainnya,
> termasuk di beberapa kantor camat dan lurah, hampir sebagian besar pegawai
> santai di saat jam kerja.
> Dihubungi terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Makassar,
> Sittiara, mengatakan, kemungkinan PNS menganggur yang dimaksud wali kota
> adalah mereka yang bertugas di instansi teknis.
> Di lingkup Pemkot Makassar terdapat sekitar 15 ribu lebih PNS. Sekitar
> 8.000-an adalah tenaga pendidik atau guru dan 2.000 orang adalah tenaga
> kesehatan. Sedangkan sisanya sekitar 5.000 adalah PNS yang bertugas di
> instansi teknis, termasuk di balaikota.
> Artinya, sekitar 2.000 PNS yang tidak punya kerjaan yang jelas meski mereka
> tetap berada di kantor atau mereka yang memilih ngobrol di warung kopi pada
> jam kerja.
> Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Hasanuddin, Dr Armin
> Arsyad MSi, menyarankan pemkot melakukan rasionalisasi bila memang sudah
> kelebihan pegawai.
> "Ini juga dilakukan di Amerika untuk instansi yang dianggap gemuk. Jadi,
> pemkot harus memberi banyak pekerjaan dan menyiapkan job yang jelas kepada
> para PNS itu," katanya.
> Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menneg PAN) juga pernah
> melontarkan wacana rasionalisasi terhadap PNS yang dianggap terlalu besar.
>
> Sudah Lama
> Ilham mengakui, fenomena PNS menganggur sudah lama terjadi. Hanya tidak ada
> penyikapan pasti dari pimpinannya.
> "Saya sepakat dengan Pak Herry (Wawali Andi Herry Iskandar) untuk membuat
> aturan internal. Mereka yang sudah tidak bekerja, suruh pulang saja.
> Daripada di kantor mereka pake listrik, air, kopi. Buat anggaran
> membengkak," katanya.
> Bagi PNS yang dipulangkan cepat tentu bukan tanpa konsekuensi. Pemkot akan
> menerapkan tunjangan berdasarkan kinerja.
> Bagi mereka yang dipulangkan cepat, tentu tidak akan mendapatkan banyak
> tunjangan. Sistem tunjangan berbasis kinerja sudah diterapkan oleh
> Pemerintah Provinsi Gorontalo.
> Ilham mengakui, dia mengambil contoh Gorontalo untuk menerapkan sistem
> serupa. "Jadi meskipun dia tukang sapu, kalau rajin, dia akan mendapat
> banyak (uang)," kata Ilham yang akan maju lagi di Pemilihan Kepala Daerah
> (Pilkada) Makassar.
>
> Susah Dikeluarkan
> Sementara itu, Armin mengemukakan teori pemerintahan dalam enterpreneur
> governance seperti yang diterapkan di Amerika.
> Bila PNS terlalu banyak maka perlu dilakukan rasionalisasi dengan cara
> menempatkan mereka pada proyek-proyek besar yang dikerjasamakan oleh
> pemerintah daerah dengan instansi swasta.
> "Itu cara menempatkan pengangguran yang tak kentara di pemerintahan. Kalau
> mereka merasa dirugikan maka mereka mengundurkan diri, tapi kalau negara
> yang dirugikan maka mereka dirasionalisasi," ujar dosen FISIP Unhas ini.
> Menurut Armin, PNS di Indoensia gampang masuk tapi susah keluar atau
> dikeluarkan. Hal inilah yang menyebabkan membengkaknya jumlah PNS tanpa
> melihat kompetensi mereka.
> "Hemat saya, pemerintah kota memberikan mereka job yang jelas, berikan dia
> meja kerja dan pekerjaan yang tegas. Untuk apa PNS memberikan pelayanan
> kalau tak punya meja kerja. Itu juga yang menjadikan alasan dosen- dosen di
> Unhas menjadi liar, cepat pulang, karena tidak punya meja kerja," katanya.
> Selain itu, apabila departemen dalam negeri meminta formasi, pemerintah
> kota jangan asal kirim. Harus ada analisa job lebih jauh sesuai keahliannya.
>
> "Jangan hanya sekadar menampung pengangguran dan mengakomodasi honorer
> tanpa ada analisis job. Itu sama saja dengan balas jasa politik," tambahnya.
>
> Di Unhas
> Ilham menjadi dosen tamu kuliah umum yang digelar Jurusan Ilmu Politik dan
> Ilmu Pemerintahan FISIP Unhas di Gedung PKP, Kampus Unhas Tamalanrea,
> kemarin.
> Selain Ilham yang akrab Aco, dosen pembimbing mata kuliah analisis
> pemerintahan Dr Jayadi Nas juga menjadi nara sumber. Keduanya memberikan
> kuliah dengan tema Pemerintahan Kota Makassar: Kini dan ke depan.
> Antusiasme mahasiswa melebihi kapasitas tempat duduk yang disiapkan
> panitia. Puluhan mahasiswa yang terlambat datang terpaksa duduk melantai di
> dalam gedung berkapasitas 300 orang ini.
> Acara dibuka Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Sospol Unhas, Dr
> Armin Arsyad. Dalam sambutannya, Armin menyebut kuliah tamu bagian dari
> upaya mendialogkkan gagasan politik praktis dengan teori-teori yang
> diperoleh mahasiswa di kampus.
>
> Tribun Timur, Selalu yang Pertama <http://www.tribun-timur.com/>
>
> Ada peristiwa menarik?
> SMS www.tribun-timur.com di 081.625.2233
>
> --
> Aldo Desatura (R) & (c)
> 62.0817.19.40.50
> ========
> Sibukkan diri kita dengan Dzikrullah dan sempatkan diri kita menghadiri
> majelis-majelis dakwah
>  
>



-- 
-----------------------------------------------------------
AGUS PAKUSARAKAN
08128377662
www.smarthubtech.co.id-----------------------------------------------------------
www.independen.wordpress.com
www.inkas.wordpress.com
www.garut0262.wordpress.com
www.azzoman.indonetwork.net

Kirim email ke