Ayu, Dijual Keluarga dan Disiksa Majikan

AYU Andira (10), pembantu yang disiksa majikannya, memperlihatkan lukanya di
ruangan Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Karawang, Kamis (27/8). Ia
diselamatkan tetangga di Perumnas Telukjambe, Desa Sukaluyu, Kec. Telukjambe
Timur, Kab. Karawang.* DEWIYATINI/"PR"

 KAMIS (27/8) kira-kira pukul 10.00 WIB, Lis Latifah salah seorang tetangga
MS (28) di Perumahan Nasional Telukjambe Blok K RT 12 RW 15, Desa Sukaluyu,
Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, mendengar suara benturan ke
tembok di rumah Masni. Dia juga mendengar jeritan minta tolong dari bocah
Ayu Andira (10), yang selama ini dikenal sebagai pembantu di rumah MS.

Karena penasaran, bersama beberapa tetangganya, Lis pun mendatangi rumah MS.
Ketika didatangi, MS berusaha menutupi perbuatannya pada Ayu. Ia
menyembunyikan Ayu. Akan tetapi, para tetangga yang curiga memaksa masuk dan
menemukan Ayu dalam kondisi babak belur.

Menurut Lis, sudut mata kiri Ayu saat itu masih mengalirkan darah. Di bagian
kaki kanannya, tampak luka sobek bekas disetrika. Lengan kirinya lebam
karena dipukuli martil. Para tetangga pun berinisiatif menyelamatkan Ayu,
tapi ditahan oleh MS. Terjadilah aksi rebutan Ayu.

Tetangga lainnya memanggil ketua rukun warga dan kepala desa. Ayu pun
berhasil diselamatkan dan dibawa ke tempat dr. Zaenal. Kepada tetangga yang
menyelamatkannya, Ayu mengaku diancam dengan sebilah pisau kalau berteriak.
Ayu juga mengatakan alasan dia disiksa dengan cara disetrika karena pakaian
yang dicucinya terkena lunturan dari pakaian lain. Ayu pun dibawa Kepala
Desa Sukaluyu H. Kasman dan warga lainnya ke Polres Karawang untuk
melaporkan perbuatan MS.

Tetangga MS tidak pernah menyangka bahwa keluarga MS yang tinggal sejak Juli
2009 lalu itu, menyiksa Ayu. Namun, mereka sering melihat Ayu mengerjakan
pekerjaan rumah seperti mencuci, memangkas rumput, hingga memotong dahan
pohon di halaman.

Sementara itu, kepada penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres
Karawang, Brigadir Satu Mutiara Harahap, MS mengaku tidak sadar dengan
perbuatannya. MS mengatakan, ia menganiaya Ayu karena sering berbohong.
"Setiap berbohong, Ayu pasti dicubit dan dipukul," kata Mutiara menirukan
pengakuan MS.

Saat ditanyai, Ayu mengaku, bekerja dari pukul 6.00 WIB dan baru
diperbolehkan tidur sekitar pukul 24.00 WIB setiap harinya. Aktivitas Ayu
dibuka dengan menyiapkan sarapan untuk keluarga, memandikan anak dan
memakaikannya seragam sekolah. Pada siang hari, dia mengepel, mencuci, dan
menjemur pakaian. Setelah itu, disambung membereskan rumah dan diakhiri
dengan aktivitas merendam pakaian. Ayu diberi jatah makan dua kali sehari.
Itu pun makanan sisa dan terkadang makanan basi. Dia pun tidur di lantai.

Pengakuan mengejutkan, ternyata MS sengaja membeli Ayu dari keluarganya di
Kabupaten Kabanjahe, Provinsi Sumatra Utara pada Juli 2009 lalu senilai Rp
2,6 juta, untuk dijadikan pembantu. Namun, dia kecewa mendapati Ayu yang
usianya masih 10 tahun. MS berniat mengembalikan Ayu pada September 2009.
Karena sering melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, Ayu pun sering disiksa
dengan cara dicubit, dipukul, bahkan dibenturkan ke tembok oleh Masni. Empat
anggota keluarga lainnya tidak pernah menyiksa Ayu.

Kini MSi mesti mempertanggungjawabkan perbuatannya di Polres Karawang.
Namun, ia tidak ditahan karena masih memiliki tiga anak yang masih kecil.
(Dewiyatini/"PR")***

Cite:
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=94915

Kirim email ke