Sidang Isbat Digelar Sabtu
Lebaran Diprediksi Minggu

JAKARTA, (PR).-
Pemerintah memperkirakan Idulfitri 1 Syawal 1430 Hijriah akan jatuh
pada Minggu (20/9) atau sama seperti yang sudah ditetapkan oleh
masyarakat Muhammadiyah.

"Muhammadiyah kan sudah menetapkan tanggal 20 September. Kita
mudah-mudahan bisa sama tanggal 20. Mudah-mudahan Idulfitri tanggal
20," kata Menteri Agama Maftuh Basyuni di Gedung DPR/MPR RI Jakarta,
Senin (14/9).

Namun, untuk memastikan 1 Syawal itu, kata Maftuh, pemerintah akan
melakukan sidang isbat yang dihadiri para ahli hisab dan rukyat di
Departemen Agama Jakarta, pada Sabtu (19/9) petang. Sidang isbat
diselenggarakan setelah para petugas yang ditentukan untuk melihat
hilal di seluruh wilayah Indonesia melaporkan hasilnya.

Maftuh memperkirakan, pada Minggu mendatang bulan sudah berada di atas
ufuk jadi sudah bisa dilihat oleh petugas yang telah ditunjuk oleh
Departemen Agama, kecuali jika mendung dan hujan sehingga hilal tidak
terlihat. Perkiraan tersebut didasarkan 29 Ramadan atau Sabtu (19/9)
bulan sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian 3-5 derajat sehingga
sudah bisa dilihat.

"Kalau hilal sudah terlihat pada tanggal 19 September petang, akan
diumumkan 1 Syawal 1430 Hijriah bertepatan dengan tanggal 20
September," katanya.

Maftuh berharap, pada Sabtu (19/9) udara cerah sehingga para petugas
bisa melihat hilal secara jelas. Untuk melihat hilal selain petugasnya
yang memiliki pengetahuan juga didukung dengan peralatan canggih.

"Mudah-mudahan tidak ada hujan atau mendung sehingga Lebaran kita bisa
sama-sama. Pemantauan kami nanti diperkuat dengan peralatan canggih
dari Bosscha dan LIPI," ujarnya.

Sidang isbat pun dilakukan saat pemerintah akan menetapkan hari
pertama Ramadan. Saat itu, Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh
Basyuni memutuskan bahwa pemerintah menetapkan awal Ramadan 1430 H
jatuh pada Sabtu, 22 Agustus 2009. Hasil pemantauan Badan Hisab dan
Rukyah (BHD) dari berbagai sumber di seluruh Indonesia saat matahari
terbenam pada Kamis (20/8), posisi hilal berada di bawah ufuk.

Hasil hisab yang dihimpun dari berbagai sumber menetapkan, ijtima 1
Ramadhan atau akhir Saban jatuh pada hari Kamis tanggal 20 Agustus
2009 M pukul 17.02 WIB. Data hisab yang dihimpun Depag dari berbagai
sumber menyatakan bahwa pada saat matahari terbenam pada tanggal
tersebut seluruh wilayah Indonesia posisi hilal masih di bawah ufuk -
3 derajat 10` sampai - 0 derajat 50`.

Sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah berdasarkan hasil hisab
menetapkan 1 Ramadan 1430 Hijriah jatuh pada 22 Agustus 2009 dan 1
Syawal 1430 Hijriah pada 20 September 2009.

"Penetapan itu sesuai dengan hisab hakiki wujudul hilal yang
dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah," kata Ketua PP
Muhammadiyah Haedar Nashir di Yogyakarta, satu bulan yang lalu.

Minggu, 1 Syawal

Sementara itu, pakar dari Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA ITB,
Moedji Raharto mengatakan, ijtimak (konjunksi) akhir Ramadan 1430 H
bertepatan dengan tanggal 19 September 2009, pukul 1.44 WIB.

Di Indonesia, tinggi bulan saat matahari terbenam berada antara 4
sampai 5 derajat. Usianya dari waktu ijtimak lebih dari 16 jam.

Prestasi hilal muda berusia 15 jam 13 menit. Jadi, hilal awal Syawal
1430 H kemungkinan bisa dilihat pada 19 September 2009. "Oleh karena
itu, awal Syawal 1430 insya Allah jatuh pada tanggal 19 September
setelah magrib, Tarawih berakhir 19 September, salat id 1430 Minggu,
20 September 2009," tuturnya.

Menurut dia, sidang isbat akan berlangsung 19 September dan rukyat
nasional 19 September. (A-130/A-109) ***

Cite: http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=98273

Kirim email ke