Kang Sabri, kalau pakai pendekatan begini apakah larangan makan 
daging babi juga bisa jadi out of date ? kan soal cacing pita dsb 
juga dengan mudah diatasi ?

Saya bertanya nih, sorry kalau pertanyaannya terlalu naif (bukan 
grup band).

Yas


--- In [email protected], "st sabri" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> kang wida,
> 
> jangan berputar-putar : nazab itu kalo gak salah ingat 'hubungan
> biologis' – jadi bisa dengan mudah dideteksi teknik jejak dna yang 
gak
> lama lagi bakal semurah es dawet ayu dari slawi. Artinya soal
> menelusuri nazab bukan pekerjaan sulit jaman sekarang. Ini sebuah
> tantangan besar bagi umat Islam untuk menjawab fakta jaman. Argumen
> ulama besar pada jamannya, bisa menjadi lelucon pada masa sekarang.
> Jaman baheula emang sudah menandai susu siapa dalam sebuah campuran
> susu-susu, tapi jaman sekarang proses seperti itu bisa hanya sebuah
> praktikum pelajar tingkat tsanawiyah.
> 
> kaitannya dengan tanggung jawab : apa anda kira kalo udah ketauan
> siapa ayah biologisnya trus bisa 'memaksa' buat bertanggung jawab. 
Itu
> dua persoalan yang berbeda bro.... singkatnya gini : pernikahan 
bukan
> alat adekuat untuk meyakinkan nazab. Tapi teknik jejak dna jauh 
lebih
> akurat dibanding pernikahan. Pernikahan dibutuhkan oleh value 
system
> dalam masyarakat kita, sebuah instrumen sosial. di Indonesia porsi 
ini
> diserahkan pada kelompok agama. Jaman sekarang perempuan menikah 
bukan
> agar jelas siapa bapak benih yg dikandungnya. Itu terlalu sepele 
bagi
> perempuan jaman sekarang.
> 
> soal 10 perintah Tuhan, saya kurang jelas apa definisi zina disana 
dan
> silahkan yg memahami menjelaskan. Menurut pribadi saya yg bisa
> dinamakan ZINA pada jaman sekarang adalah KORUPSI, dengan definisi
> zina adalah aktifitas yg sangat membahayakan masyarakat secara 
luas.
> Korupsi memenuhi kriteria ini di ranking no wahid.
> 
> He he he ... anda rupanya western minded ya. dalam posting saya 
tidak
> menyinggung sedikitpun soal masyarakat barat. saya menunjuk 
masyarakat
> samin sebagai fakta di sekitar kita (amat dekat). Dalam memandang
> hubungan intim (baca seks). Bangsa nusantara jauh lebih canggih, 
bhs
> jawa menggunakan istilah 'campur' (melting) artinya kontak seksual
> bukan sekedar hubungan kelamin, artinya dua individu bercampur.
> Masyarakat jawa kuno mengapresiasi seks dengan benar dan tidak 
melulu
> mengaitkan dengan pernikahan. Coba aja kaji betapa agungnya 
seremoni
> pernikahan adat nusantara (yg tidak ada di tanah arab). simbol2nya
> penuh keagungan, siraman (artinya badan dan hati harus bersih) 
puasa
> agar bathin menjadi kuat.
> 
> Revolusi seks barat bukan pesta pora seks bung, seperti (mungkin) 
ada
> dikepala anda yg udah dicekoki budaya arab. Kontrasepsi sangat 
berguna
> sebagai alat pengendalian pembuahan. Tanpa ini maka hipotesa Thomas
> Robert Maltus akan menjadi kenyataan.
> 
> Bangsa nusantara tidak mengekang seks dan perempuan, lihat saja 
model2
> pakaian perempuan nusantara, kemben, baju bodo/baju kurung, kebaya
> sunda, semua menampilkan keindahan dan keagungan perempuan, apakah
> karenanya terus banyak pemerkosaan. Tidak begitu, kerna lelaki
> nusantara bukan seperti lelaki arab, yg ngeliat betis saja sudah
> berleleran air liurnya, jakun naik turun, nafas ngos ngosan.
> 
> Mari kita lihat ke belakang, bagaimana masyarakat jawa tengah dan
> timur menghargai ledek, ronggeng, mereka tidak di cemooh atau
> dipandang rendah meski semua tahu sebagian pekerjaan mereka 
memberikan
> layanan seksual. Artinya seks bukan persoalan rumit, sebagaimana 
ulama
> arab memandangnya. Literatur jawa punya 'linggo lelono' dimana seks
> dieksplorasi dengan sangat flamboyan, kita punya kultur ngadi 
busono,
> ngadi seliro semua punya aroma hubungan dengan seks dan kepuasan.
> 
> Islam pada masa lalu amat mudah masuk ke indonesia karena bisa
> berdampingan dengan kultur lokal, arab tidak memiliki sunan 
kalijogo
> yg menyebarkan agama tanpa setetes darahpun. Kalo baca literatur
> pahlawan kebanggan islam arab, selalu dengan pedang dan pembunuhan.
> 
> wah malah nggladrah ..... udah dulu deh ya
> 
> salam
>







Milis Wanita Muslimah
Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat.
Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com
ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages
Kirim Posting mailto:[email protected]
Berhenti mailto:[EMAIL PROTECTED]
Milis Keluarga Sejahtera mailto:[email protected]
Milis Anak Muda Islam mailto:[email protected]

This mailing list has a special spell casted to reject any attachment .... 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke