Inikah yang disebut Islam otentik ?
-------------- AYATULLAH & KARDINAL Pada suatu ketika sebuah delegasi ulama Islam dari Iraq yang dipimpin oleh seorang Ayatullah mengunjungi Vatikan dalam rangka dialog antar Umat Beragama. Rombongan itu diterima oleh sederetan Petinggi Vatikan yang dipimpin seorang Kardinal yang mewakili Paus. Pertemuan diselenggarakan disalah satu ruangan pada Gereja St.Peter (Gereja Utama Umat Katholik Roma di Vatikan). Sementara acara Dialog berlangsung, masuk waktu untuk melaksanakan Shalat Dzuhur. Sang Ayatullah memohon waktu agar Dialog di-break untuk Shalat Dzuhur, seraya menanyakan kepada Sang Kardinal, dimanakah dia dan rombongannya dapat melaksanakan Shalat Dzuhur. Sang Kardinal menjawab: "Oh.. kami sudah mempersiapkan ruangan khusus untuk anda disebelah ruangan ini yang masih berada didalam Gereja St.Peter ini agar anda dan rombongan dapat melaksanakan ibadat menurut agama anda". Setelah mengucapkan terima kasih, Sang Ayatullah beserta rombongannya segera menuju keruang sebelah untuk melaksanakan Shalat Dzuhur. Dan setelah selesai mereka kembali lagi keruangan pertemuan untuk melanjutkan Dialog yang tertunda. Setelah acara Dialog dibuka kembali, Sang Kardinal langsung berkata: " Wahai Ayatullah dan rombongan yang terhormat, hari ini anda sekalian melihat dan merasakan secara langsung betapa toleran-nya agama kami terhadap agama anda, bahkan anda sekalian hari ini bisa melaksanakan Shalat yang merupakan syariat terpenting dalam agama anda di dalam gereja yang paling suci bagi umat Katholik sedunia, yaitu Gereja St.Peter ini. Oleh karenanya kamipun berharap memperoleh perlakuan toleransi yang sama dari umat Islam, dimana untuk itu kamipun berharap dapat pula melaksanakan Misa di Masjid Ali di Kuffah-Iraq, yang merupakan salah satu Masjid terpenting bagi umat Islam di Iraq." Mendengar perkataan Kardinal tersebut, Sang Ayatullah sambil tersenyum kemudian menjawab : "Wahai Kardinal, tentunya kami menghargai sikap kalian yang memperkenankan kami melaksanakan Shalat di Gereja St. Peter ini, namun sungguh, kami memandangnya hal itu tidaklah terlampau luar biasa. Tahukah Wahai Kardinal mengapa hal ini tidak luarbiasa bagi kami? Umurku saat ini telah mencapai 75 tahun, dan sejak aqil-baliq di umur 15 tahun berarti selama 60 tahun aku mengabdikan diriku dijalan Tuhanku, Allah Azza wa Jalla, jikalau saja didalam waktu itu sekali saja aku menolak mengimani Isa Al Masih Putera Maryam, yang nama aselinya Joshua dan kalian menyebutkan sebagai Yesus menurut Bahasa Yunani, sebagai Rasul Allah dengan segala kelebihan yang dikaruniakan Allah SWT kepadanya, kepada Ibunya yang Suci dan keluarga Imran serta Zakaria, maka pada saat itu juga aku akan menjadi seorang kafir dan tempatku adalah di neraka. Karena kesemuanya itu tercantum di dalam Al Qur'an, kitab suciku sebagai umat Islam, yang wajib bagiku dan bagi setiap mukmin mengimaninya. Sehingga karenanya akupun merasa berhak melaksanakan Shalat di dalam setiap gereja yang didirikan atas nama Isa Ibnu Maryam atau Joshua Ibnu Maryam ataupun yang kalian panggil sebagai Yesus. Sebaliknya wahai Kardinal, setiap masjid umat Islam adalah milik Allah Ta'ala dan didirikan semata-mata untuk mengagungkan namaNya. Dan Allah Ta'alah telah mengirimkan Rasul-Nya yang terakhir bagi umat manusia dan alam semesta, yaitu Muhammad SAW. Sementara kalian umat Katholik dan Nasrani tidak mengakui ke-Rasulan-an Muhammad SAW, jadi bagaimana mungkin kami bisa mengizinkan anda beserta umat anda melaksanakan Misa guna mengagungkan nama Allah Ta'ala di dalam Masjid-Nya (milik Allah) padahal pada saat yang sama anda sekalian menolak meng-imani ke-Rasul-an Muhammad SAW. Oleh karenanya wahai Kardinal, bukanlah menjadi pemenuhan toleransi bilamana kami mengizinkan anda melaksanakan Misa di dalam Masjid kami, karena toleransi mensyaratkan kesetaraan. Bisakah anda wahai Kardinal dan umat Nasrani mengimani ke-Rasul-an Muhammad SAW, seperti halnya kami umat Islam meng-imani ke-Rasul-an Isa Putera Maryam as.?" Sang Kardinal pun termenung mendengarkan jawaban Sang Ayatullah di atas. Tentu tidak mungkin baginya mengimani ke-Rasul-an Muhammad SAW, kecuali dengan resiko gugurnya seluruh sendi keimanan Kristen yang selama ini dipeluknya. Seperti halnya seorang umat Yahudi tidaklah mungkin mengimani ke-Rasul-an Isa Putera Maryam as, kecuali dengan melepaskan keimanan Yudaism yang dipeluknya selama ini. Salam Muchyar Yara KIO-Kajian Islam Otentik 26-12-2005 ======================= Milis Wanita Muslimah Membangun citra wanita muslimah dalam diri, keluarga, maupun masyarakat. Situs Web: http://www.wanita-muslimah.com ARSIP DISKUSI : http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/messages Kirim Posting mailto:[email protected] Berhenti mailto:[EMAIL PROTECTED] Milis Keluarga Sejahtera mailto:[email protected] Milis Anak Muda Islam mailto:[email protected] This mailing list has a special spell casted to reject any attachment .... Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/wanita-muslimah/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
