HARIAN ANALISA 

Edisi Rabu, 3 Januari 2007 


Din: Sudah Saatnya Sistem Penyelenggaraan Haji Dirombak 

Jakarta, (Analisa) 

Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan di Jakarta, Selasa (2/1), 
sudah saatnya dilakukan perombakan mendasar dalam sistem penyelenggaraan haji 
Indonesia. 

Dia mengatakan hal itu sehubungan dengan peristiwa kelaparan yang menimpa 
jamaah haji Indonesia di Arafah dan Mina akibat kelalaian pelayanan katering. 

Din menilai wajar jika pemerintah memberi kompensasi materiil, walau kerugian 
immateriil tentu tidak dapat digantikan dengan uang terutama terganggunya 
kekhusyukan jamaah dalam menunaikan ibadahnya. 

"Yang penting daripada itu adalah pemerintah bersedia menyadari 
kesalahan-kesalahan selama ini dan membuka diri untuk memperbaiki kinerjanya," 
katanya. 

Kalau pemerintah menutup mata dan telinga terhadap kritik dan saran, kejadian 
serupa mungkin terulang kembali pada masa-masa mendatang, katanya. 

Monopoli pemerintah dinilainya sebagai pangkal dari aneka masalah tersebut, 
karena kecenderungan monopoistik yang membuka peluang bagi kecurangan, 
penyimpangan dan pelayanan buruk. 

Dikatakannya, sudah menjadi pendapat umum bahwa praktik korupsi dan kolusi 
dalam penyelenggaraan haji sangat potensial terjadi pada pemondokan, katering 
dan transportasi, yaitu dengan terbukanya kemungkinan penggelembungan harga. 

"Terhadap sinyalemen ini sebaiknya DPR memanggil Menteri Agama untuk memberikan 
klarifikasi, termasuk secara khusus menggugat kegagalan penyelenggaraan haji 
tahun ini, bila perlu melalui hak interpelasi atau lainnya yang relevan," kata 
Wakil Ketua MUI itu. 

Hal ini perlu dilakukan DPR mengingat ibadah haji melibatkan puluhan ribu 
rakyat yang sebagian berangkat haji setelah bersusah payah mengorbankan harta 
benda atau menabung uang bertahun-tahun. 

"Ke depan perlu dipertimbangkan demonopolisasi dengan mulai melibatkan 
unsur-unsur masyarakat (ormas2 Islam) atau bahkan jamaah dari ormas-ormas Islam 
tertentu diserahkan kepada mereka untuk diberi pelayanan atas dasar 
kekeluargaan dan tanggung jawab keorganisasian," katanya. 

Upaya lain yang mendesak adalah melepaskan kewenangan penyelenggaraan haji dari 
Depag untuk diserahkan kepada ormas Islam atau badan khusus di bawah naungan 
Presiden dan melibarkan unsur-unsur umat Islam, demikian Prof. Dr. Din 
Syamsuddin. (An


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke