Malam ini, Blonthank berkunjung ke rumah Paijo. Dilihatnya Paijo sedang menonton TVÂ… anehnya matanya berkaca-kaca. "Pelem apa, Jo?" Tanya Blonthank. Paijo, "Masalah binatang.. SEMUT". Blonthank, "Ealaaah Jo.. Jo.. lihat semut aja kok sampe nangis.. apanya yang membuatmu trenyuh". Paijo, "Thank, coba kamu duduk di sampingku sini. Amati perilaku semut di pelem ini. Semut-semut itu sedang bergotong royong membangun rumah. Semuanya kerja.. tidak ada yang berantem. Dan sejak tadi saya amati tidak ada mandornya. Semuanya kerja dan tahu tugasnya masing-masing. Lucunya kadang-kadang ada semut yang rela tubuhnya diinjak-injak oleh teman-temannya untuk dijadikan jembatan, sedangkan teman-temannya membawa bahan-bahan bangunan. Ini siapa yang mengatur ya?.. ini saya sebut sebagai fenomena IKHLASH". Blonthank, "Oooohh.. gitu ya Jo?". Paijo, "Manusia jarang lho yang bisa begitu". Blonthank, "Masak sih, Jo". Paijo, "Sebagian manusia hanya mau kerja kalau diawasi majikannya, walau mereka sudah mendapat gaji tiap bulan. Tapi kalau pas majikan tidak ada, mereka biasanya males kerja. Tidak seperti semut itu, karena hidayah atau petunjuk selalu datang pada makhluq yang sederhana. Kalau manusia apalagi yang berpendidikan tinggi malahan jarang mendapat hidayah". Blonthank, "TerusÂ…". Paijo, "Bahkan kadang-kadang di suatu instansi sering terjadi adanya bisnis pribadi mengatasnamakan instansi pemerintah. Sehingga sering instansi itu menderita kerugian. Ini terjadi karena orang tidak ikhlash seperti semut itu".
