Temans, Ada yang menonton sinetron Intan di RCTI? Kelihatannya sinetron laku yang jumlahnya sudah ratusan ini ceritanya orang2 yang beragama Islam karena acara pernikahannya secara Islam dan kuburannya ada tulisan Arabnya. Ceritanya berputar-putar tidak jelas, mungkin karena kepanjangan. Ceritanya Intan sudah punya anak bernama Bintang yang cacat kakinya, diejek teman-teman sekolahnya, tidak dimenangkan juri dalam satu lomba nyanyi walaupun suaranya bagus karena kecacatannya akan mengganggu.
Melihat adegan-adegan penghinaan anak-anak kecil terhadap kaki cacat ini dan rasa malu keluarganya karena mempunyai cucu cacat, ada rasa tidak enak di hati. Apakah memang dunia nyata di Indonesia yang mayoritas beragama Islam ini seperti dalam sinetron itu? Bukankah Islam mengajarkan bahwa tidak ada perbedaan di antara manusia (apakah dia cacat tubuh atau tidak), yang membedakan adalah ketakwaannya. Kemarin saya nonton acara Kick Andy di Metro TV tentang bullying, tidak saja kekerasan fisik seperti kasus kekerasan sampai ke tingkat kematian di IPDN atau kasus Hendra Saputra di akademi Kepolisian yang disetrum seniornya sehingga harus dirawat 4 bulan di rumah sakit. Tapi ada juga kekerasan mental ke seorang anak bernama Fifi yang ayahnya bernama Joko yang jadi tukang bubur. Tidak tahan diejek terus "Fifi anak jokbur", apalagi ketika anak itu sulit membayar uang sekolah karena orang tuanya belum punya uang, maka bocah ini menggantung dirinya sampai mati. Kekerasan fisik maupun mental ini rasanya begitu mengerikan di tengah masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Bukankah kita semua yakin bahwa agama ini agama yang terbaik yang akan menghasilkan manusia-manusia terbaik? Lalu kenapa kenyataannya seperti ini? Jika penilaian terhadap seseorang di mata Allah itu hanya dari ketakwaannya, kenapa manusia dibedakan karena dia anak tukang bubur? karena dia yunior? karena dia cacat badannya? Semakin merinding ketika seorang anak muda di acara Kick Andy itu mengatakan di sekolahnya ada perbedaan - tingkat 1 itu binatang, tingkat 2 manusia, tingkat 3 itu raja. Maka sudah wajar jika manusia atau raja itu menyiksa binatang. Bayangkan, manusia saja disiksa seperti binatang, bukankah dalam Islam kita juga tidak boleh menyiksa binatang? Ini malah manusia dianggap binatang yang perlu disiksa! Apanya yang salah dalam beragama Islam di negeri ini? mengapa kekerasan-kekerasan fisik maupun mental di negara ini terjadi? Apakah para orang tua gagal memahami dan mengajarkan ke anak-anaknya bahwa tidak boleh menghina seorang teman karena dia cacat kaki atau karena ayahnya "hanya" penjual bubur? Apakah para orang tua juga gagal memahami dan mengajarkan bahwa orang tidak boleh menyiksa tubuh temannya? Saya pernah membaca kisah seorang buta yang lalu menjadi sahabat Rasulullah dan dihormati, apa ada contoh lainnya yang menggambarkan bahwa Rasulullah mencontohkan tidak boleh menyiksa orang lain, tidak boleh melakukan kekerasan terhadap orang lain melalui kekerasan fisik atau kekerasan mental dengan menghina? salam Aisha [Non-text portions of this message have been removed]
