yeah, saya pikir ke depan mau tidak mau Israel harus menerima kenyataan itu.
komunitas Arab di Israel juga semakin membesar, sementara orang2
Yahudi di Israel semakin menurun jumlahnya. Migran Yahudi sendiri juga
merasa tidak aman di Israel, jadi mereka pilih nggak pindah ke Israel
dan tetap menetap di negaranya. Ada juga yang malah dari Israel ke
Amerika, seperti keluarganya Natalie Portman, si Natalie-nya sekarang
jadi bintang film terkenal di Hollywood, a.l. jadi pemeran putri
Amidala  di Star War :)

dalam jangka 20 tahun ke depan, udah diitung sama Israel, bahwa
komunitas Arab bakal sama dengan komunitas Yahudi, dan generasi muda
Yahudi di Israel lama2 juga bosen dengan perang dan pertikaian melulu,
jadi lama2 solusi negara buat semua ini mulai dipertimbangkan buat
jadi solusi bersama.

salam,
--
wikan
http://wikan.multiply.com


On 7/25/07, Mia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Wah, years of living dangerously untuk Bishara ini.
>
>  Menarik sekali solusinya: state for all, bukan jewish state. Tapi
>  repotnya justru Israel didirikan karena jewish-zionism.  Seperti
>  artikel Guardian bilang, bahwa jauh kemungkinan konstitusi itu akan
>  dirubah. Apalagi saling ketidakpercayaan dan rasa ketidakamanan
>  sangat mendominasi para pihak akibat konflik berkepanjangan itu.
>
>  Jalan alternatif adalah dengan membesarkan kelompok simpatisan 'state
>  for all' ini, atau kelompok moderat, di Israel, mid-east maupun di
>  Amerika, dengan sinergi2 yang saling menguntungkan, misalnya anti
>  kebijakan diskriminatif, capacity building, kerjasama dagang, dll.
>  Apabila integritas Bishara terjaga dan bisa dipercaya, artinya dia
>  memang bukan traitor, koruptor atau the enemy of the state, maka
>  kelompoknya akan membesar karena kalau konflik makin meruncing para
>  pihak pasti melihat resikonya yang jauh lebih besar, dimana
>  alternatif lain yang meraih kepentingan semua pihak terlihat lebih
>  menguntungkan.

Kirim email ke