MEDITASI SUFI
Muraqabah adalah meditasi. Meditasi adalah konsentrasi dan fokus. Meditasi
adalah meminta dan mencari jalan untuk mencapai apa yang Anda cari. MEDITASI
SUFI adalah tingkat terakhir, titik akhir dari spiritualitas yang mampu kita
capai. Meditasi bukannya duduk di atas kaki Anda, bersila, memejamkan mata
sambil berpikir bahwa Anda telah mencapai apa yang sedang Anda cari. Hal
tersebut hanyalah imitasi, bukan meditasi sebenarnya.
Meditasi bukanlah bagi pemula. Ini merupakan tingkat akhir pagi para darwish
dalam Thareqat ini, tingkat tertinggi bagi amalan Sufi. Meditasi bukan untuk
semua orang. Pertama-tama para pemula harus di persiapkan dan di latih melalui
latihan-latihan spiritual lain yang mengarah pada perkembangan dari berbagai
karakteristik yang diperlukan untuk mencapai tingkatan meditasi. Dia harus
belajar tata cara dan menguasai metode sufisme untuk mencapai titik itu. Dia
harus di latih.
Latihan ini amat penting, karena meditasi meminta Anda untuk menghentikan
berbagai perasaan dan keinginan. Anda harus menghilangkannya untuk menyiapkan
diri, bahkan pada tahap awal meditasi. Diri Anda dipenuhi dengan berbagai hal
yang tidak manfaat dan ini harus disucikan, juga belajar untuk mengendalikan
berbagai pikiran dan perasaan sebelum pelaksanaan meditasi Sufi Anda berhasil.
Meditasi Sufi adalah sebuah ‘koneksi atau hubungan’, dan fisik Anda harus mampu
membawa ‘koneksi’ ini.
Jika melakukan meditasi namun Anda masih di bawah kontrol nafsu-nafsu, maka
meditasi Anda tidak akan berhasil. Mungkin Anda mengira sedang bermeditasi,
namun sebenarnya hanya menipu diri sendiri. Anda tidak akan berhasil dalam
disiplin ini tanpa mulai dengan penyucian diri dan belajar bagaimana
menghentikan gangguan-gangguan tersebut. Dalam meditasi Sufi, Anda harus
melepaskan segala keinginan-keinginan selain cinta pada dia yang sedang menjadi
tujuan meditasi Anda. Lenyapkan segala nafsu keinginan kecuali cinta pada yang
dituju. Jika tersisa keinginan lain, maka meditasi Anda tak membuahkan apapun.
Mungkin Anda menyatakan kalau Anda mempraktekkan meditasi namun hal itu tidak
berdasar.
Laksana sebuah sungai mengalir ke samudra, setelah sampai maka merekapun
menyatu, maka demikian pula halnya dengan jalan meditasi Sufi yang mengarahkan
para pencari pada kefanaan di dalam apa yang sedang dia cari. Bagaimanapun,
para pencari harus mempertahankan pikiran tunggal untuk mencapai tujuan
akhirnya. Hanya jika dia berkemauan dan mampu meninggalkan segala hal dan
kembali ke dalam dirinya dengan perhatian tak terbagi, maka dia mampu
menjelajahi jalur ini sampai akhir. Jika berhasil, baru dia akan menemukan apa
yang di carinya.
( Syaikh Nurjan MirAhmadi & DR. Hedieh MirAhmadi, THE HEALING POWER OF SUFI
MEDITATION )
wasalam, arief hamdani
Haqqani Sufi Institute of Indonesia
www.rumicafe.blogspot.com
HP. 0816 830 748, 0888 133 5003