Memang OOT, tapi ini informasi kan penting dan berguna bagi teman-teman yang
kemungkinan melewati jalur Puncak !
Apa salah kalo menginformasikan hal yang penting dan berguna bagi teman yang
lain walau itu OOT...?
Apalagi ini kan kemungkinan kriminalnya besar...
Kecuali kalo OOT -nya mau nawarkan dagangan atau spam email...
Itu yang salah besar....!!!
Bagi saya sih informasi itu, cukup buat informasi saja...
Karena saya tinggal di Surabaya, dan sangat-sangat jarang sekali lewat jalur
Puncak...
Tapi saya tahu, komunitas milis ini banyak yang dari Bandung, Jakarta, yang
kemungkinan lewat jalur Puncak, untuk itu saya sharing informasi ini...
Mungkin bagi Sdr. Erwin informasi ini tidak berguna karena mungkin Sdr.
tidak tinggal di kota sekitar Puncak jadi tidak pernah lewat jalur Puncak,
sehingga Sdr. tidak perlu dengan informasi ini...
Tapi menurut saya, informasi ini penting dan berguna bagi komunitas milis
lainnya yang mungkin sering melewati jalur Puncak, biar tidak terjebak...
Widhi
[EMAIL PROTECTED]
----- Original Message -----
From: erwin ginanjar <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, May 05, 2000 08:58 WIB
Subject: Re: [webauthor] OOT : Fw: LAGI, PENGALAMAN BURUK DI PUNCAK
>
> OOiiiiii........................OOT BANGET........
> Ini masih mailing list web author,kan ?
>
>
> rgrd,
> Erwin
>
> ----- Original Message -----
> From: "Widhi" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
> <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Thursday, May 04, 2000 7:57 PM
> Subject: [webauthor] OOT : Fw: LAGI, PENGALAMAN BURUK DI PUNCAK
>
>
> > FW: LAGI, PENGALAMAN BURUK DI PUNCAKDaniel Gunawan
> > 05/04/2000 03:00 PM
> > To: Dadan Hudaya/AIU/AIG@AIG, Wira Gunaldi/AIU/AIG@AIG, Dhani
> > Yushidarma/AIU/AIG@AIG, Lisa Santi/AIU/AIG@AIG, Sonny
Lambey/AIU/AIG@AIG,
> > Donny Munir/AIU/AIG@AIG, Akbar Kusumanto/AIU/AIG@AIG, Astro
> > Girsang/AIU/AIG@AIG, Anggiat Sihombing/AIU/AIG@AIG, Andrian
> > Syah/AIU/AIG@AIG, M Reza/AIU/AIG@AIG, Wibi Wibowo/AIU/AIG@AIG, Hani
> > Puspita/AIU/AIG@AIG, Soedyatno Drijantoro/AIU/AIG@AIG
> > cc:
> > Subject: FW: LAGI, PENGALAMAN BURUK DI PUNCAK
> > Confirm kebenaran dari cerita tersebut. Karena saya adalah salah satu
> korban
> > mereka.
> > Ceritanya pada waktu saya akan week end ke Kota Bunga, saya dan anak
serta
> > istri , suster dan pembantu saya, (sialnya semua cewek) sehingga saya
> cemas
> > juga apabila memang terjadi sesuatu dengan roda mobil yang berasap waktu
> > itu. Memang kurang lebih 100 meter dari lokasi orang-orang yang menunjuk
> ban
> > terdapat bengkel kecil dengan team besar yang langsung 'memperbaiki'
mobil
> > saya.
> > Waktu itu kampas mobil saya langsung di 'betul' kan oleh kurang lebih 8
> > orang yang seperti sudah tahu benar bagian pekerjaanmasing-masing dan
> > akhirnya saya harus merelakan 150 ribuan untuk ganti kampas rem, selama
> > proses kurang lebih 20 menit.
> > Be carefull, karena ini sih memang sindikat dan korbannya sudah pasti
> sangat
> > banyak.
> > DG
> > ---------------------- Forwarded by Daniel Gunawan/AIU/AIG on 04/05/2000
> > 03:03 PM ---------------------------
> >
> >
> > Tjandra Santoso
> > 04/05/2000 03:16 PM
> > To: Dadan Hudaya/AIU/AIG@AIG, Wira Gunaldi/AIU/AIG@AIG, Dhani
> > Yushidarma/AIU/AIG@AIG, Lisa Santi/AIU/AIG@AIG, Sonny
Lambey/AIU/AIG@AIG,
> > Donny Munir/AIU/AIG@AIG, Daniel Gunawan/AIU/AIG@AIG, Akbar
> > Kusumanto/AIU/AIG@AIG, Astro Girsang/AIU/AIG@AIG, Anggiat
> > Sihombing/AIU/AIG@AIG, Andrian Syah/AIU/AIG@AIG, M Reza/AIU/AIG@AIG,
Wibi
> > Wibowo/AIU/AIG@AIG, Hani Puspita/AIU/AIG@AIG, Soedyatno
> > Drijantoro/AIU/AIG@AIG
> > cc:
> > Subject: FW: LAGI, PENGALAMAN BURUK DI PUNCAK
> >
> >
> >
> > FYI.
> > Berita ini dapat dari seseorang yang mengalami bersama keluarganya.
> > Just for your info.
> > Quote:
> > Dear all,
> > Saya punya pengalaman kurang menyenangkan yang baru2 ini saya dan
> > keluarga alami di wilayah Puncak - yang mungkin berguna untuk kawan2.
> > Hari Sabtu 22 April, saya dan keluarga menuju Puncak untuk menghirup
> > udara segar. Setelah melewati Puncak Pas, disekitar Lembah Pinus/Lembah
> > Hijau, kira2 jam 10 pagi lewat - tiba2 ada 3 orang yang nongkrong di
> > sebelah kanan jalan (jualan wortel) berteriak sambil menunjuk2 mobil
> > kami, kemudian serombongan lain yang berdiri di kiri jalan (berdiri
> > setiap 2 atau 3 meter)juga menunjuk2 mobil kami sambil berteriak.
> > Setelah kurang lebih 4 grup menunjuk2 dan berteriak - pelan2 kami
> > menepi. Karena kami curiga (disamping agak panik) - kami memilih menepi
> > di parkiran suatu tempat penginapan - agak masuk. Kami berhenti dan
> > memeriksa mobil - ternyata ada asap di ban sebelah kanan depan. Sempat
> > agak lama berasapnya (kurang lebih 10 menit dari tempat kejadian
> > pertama). Yang membuat kami heran tiba2 dua orang dari mereka yang
> > menggunakan rompi suatu bengkel langsung mendekat begitu kami menepi
> > dan menyarankan dibongkar. Karena kami sangat curiga - saya menyarankan
ke
> > suami untuk mengguyur dengan air dan ternyata asapnya langsung hilang.
> > Kami kemudian berdiskusi dalam bhs. Inggris (supaya mereka tidak begitu
> > mengerti) - bahwa kita yakin telah DIKERJAI mereka. Kemudian kakak saya
> > tanya kepada dua orang itu - "Dari mana, Pak?" - mereka menjawab dari
> > bengkel. Semakin besar kecurigaan kami. Setelah itu, kami semua naik
> > dan bergerak kembali dengan tenang - dan mencari bengkel besar (yang
> > bener) dan agak jauh dari tempat kejadian.
> > Kami sengaja tidak mau ribut - karena namanya massa - nantinya bisa
gawat.
> > Di bengkel besar tersebut - setelah melongok sedikit dan sebentar ke
> > ban tersebut - kita diyakinkan bahwa tidak ada apa2 dengan mobil kami.
> > Mungkin karena mereka juga takut - mereka tidak banyak cerita tentang
> > modus operandi seperti itu walau kita tanya (TAPI TAMPAKNYA MEREKA TAHU
> > TAPI TAKUT ATAU TIDAK ENAK).
> > Setelah itu kami telepon ke tempat kami akan menginap tentang
> > pengalaman kami - resepsionisnya perempuan menyatakan
> > tidak pernah mendengar hal2 semacam itu (mungkin juga takut nanti
hotelnya
> > tidak banyak didatangi tamu - atau mungkin memang tidak tahu).
> > Ketika kami kembali turun menuju tempat menginap di Puncak Pas siang
> > harinya, kita agak berhati2 melewati daerah tersebut sambil melihat
> > kiri kanan. Ternyata banyak mobil bagus sedang
> > DIKERJAI - ada yang dibongkar kap-nya secara paksa - ada yang sudah
> > diprotoli
> > dua ban depannya. Yang mengerjakan lebih dari 5 orang. Ada yang baru
> > kena. Kita kasihan melihatnya - tapi tidak berani keluar memberitahu
> > (penakut-ya).
> > Ternyata kita juga menandai bahwa persis di belokan sebelum kejadian -
> > sebelah
> > kiri dan kanan ada dua mobil jip kuning bengkel dengan dua/tiga orang
> > pakai 'wearpak' bengkel tertentu.
> > Analisa kami - mungkin di aspal tersebut dipasang sesuatu yang kecil
> > apabila terkena ban mobil langsung mengeluarkan asap dan nempel di
> > sana. Jadi 'peluang' nya siapa saja bisa terkena -
> > Kebetulan ban kami melindasnya.
> > Setelah sampai tempat penginapan, sore2 kami bercerita kepada bapak2
> > yang bantu angkat barang/bersihkan kamar.
> > Bapak tersebut bercerita bahwa banyak kejadian seperti itu dan
> > menyarankan agar kami tidak melawan (berantem disana) - pelan2 pergi
saja
> > atau tetap jalan jangan hiraukan mereka. Hari Minggunya kami ke atas
lagi
> > melewati
> > daerah tersebut ternyata sama - banyak orang berdiri di sana
menggunakan
> > rompi bengkel di kiri/kanan jalan dan ada bengkel kecil2. DAN BANYAK
> MOBIL
> > YANG DIKERJAI.
> > Saran untuk teman2 bila mengalami hal seperti ini, tetap tenang, terus
> > saja, jangan hiraukan mereka. Setelah agak jauh upayakan berhenti di
> tempat
> > yang agak masuk ke dalam. Kalau berasap - siram dengan air.
> > Kemudian kalau tidak yakin dengan kondisi mobil coba cari bengkel besar
> > yang kelihatan bonafide. Cek sebentar. Saran lain - jangan ajak orang
> > tersebut berantem/kasar. Mereka sudah seperti mafia. Bisa2 kita bisa
> > konyol.
> > Yang kami heran - kok tidak ada polisi. Kata teman2 saya setelah saya
> > ceritakan - mungkin ya polisi ikutan - wah semoga tidak ya. Kalau
> > iya - this is the real Indonesia - we have to live
> > with this.
> > Saya ada rencana mau nulis di SURAT PEMBACA -
> > bagaimana? Is there any use ? Paling tidak untuk peringatan yang lain.
> > Kalau untuk petugas - kok pesimis ya. Ada saran ?
> > Please - sebarkan hal ini ke keluarga, saudara,
> > teman, kolega, atau siapa saja.
> > Salam,
> > Kus
> > Unquote.
> >
> >
> >
> >
> > - Perbesar peluang bisnis Anda dengan www.jatimmall.com
> > To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> > To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> > Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]
> >
> >
>
>
>
> - Perbesar peluang bisnis Anda dengan www.jatimmall.com
> To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
> Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]
>
>
- Perbesar peluang bisnis Anda dengan www.jatimmall.com
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
Netika BerInternet : [EMAIL PROTECTED]